Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
Rival


__ADS_3

Olimpiade penelitian ilmiah baik berupa karya tulis maupun penemuan. Hasil penelitian sains ada tiga kategori salah satunya yaitu sains dan teknologi yang diikuti keduanya.


Kebetulan mereka dipilih dari pihak sekolah untuk mewakili proses peserta didik pada ajang kompetisi sains internasional. Dalam acara tersebut Zinta memperkenalkan temuannya yang ia beri nama mesin Z1 merupakan mesin waktu yang dapat menjelajah ke dunia yang belum pernah disinggahi.


Zinta juga menambahkan peranan penting temuannya yang lain adalah ZANN sebuah ramuan berwarna putih yang disimpan pada tabung reaksi.


"Wah hebat sekali. Kamu sangat berbakat dalam sains dan teknologi. Luar biasa" Ujar Pak Hadi yang merupakan seorang profesor dari salah satu juri dalam olimpiade sains sambil memberikan tepuk tangan serta senyuman.


Terlihat senyuman bahagia dari Zinta di atas panggung. Kini giliran Zed menjadi peserta kedua yang akan maju ke depan.


"Peserta kedua mari kita sambut Zedric" Ucap seorang host memberikan sambutan.


"Saya akan memperkenalkan temuan yang sederhana tapi sangat istimewa. Sebuah pulpen dengan sampul warna hitam pekat memiliki isi tinta berupa senyawa kimia yang mampu mengikat oksigen serta mengangkutnya dari paru-paru menuju ke seluruh sel-sel tubuh. Saya beri nama sesuai dengan nama saya yaitu Zedric" Ujar Zed sambil tersenyum licik.


"Kenapa bisa mirip banget sama pulpen punya gue ya? Wah nggak beres nih" Gumam Zinta sambil melihat Zed dari balik layar panggung.


"Bisa tolong tunjukkan pada kami mengenai isi tinta pulpennya? agar menjadi bukti kuat bahwa itu nyata" Tanya Pak Hadi dengan berwibawa.


"Baik Pak, akan saya lakukan dengan baik" Sahut Zed dengan rasa percaya diri ia tunjukkan pada semua orang di hadapannya.


Ia melakukan penulisan pada sebuah buku, lambat laun senyawa kimia yang dimaksud Zed keluar dari buku tersebut.


Pusaran senyawa kimia dikelilingi suara petir yang menggelegar membuat seluruh penonton bergemuruh setelah melihat pertunjukkan yang dilakukan oleh Zed diatas panggung. Pak Hadi pun memberikan tepuk tangan yang meriah dengan maksud, agar Zed menyudahi aksinya.


"Terimakasih Pak" Ujar Zed dengan bangga.


Ia tidak mendengar dengan jelas suara Pak Hadi karena suaranya tertimpa dengan suara petir yang menggelegar. Bunyi merambat di udara dengan kecepatan sekitar 340 meter per detik.


Kemudian host memberi isyarat tanda berhenti padanya. Ia terlihat kebingungan ketika hendak menghentikan temuannya tersebut. Ia lupa untuk membuat penanganannya agar pusaran reda kembali.


"Bodoh tidak bisa berhenti" Batin Zed berbicara didalam hatinya sambil menatap tajam ke langit pusaran.

__ADS_1


Semakin kuat pusaran mampu menarik sekelilingnya untuk masuk kedalam temuan Zed tersebut. Selain itu juga dapat menghasilkan tekanan terhadap permukaan suatu struktur.


Terdengar suara Pak Hadi yang sedang memegang tiang dengan posisi melayang karena adanya angin mengikuti pergerakan pusaran. Dalam hitungan detik cengkraman tangannya lepas, ia mengudara keatas.


"Tolong! Siapapun tolong saya!!" Seru Pak Hadi terlihat meminta pertolongan di area sekitarnya.


"Pak Hadi?" Ucap Zinta segera bergerak cepat menggunakan sepeda Zedtwo menghampiri keberadaannya.


Akhirnya Zinta berhasil menyelamatkan Pak Hadi dari pusaran tersebut. Ia juga mampu menyelamatkan Zed dari pusaran yang dia buat sendiri.


"Zinta? Ngapain dia disini? Sok menjadi jagoan" Batin Zed.


"Zed pegang tangan gue. Cepat...!" Ujar Zinta sambil mengulurkan tangannya dari atas sepeda Zedtwo.


Ia menepis ajakan tangan Zinta serta membiarkan dirinya diantara pusaran. Zinta menaburkan serpihan emas pada pulpen Zedfour miliknya agar keadaan cepat reda kembali.


"Oh jadi begitu caranya? Terlalu mudah bagiku" Jawab Zed dengan angkuh.


"Ada apa dengannya?" Tanya Zinta menatap wajah Zed yang penuh misteri dari atas sepeda Zedtwo diiringi suara angin yang menderu.


Pak Hadi pun menyaksikan kehebatan Zinta dengan beberapa fungsi temuannya yang lain. Hingga pemenang olimpiade diumumkan Zinta yang menjadi pemenangnya.


"Selamat Zinta kamu sudah menjadi pemenangnya. Ini hadiah untukmu serta piala penghargaan" ujar Pak Hadi memberikan ucapan selamat sambil tersenyum bangga padanya.


"Terimakasih banyak Pak dengan semua ini" Jawab Zinta menangis terharu sambil menjabat tangan pada Pak Hadi.


"Iya sama-sama. Semoga bermanfaat di kemudian hari" Ujar Pak Hadi memberikan semangat padanya.


Setelah acaranya selesai, ia bergegas ke belakang panggung. Membereskan semua peralatan agar cepat sampai pulang ke rumah.


Sejak saat itu Zed menjadi sangat ambisius masih tidak mau melupakan semua kejadian yang terjadi padanya. Hingga ia memutuskan untuk pergi ke time travel dan menetap di kehidupan masa lalunya. Ia menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam pada Zinta.

__ADS_1


"Kali ini mungkin kamu merasa jadi pemenang. Tapi tidak untuk di lain waktu. Tunggu pembalasanku" Batin Zed berbicara didalam hatinya sambil beranjak pergi.


"Jika kecepatan angin di desa lebih besar dibandingkan kecepatan angin di kota. Jadi semakin tinggi elevasi ketinggian. Maka semakin besar nilai kecepatan angin yang dihasilkan" Ujar Zinta memulai obrolan setelah melalui peristiwa yang mereka alami barusan.


Langkah kakinya berhenti ketika mendengar ucapan Zinta yang sepertinya sedang membahas perihal temuannya penggabungan antara rumus fisika dan pelajaran kimia.


"Bunyi Guntur menempuh jarak satu kilometer dalam waktu tiga detik. Terjadinya suara petir setara dengan satu kilometer dari tempat kita berada" Ujar Zinta dengan melirik kearah bayangan tempat Zed berdiri di dekat pintu.


"Kurang lebih seperti itu. Semoga dilain waktu kita bisa bertemu kembali" Jawab Zed mengakhiri pembicaraan sambil bergegas pergi ke tempat yang ditujunya.


Sebenarnya Zinta sudah mengetahui perihal karyanya sudah ditiru oleh temannya sendiri sejak kejadian tadi pagi. Namun ia berpikir dingin untuk tidak melanjutkan amarahnya kembali. Karena menurutnya Zed mempunyai karakter yang keras kepala jika diberi tahu. Jadi percuma berbicara panjang lebar dengan orang yang seperti itu.


Pak Hadi kemudian menyudahi acara tersebut. Walaupun akhir penutup acara terlihat berantakan, Tapi beliau tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan olimpiade sains.


Diketahui tindakannya dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sejak saat itu pula mereka berdua kini saling menjauh.


🌸🌸🌸🌸


Dalam perjalanan menuju tempat adanya suara petir yang menggelegar dari kejauhan.


"Zweta anginnya kencang banget. Yakin nih kita tetap kesana?" Ujar Zevana sambil berlindung di balik punggung sahabatnya.


"Iya sih, yaudah gue parkir motor aja dulu deh. Disini sepertinya aman" Jawab Zweta sambil berhenti sejenak untuk memarkirkan kendaraannya diantara pohon yang rindang.


Mereka berdua tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dari jarak pandang mereka melihat terdapat dua orang berada di tempat itu. Tidak jelas siapa orangnya, karena suatu keadaan gelap pertanda hari sudah semakin larut malam.


"Zweta lo ngerasa sesak nafas nggak?" Tanya Zevana yang sepertinya indera penciuman sudah mulai bereaksi dengan adanya temuan milik Zed.


.


.

__ADS_1


.


* to be continued...


__ADS_2