
"Loh ternyata kamu disini?" Tanya Bu Lolita sambil melihat kearahnya.
"Iya Bu saya kesini buat bawain bekal makanan" Jawab Zweta sambil tersenyum simpul.
"Oh begitu. Maaf kamu tunggu diluar dulu ya Zweta. Ibu mau bicara sebentar sama Zevana" Ujar Bu Lolita sambil meletakkan buku yang beliau bawa ke arah meja.
Perasaan Zweta semakin gusar ketika hanya ia saja yang disuruh keluar ruangan oleh Bu Lolita. Ia juga sempat melirik kearah Zaskia berada.
"Apa mungkin Bu Lolita sudah tahu?" Gumam Zweta di dalam hatinya.
"Baik Bu" Jawab Zweta.
Zweta melanjutkan langkahnya ke arah luar dan berniat untuk memberitahu informasi tersebut pada Zinta.
Karena ini sudah waktu jam pulang sekolah, Ia bergegas menuju sepeda motornya yang berada di parkiran sekolah, dan ingin segera pulang ke rumahnya. Kemudian saat ingin melaju, tiba-tiba ransel punggungnya seperti tersangkut sesuatu.
Motornya tidak bisa berjalan dengan lancar, ia mengeceknya melalui kaca spion motor. Namun tidak terlihat dengan jelas apa yang menyulitkannya bergerak. Hingga kemudian ia berhenti, melepaskan ranselnya dan menoleh ke belakang. Ternyata ranselnya itu sedang ditarik oleh Adnan.
"Adnan lo ngapain sih? Minggir gue mau pulang ke rumah. Ini udah sore tahu" Ujar Zweta sambil mencoba melepaskan tangan Adnan dari ranselnya.
"Time travel itu bukannya mesin waktu ya?" Tanya Adnan sambil mengernyitkan dahinya.
"Apaan sih" Jawab Zweta yang masih memegangi ranselnya.
"Gue nggak akan lepasin tasnya sebelum lo kasih tahu dulu soal yang tadi gue tanyain" Jawab Adnan sambil tersenyum.
Sebenarnya Zweta tidak tertarik dengan pertanyaan Adnan. Karena Adnan mampu menandingi gerak-geriknya yang terlihat menyebalkan menurutnya, jadi ia hampir saja menanggapinya dengan serius.
"Perlahan tapi pasti akan terkuak juga ko rahasia diantara kalian" Sahut Adnan sambil melepaskan ransel milik Zweta.
Adnan beranjak pergi meninggalkannya dengan menggunakan sepeda motornya.
BRUM..!!
BRUM..!!
BRUM..!!
Suara motor milik Adnan telah melaju cepat meninggalkan tempat itu.
"Gue harus lebih berhati-hati lagi nih sama Adnan" Gumam Zweta sambil memarkirkan kembali sepeda motornya, karena ia sedang menunggu kedua sahabatnya didalam ruangan.
__ADS_1
...****...
Bu Lolita menghampirinya, dan berterus terang menanyakan perihal Zevana yang tersandung mengenai kasus perkelahian yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.
"Gimana keadaan kamu sekarang Zevana? Maaf waktu saya nggak banyak, jadi tolong kamu beritahu dan jelaskan kronologi secara rinci ya. Siapa orang yang udah mukul kamu tadi pagi?" Tanya Bu Lolita penasaran seraya meraih kursi di dekatnya untuk beliau duduki.
"Hmm.. itu.." Jawab Zevana sambil menunduk tidak tahu apa yang ingin ia katakan.
Ekspresi Bu Lolita semakin tidak sabar ingin mendengarnya, Zaskia pun begitu.
"Itu saya Bu" Sahut Zaskia menjawab dengan terus terang.
Seketika Zevana dan Bu Lolita langsung menolehkan wajahnya kearah Zaskia. Tapi semua itu dibantah oleh Bu Lolita yang merasa tidak mungkin bahwa ia pelakunya.
"Ha haha Impossible. Kamu jangan bercanda sama saya Zaskia. Kalau emang kamu pelakunya, nggak mungkinlah satu sekolahan nggak ada yang ngenalin kamu" Sahut Bu Lolita sambil tertawa yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
"Oke saya tahu mungkin kamu masih trauma Zevana. Jadi saya kasih kamu waktu menjawabnya sampai kamu benar-benar pulih kondisi kesehatannya" Kata Bu Lolita menyudahi pertanyaan.
Sembari melihat arah jarum jam yang menunjukkan sudah pukul lima sore.
"Waduh udah jam lima. Saya masih ada acara di tempat lain. Kalian hati-hati di jalan ya" Ucap Bu Lolita sambil meninggalkan kedua muridnya di ruangan tersebut.
"Iya Bu terimakasih" Jawab Zaskia dan Zevana secara bersamaan.
...Kejujuran harus dibenahi...
...Emosi membuat kita lupa diri...
...Dengan perubahan suasana hati...
đ¸đ¸đ¸đ¸
Hilanglah sudah masa-masa menenangkan dirinya. Seketika ruangan itu menjadi hening karena tidak percaya jika Zaskia sudah kembali ke tubuhnya. Kini hanya tinggal mereka berdua saja di tempat itu. Tak mau saling pandang dan keduanya pun tetap acuh, entah harus memulai percakapan seperti apa.
"Lo udah berubah Zas" Ujar Zevana yang memulai percakapan.
"Iya gue sadar sama perubahan sikap gue. Zev maafin gue ya, gue nyesel udah bertindak gegabah sama lo. Jujur beneran semuanya diluar kendali gue" Jawab Zaskia sambil menangis dihadapan sahabatnya.
"Bukan, maksud gue lo udah berubah ke penampilan lo yang asli" Sahut Zevana.
Tangisannya pun ia sudahi sejenak, mencoba mencari tahu ucapan yang dimaksud oleh Zevana, dan benar saja yang dikatakannya. Ia sudah kembali ke tubuhnya. Sungguh momen yang sangat bahagia, walau hampir saja melupakan bagaimana keadaan wajahnya yang hampir tiap hari dipandangi melalui cermin.
__ADS_1
"Hah ini serius? Gue kembali? Ha haha" Sahut Zaskia melompat kegirangan dengan keadaannya sekarang.
Saat hendak keluar dari halaman sekolah, Bu Lolita meneriaki Zweta dari dalam mobil yang beliau lihat berada di parkiran motor sekolah.
Tin..!!
Suara klakson mobil Bu Lolita menghampiri Zweta berada.
"Zweta kamu belum pulang?" Tanya Bu Lolita.
"Belum Bu, saya lagi nungguin sahabat saya di dalam" Jawab Zweta sambil tersenyum.
"Oh itu udah selesai. Kamu sekarang bisa temui mereka disana. Nggak baik sendirian diluar keadaan sepi begini. Ibu duluan ya" Ujar Bu Lolita sambil melambaikan tangannya ke arah Zweta.
"Iya Bu terimakasih. Hati-hati di jalan ya Bu" Jawab Zweta dengan membungkukkan badannya tanda menghormati guru.
Kemudian Zweta kembali ke ruangan UKS. Disana ia melihat keadaan perkelahian diantara keduanya, sepertinya sudah kian membaik.
"Zev gue anterin balik ke rumah lo gimana?" Tanya Zweta sambil membantu Zevana yang terbaring sakit untuk berdiri.
"Makasih ya sebelumnya. Tapi gue bisa pulang sendiri ko" Jawab Zevana.
"Nggak bisa. Jalan lo aja masih nahan sakit gitu Zev. Lo pegang pundak ya, gue bantu lo berjalan keluar" Sahut Zweta.
"Maaf Zas gue boleh minta tolong nggak buat bantuin bawa ranselnya Zevana?" Pinta Zweta yang terlihat kesusahan membawa tas secara bersamaan.
"Gue tahu tindakan gue salah udah buat Zevana celaka. Tapi maaf gue nggak bisa bantuin bawain tasnya sekarang" Sahut Zaskia yang masih belum menerima kenyataan bahwa kekasihnya direbut oleh sahabatnya sendiri.
"Ya ampun Zas. Ini gue minta tolong padahal, segitunya banget sih" Timpal Zweta yang sedikit kesal pada Zaskia.
"Alasannya cukup jelas ko. Karena hati gue masih ada rasa sakit yang mungkin orang lain nggak tahu seberapa besarnya" Sahut Zaskia.
"Ohiya kenapa nggak coba telpon Adnan aja Zev? Soalnya kan mulai hari ini Adnan udah jadi pacar lo?" Balas Zaskia dengan ketus.
Ia bersikap begitu, karena memang merasa adanya kekecewaan yang mendalam mulai singgah di lubuk hatinya. Zaskia inisiatif untuk mengambil ranselnya dan segera pergi meninggalkan mereka di ruangan tersebut.
Zweta mendengarnya pun bisa mengerti apa yang sedang dialami oleh Zaskia. Akhirnya Zweta berhasil mengajak Zevana naik ke motornya. Ia dua kali balikan ke tempat itu hanya untuk mengambil ransel Zevana.
Di tengah perjalanan pulang..
Zweta merasa curiga dengan sepeda motor yang terlihat seperti mengikutinya dari belakang. Kira-kira siapakah dia?
__ADS_1
* to be continued...