
Mobil Niar berhenti di depan restoran yang sedang rami pengunjung .
"Sepertinya kakak lu lagi sibuk deh! " Ucap Sisil yang keluar dari mobil Niar.
"Iya, kita ganggu gak? " Tanya Reva yang tak enak hati.
"Udah kita masuk saja dulu! " Sahut Niar yang berjalan terlebih dulu dan di susul oleh kedua temannya .
"Selamat sore mbak Niar! " Sapa penjaga kasir.
"Kakak ada mbak? " Tanya Niar.
"Ada mbak , di ruang kerjanya! " jawab penjaga kasir.
"Makasih mbak! " Ucap Niar dan berlalu menuju ruang kerja kakaknya.
"Kak! " Sapa Niar setelah membuka pintu.
"Ngapain ke sini dek? " Tanya Nanta.
"Masih pakai seragam lagi! " Nanta memperhatikan adiknya.
"Kak, aku mau minta tolong sama kakak! " Ucap Niar.
"Minta tolong apa? " Tanya Nanta.
Niar menoleh kebelakang dan memberi isyarat kepada sahabatnya agar ikut masuk.
"Kamu juga ikut Sil? " Tanya Nanta yang melihat Sisil di belakang adiknya.
"Hehehe! Iya kak! " Jawab Sisil sambil nyengir.
"Kalian buat ulah apa lagi? " Tanya Nanta yang sudah hafal dengan adiknya. Jika adiknya minta bantuan pasti terlibat masalah.
"Kakak jangan Su'udzon gitu napa? Sahut Niar, kenalin kak ini sahabat kita!" Niar mengenalkan Reva ke kakaknya.
Reva mengulurkan tangannya dan di sambut oleh kakak Niar. "Reva, kak! " Ucap Reva memperkenalkan diri. "Nanta! " Balas kakak Niar.
"Jadi gini kak, Reva ini butuh pekerjaan untuk biaya pengobatan neneknya!" Jelas Niar, "Kakak bisa kan kasih Reva pekerjaan? "Tanya Niar lagi.
"Tapi teman kamu ini masih sekolah dek! Kakak memang lagi butuh orang untuk mengantar pesanan. Tapi apa teman mu bisa membagi waktu? " Jelas Nanta.
"Aku mau kak! " Sahut Reva dengan semangat, "aku akan kerja setelah pulang sekolah! " Jelas Reva yang tak menyia -nyikan kesempatan.
"Baik lah, kamu bisa kerja mulai besok! Kamu masuk jam lima sore sampai resto ini tutup. " Jelas Nanta.
"Iya kak, terimakasih! " Ucap Reva sambil membungkukkan badannya.
"Tapi kakak bisakan pinjamkan Reva kendaran? " Tanya Niar.
"Kalau masalah kendaraan, itu memeng sudah di sediakan dari sini! " Jelas Nanta.
"Alhamdulillah! " Ucap Reva dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Terimakasih ya kak!" Niar memeluk kakaknya, "kakak memang kakak Niar yang paling ganteng sedunia! " Puji Niar.
Sisil dan Reva terkekeh mendengar Niar yang memuji kakaknya itu.
"Memang kakak mu ini sudah ganteng dari orok! " Sahut Nanta sambil melepas pelukan dari adiknya. " Sudah sana kakak mau lanjutin kerjaan kakak, kalian pesan makanan sana! " Perintah Nanta.
"Terimakasih kak! " Ucap mereka bertiga.
"Sekarang gue antar lu ke rumah sakit ya Va? " Ucap Niar setelah menghabiskan makanannya.
"Iya, kita juga ingin jenguk nenek lu! " Sahut Sisil.
Reva mengangguk, "Terimakasih ya! Kalian sudah baik banget sama aku! " Ucap Reva.
"Memang itukan arti sahabat yang sesungguhnya! " Ucap Niar yang selalu bijak dalam ucapan ataupun tindakan.
"Ya udah tunggu apa lagi! Kita berangkat sekarang keburu malam! " Ucap Sisil yang sudah bangkit dari duduknya.
°°°°°°°°°°°°
Sementara di rumah Rafi....
Tin. Tin. Tin
Dengan cepat satpam yang bekerja di rumah Rafi pun membuka pintu gerbang. Sebuah mobil mewah masuk kedalam halaman.
"Nyonya! " Sapa pak Anton yang bertugas sebagi satpam di rumah itu.
"Ada apa pak Anton? " Tanya Maya .
"Oh... Terimakasih! " Maya mengambil surat itu dari tangan pak Anton.
"Ada apa sayang? " Tanya Guntur saat istrinya masuk ke dalam kamar.
"Ini kata pak Anton ada yang ngirim surat! " Maya menaruh surat itu di atas nakas.
"Coba lihat apa isi dari surat itu! " Guntur bangkit dari duduknya, ia ingin mengambil surat di atas nakas itu.
"Mas, tolong bukakan ini! " Maya menyodorkan punggungnya ke depan sang suami. Guntur yang peka itu langsung menaruh surat itu ke atas nakas kembali, dan segera membantu istrinya membuka resleting baju yang di pakai Maya.
"Aku merindukan mu sayang! " Bisikan Guntur setelah membuka resleting baju sang istri.
"Aku mau mandi du mas! " Sahut Maya.
"Kita mandi bersama ya! " Ajak Guntur dengan suara seraknya.
"Ingat umur mas! Kita sudah tak lagi muda! " Ujar Maya.
"Memang kenapa kalau kita tak lagi muda?" Tanya Guntur yang memeluk istrinya dari belakang. "Siapa tau kita bisa mempunyai anak lagi, aku ingin mempunyai anak perempuan sayang! " Guntur mencium pipi Maya dari belakang.
Kalau Guntur sudah membahas anak, Maya tak bisa menolak lagi. Karena Maya juga sangat menginginkan kehadiran bayi di keluarga kecilnya.
Akhirnya Guntur melupakan surat itu , karena Maya menyetujui kemauan nya.
__ADS_1
(Nah ... Loh! Kira-kira apa yang terjadi? 🤔😁😁)
Setelah ritual mandi bersama selesai, sepasang suami istri itu turun ke lantai bawah.
" Sayang! " Maya menghampiri Rafi yang sedang duduk di ruang keluarga bersama dua temannya.
"Ma..! Kapan kalian datang? " Tanya Rafi.
"Baru saja! " Jawab Maya. "Kalian di sini juga? " Tanya Maya ke pada Dimas dan Roky.
"Iya tante! " Jawab mereka yang kompak.
"Aku kira mama dan papa belum pulang! Jadi aku ajak mereka nginap di sini! " Jelas Rafi.
"Iya sayang gak papa! " Sahut Maya.
"Kalian sudah pada makan belum? Kita makan bareng yuk! " Ajak Maya.
"Wah... Kebetulan tante, aku juga udah laper banget! " Sahut Roky yang mengelus perutnya.
"Gimana dengan sekolah kamu Fi? " Tanya Guntur.
"Gak ada masalah kok pa! " Jawab Rafi dengan santai. Guntur hanya manggut - manggut serta menikmati makan malamnya.
"Kalian juga masih sering usil dengan teman-teman yang lain? " Tanya Maya.
"Sedikit ma! " Jawab Rafi dengan mulut yang penuh makanan .
"Kalian memang gak pernah berubah ya? Apa kalian tidak ingat Zidan? " Ucap Maya.
"Ingat lah ma! Kita juga masih sering kontek dengan dia! " Jelas Rafi, "Iya gak? " Rafi minta jawaban dari kedua temannya.
"Iya tante! " Sahut mereka yang selalu kompak.
"Jangan sampai hal seperti itu terjadi lagi! Ucap Guntur, jika itu terjadi lagi, maka kamu yang akan papa pindah ke luar negeri! " Ancam Guntur.
"Jangan dong pa! " Sahut Rafi.
"Makanya jangan bikin ulah! Mentang - mentang pihak sekolah tidak berani menghukum mu, kamu jadi seenaknya! " Ucap Guntur.
"Iya.. Iya pa! " Sahut Rafi.
Kedua temannya hanya bisa menunduk mendengarkan ocehan dari orang tua Rafi.
"Ternyata bokap nyokap lu masih ingat deng kasus kita waktu itu ! " Ucap Roky sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur Rafi.
"Sebenarnya gue kasihan sama Zidan ! Seharusnya kita semua juga harus ikut menanggung nya! " Ucap Dimas penuh sesal.
"Tapi itu kemauannya Zidan sendri! " Sahut Rafi, sampai sekarang gue juga tau apa alasan Zidan melakukan itu semua! " Jelas Rafi.
Mereka bertiga mengingat masa lalunya saat masih duduk di bangku SMP. Di mana geng mereka terdiri dari empat orang. Yaitu Roky, Dimas, Zidan dan Rafi sendri.
Jangan lupa like & komen 😉
__ADS_1
Berikan hadiah dan juga vote bila berkenan! 🤭