
"Honey buruan! Aku khawatir sama mereka berdua! " Sisil memegang lengan Roky.
"Iya " Ucap Roky singkat dan menambah kecepatan mobilnya.
"Lu gila ya? Lu mau bunuh gue? " Ucap Niar yang berpegangan erat.
"Salah sendiri siapa suruh ikut ke mobil gue! " Ucap Dimas.
"Lu bisa gak sih bawa mobilnya gak ugal-ugalan? " Tanah Niar yang was-was karena Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, sudah seperti pembalap F1 saja.
"Enggak! Kenapa? " Jawab Dimas yang menoleh ke Niar. Dimas tersenyum samar saat melihat Niar yang ketakutan. Bukanya di kurangi laju mobilnya, Dimas malah menambah kecepatannya, Sehingga Niar menjerit .
"Aaaaa" Jerit Niar .
"Rasain lu! " Dimas menoleh Niar.
"Awasss! " Teriak Niar sambil memejamkan matanya.
Bak pembalap yang sudah profesional, Dimas membanting setir ke kiri menghindari orang yang mendorong gerobak. Dimas mengerem mobilnya secara mendadak, sehingga menimbulkan bunyi "cekiiitttt" Untung saja mobil Dimas tak menabrak pohon..
Niar membuka matanya saat merasakan mobil yang ia tumpangi berhenti.
"Air! Lu punya air putih gak? " Tanya Niar dengan nafas yang sesak.
Dimas tak menjawab pertanyaan Niar, ia hanya melirik Niar sekilas. Dimas masih mengatur nafasnya karena terkejut. Dimas juga tak kalah kagetnya saat gerobak itu muncul secara tiba-tiba.
Dimas heran dengan Niar yang diam saja, biasanya Niar akan akan marah-marah. Karena penasaran Dimas pun menoleh Niar yang tak lagi cerewet.
"Lu kenapa? " Tanya Dimas panaik saat melihat wajah Niar yang pucat.
"Air" Ucap Niar lemah dan susah nafas.
Dimas langsung mencarikan air yang di minta Niar. Sialnya di mobil Dimas tak ada air apapun.
"Gue gak punya air " Ucap Dimas yang masih berusaha mencari botol minum.
"Honey itu mobil teman kamu kan? " Tanya Sisil sambil menunjuk mobil Dimas yang menepi.
"Iya, itu mobil Dimas" Sahut Roky.
"Buruan honey! " Tatih Sisil.
"Iya... Iya sabar sedikit napa? " Roky mencubit hidung Sisil.
Sisil langsung keluar dari mobil Roky saat Roky menghentikan mobil nya tepat di belakang mobil Dimas.
"Niar! " Sisil mengetok kaca jendela mobil Dimas, "Niar lu kenapa? " Tanya Sisil saat kaca mobil itu terbuka.
"Lu apain Niar sampai sepeti ini? " Sisil menatap tajam Dimas.
"Gue gak ngapa-ngapain, serius! " Dimas menunjukkan kedua jari nya yang berbentuk huruf V.
"Ambilkan air , cepat! " Ucap Sisil.
"Di mobil gue gak ada air minum" Sahut Dimas.
__ADS_1
"Ckk, dasar lu jadi cowok gak bertanggung jawab! " Maki Sisil, "honey, tolong ambilkan air minum di mobil cepat! " Ucap Sisil saat melihat Roky yang berjalan ke arahnya.
Secepat kilat Roky pun kembali ke mobilnya untuk mengambil air minum.
"Ini yang air nya! " Roky menyodorkan sebotol air mineral.
"Minum dulu Nia" Sisil membantu Niar untuk minum.
"Lu bawa obat gak? " Tanya Sisil, Niar pun menggeleng pelan.
Sisil berlari ke mobil Roky untuk mengambil sesuatu di sana.
"Tutup mata kalian berdua jangan ada yang mengintip! " Seru Sisil yang akan membuka kancing baju Niar.
Tanpa ada bantahan dari Roky maupun Dimas. Mereka pun mengalihkan pandangan nya, Dimas memilih keluar dari mobil.
Sisil pun membalurkan minyak kayu putih ke dada Niar.
"Apa sih yang terjadi? Kok sampai kaya itu? " Tanya Roky saat Dimas mendekat.
"Gue tadi ngerjain dia! Gue ngebut bawa mobilnya dan hampir saja menabrak orang" Jelas Dimas.
"Gila lu! Untung saja itu anak orang masih hidup" Ucap Roky.
"Lu sama cewek itu... " Ucapan Dimas menggantung saat Roky di panggil oleh Sisil.
"Honey, sini! " Sisil melambaikan tangannya.
"Ada apa? " Tanya Roky yang sudah mendekat.
Dengan beralaskan rumput,Niar di duduk kan di bawah pohon oleh Sisil dan Roky. Terlihat Niar yang mengatur nafas beratnya .
"Teman mu kenapa? " Bisikan Roky.
"Asma nya kambuh " Jawab Sisil.
Jadi dia punya riwayat sakit asma. Batin Dimas yang tanpa sengaja mendengar ucapan dari Sisil.
"Niar lu gue antar pulang ya? " Tanya Sisil.
"Enggak! Gue menghawatirkan Reva" Jawab Niar dengan lemah.
"Oh... Ya ampun! Aku melupakan reva" Sisil menepuk jidatnya.
"Honey, kamu tau kan di mana teman mu membawa Reva pergi?" Tanya Sisil pada Roky.
"Tau lah yang ! Apa kita ke sana sekarang? " Sahut Roky.
"Ayok! Aku takut kalau teman mu itu ngapa-ngapain Reva! Niar lu ikut ke mobil kita saja! " Sisil membatu niar untuk berdiri.
Niar hanya melirikkan matanya saat melewati Dimas.
"Terimakasih honey! " Ucap Sisil saat Roky membukakan pintu mobil untuk nya.
Roky tersenyum dan mengusap pucuk kepala Sisil.
__ADS_1
**✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿**
"Lu mau bawa gue kemana? " Tanya Reva lagi.
"Ke suatu tempat" pada akhirnya dari menjawab pertanyaan Reva walaupun singkat.
"Fi, jangan bercanda ya! Gue gak ada banyak waktu, gue harus kerja Fi! " Ucap Reva.
"Lu bisa pergi kerja kalau lu sudah melaksanakan janji mu tadi! " Rafi menoleh Reva sekilas.
"Turun! Kita sudah sampai" Tatih Rafi .
Reva pun menurut dan turun dari mobil . Reva mengamati tempat itu, "ini tempat apa Fi? " Tanya Reva yang pandangannya masih ke mana-mana.
"Lu bisa lihat kan? Kalau ini di sini ada lapangan basket dan di sana ada lapangan futsal " Jawab Rafi.
"Iya gue tau ! " Reva menoleh ke arah Rafi, "tapi tempat ini sepi! " Ucap Reva .
"Karena tempat ini milik pribadi " Sahut Rafi.
"Pribadi? Maksud lu tempat ini milik mu begitu? " Tanya Reva.
"Iya bisa di bilang begitu! " Rafi mengangkat kedua bahunya, "tempat ini akan di buka untuk umum jika gue mengadakan perlombaan atau ada yang menyewa tempat ini " Jelas Rafi.
Reva hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Reva menadahkan tangannya ke depan Rafi.
"Apa? " Tanya Rafi.
"Mana alat cuci mobilnya? " Tanya Reva.
"Tunggu ke dua teman gue datang " Jawab Rafi.
"Lu nyebelin banget sih Fi! " Ucap Reva dengan nada yang tinggi.
"Tuh, mereka datang! " Ucap Rafi.
Reva pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh Rafi.
"Kenapa kalian lama? " Tanya Rafi saat Roky dan Dimas mendekat.
"Tuh! Si Dimas hampir celaka " Sahut Roky.
"Hampir nabrak orang gue! " Timpal Dimas.
"Kenapa mereka berdua bisa ikut kalian? " Rafi menanyakan tentang ke hadiran Niar dan Sisil.
"Nih ceweknya Roky jadi wajar dia ngikut! " Dimas menunjuk Sisil, "kalau yang satunya itu tiba-tiba saja nyangkut ke mobil gue " Tunjuk Dimas beralih ke Niar.
"Hey, cupu! Buruan cuci mobil kita! " Seru Rafi dengan ke dua tangannya menempel ke pinggang nya.
Reva, Niar dan juga Sisil pun menoleh ke Rafi.
bersambung....
jangan lupa tinggalkan jejak kalian, beri like dan komen. bantu beri vote dan juga hadiah 😉🤭 . tekan juga tanda love 💙agar kamu tidak ketinggalan bab selanjutnya! terimakasih untuk yang sudah membaca tulisan receh ku ini 🙏🤗
__ADS_1