
Reva membuka matanya perlahan .
"Reva lu sudah sadar! " Kata Rafi saat merasakan pergerakan dari Reva.
"Auw! " Ucap Reva lirih sambil memegangi kepalanya.
"Apa yang sakit Va? " Tanya Rafi yang khawatir.
Reva tak menjawab, ia berusaha bangun . Dengan cepat Rafi membatu Reva.
"Minum dulu Va! " Rafi menyodorkan botol minum.
Dengan tangan gemetar Reva mengambil botol itu dari tangan Rafi dan menenggaknya.
"Kita di mana Fi? " Tanya Reva sambil menutup botol .
"Kita ada di dasar tebing! " Jawab Rafi.
"Kita harus segera kembali ke tenda Fi! Pasti semua akan mencemaskan kita! " Reva bangkit dari duduknya namun di tahan oleh Rafi.
"Kita istirahat dulu Va! Kamu baru saja terjatuh dan pingsan! " Bujuk Rafi.
"Tapi Fi... "
"Istirahat dulu sebentar! Setelah itu baru kita cari jalan keluar dari sini! " Potong Rafi.
Reva pun menurut dan kembali duduk di samping Rafi. kilat matanya menangkap luka yang ada di kaki Rafi.
"Fi! Kaki mu? " Reva menyentuh kaki Rafi.
"Aauw! " Pekik Rafi, "gak papa ini cuma luka kecil! Nanti juga sembuh sendri kok! " Kata Rafi.
"Luka dalam seperti ini kamu bilang hanya luka kecil? Ini bisa infeksi! Ada orang obat gak di tas mu? "
"Aku lupa gak membawanya! Pikir ku, aku akan segera menemukan mu! Sehingga aku meninggalkan sebagian isi tas ku di tenda. " Jawab Rafi.
Reva merobek kemeja bagian bawah nya dan di balutkan ke kaki Rafi.
"Apa yang kamu lakukan VA? " Tanya Rafi.
"Ini untuk menutup luka mu itu agar tidak terkena tanah! " Ucap Reva.
"Aaggrhhh" Pekik Rafi saat Reva menalikan kain itu di kaki Rafi.
"Kenapa bisa luka seperti ini? " Tanya Reva.
"Aku gak tau! Mungkin saat aku terjatuh tadi kaki ku terkena batu atau batang pohon " Jawab Rafi.
"Kamu mau ke mana? " Tanya Rafi saat Reva berdiri.
"Aku mau mencari kacamata ku! " Jawab Reva.
"Tunggu aku ikut! "Rafi berdiri dengan perlahan.
Dengan langkah tertatih dan menahan sakit Rafi membantu Reva mencari kaca mata.
" Sudah Fi kamu duduk aja! Pasti kaki mu sakit di buat jalan " Ucap Reva yang merasa iba .
"Gak papa kok! " Sahut Rafi.
__ADS_1
Lelah mencari ke sana ke mari namun tak menemukan juga.
"Mungkin masih nyangkut di atas apa kamu jatuh tadi! " Ucap Rafi yang bersandar di batu besar.
Reva menghampiri Rafi dan duduk di bawah Rafi. Reva menekuk ke dua kakinya ke atas, lututnya ia gunakan untuk menopang kepalanya.
"Apa tanpa kacamata lu gak bisa lihat dengan jelas? " Tanya Rafi yang ikut duduk .
Reva menjawab dengan anggukan kepala.
Mereka berdua saling diam tak ada pembicaraan lagi. Hingga terdengar suara yang membuat Reva membenamkan wajahnya di sela-sela kakinya.
Krucuk... Krucuk.... Krucuk
Rafi tergelak dan menoleh Reva, "kamu lapar? Kenapa gak bilang dari tadi! " Ucap Rafi. Kemudian Rafi membuka tas ransel nya, "nih makan! " Rafi menyodorkan sebungkus roti.
"Kamu? " Reva ragu untuk mengambilnya.
"Ini buat mu! Aku masih kenyang! " Bohong Rafi.
Akhirnya Reva mengambil roti itu dan memakannya. Namun, tiba-tiba perut Rafi bunyi. Mereka saling pandang dan tertawa.
"Kau membohongi ku! " Ucap Reva di sela tawanya, "hak! " Reva menyodorkan roti bekas gigitannya ke mulut Rafi. Tanpa ragu Rafi pun melahapnya. Dan, mereka pun berbagi roti hingga habis tak tersisa.
Duuuarrr...
Suara kilat menyambar menandakan jika akan turun hujan.
"Sepertinya akan turun hujan VA! Kita harus cari tempat untuk berteduh! " Ucap Rafi yang berusaha untuk berdiri.
Reva pun bangkit dan membantu Rafi berdiri. Reva juga memapah Rafi yang kesulitan berjalan. Belum juga mendapatkan tempat untuk berteduh hujan pun sudah tiba. Dengan langkah yang cepat mereka menuju ke pohon besar untuk tempat berteduh.
" Pakai ini" Rafi melepas jaketnya dan memakikan ke Reva.
"Gak usah Fi! Kamu sendiri juga butuh jaket ini! " Tolak Reva.
"Aku bisa kok menahan rasa dingin ini! " Sahut Rafi dengan senyuman.
Saling diam dan menikmati guyuran hujan . Rafi mulai merasakan hawa dingin di tubuhnya, ia gosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan menempelkan ke pipinya.
Reva tak bisa melihat Rafi yang kedinginan , akhirnya Reva memutuskan untuk berbagi jaket dengan Rafi.
Rafi terbengong dengan tindakan Reva yang di luar dugaannya. Posisi yang sangat dekat tak ada jarak di antara mereka. Di tambah hawa yang semakin dingin membuat Rafi berani untuk memeluk tubuh Reva dari samping.
Reva menoleh Rafi begitu pula dengan Rafi, sehingga mereka saling adu pandang.
Pandangan kedua iris mata itu cukup lama. Dengan tangan sebelah memeluk Reva dan tangan yang lain menyentuh dagu Reva, Rafi memajukan wajahnya dengan reflek Reva pun memiringkan kepalanya memberi ruang terhadap Rafi.
Awal nya Rafi hanya mengecup bibir Reva . Namun lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang lembut dan menuntut keduanya.
Ciuman itu sangat mala, saling mengecap, menghisap dan bertukar saliva.
Keduanya terenagh - engah mengatur nafasnya saat tautan bibir mereka terlepas. Tangan Rafi terulur mengusap bibir Reva yang ada bekas salivanya.
♡´・ᴗ・`♡
"Tuan! " Ucap Jimi asisten tuan Guntur.
"Ada apa Jim? Kenapa wajah mu panik gitu? " Tanya Maya yang kebetulan akan ke ruang makan.
__ADS_1
"Nyonya! Ada berita buruk" Ucap Jimi.
"Berita buruk apa Jim? " Tanya Guntur yang menuruni anak tangga.
"Tuan! Tuan muda di kabar hilang di hutan sejak kemarin sore! " Ucap Jimi.
"Apa? " Maya tersentak, "kamu jangan bercanda Jim! "
"Saya tidak bercanda Nyonya! Saya mendapat kabar ini langsung dari pihak sekolah " Jelas Jimi.
"Lalu gimana dengan teman-teman Rafi? Apa mereka juga ada bersama Rafi? " Tanya Guntur yang terlihat tenang.
"Tidak Tuan! Hanya Tuan muda dan satu teman wanita saja yang di kabarkan hilang " Jawab Jimi.
"Mas... Kita harus cari Rafi! " Rengek Maya.
"Iya... Iya! Jawab Guntur, " Kirim tim SAR ke lokasi dan atur kembali jadwal meeting kita sampai Rafi di temukan! " Perintah Guntur ke pada Jimi.
"Baik Tuan! " Sahut Jimi dan langsung menjalankan tugas nya.
"Mas aku ikut ya? " Pinta Maya.
"Kamu tunggu saja di rumah! Biar aku dan Jimi yang ke lokasi! " Tolak Guntur.
"Tapi mas... "
"Sayang! Menurut lah! Tunggu di rumah dan bantu dengan Doa supaya anak kita segera di temukan dalam keadaan selamat! " Ucap Guntur dengan lembut.
"Tuan semua sudah beres! Tim SAR juga sudah menuju ke lokasi! " Ucap Jimi.
"Kita berangkat sekarang Jim! " Ratih Guntur
"Tuan beri waktu sebentar untuk saya mengisi perut terlebih dulu " Mohon Jimi yang mata nya melirik ke meja makan.
"Kamu ini! Bilang saja kalau mau numpang sarapan! " Ucap Guntur.
"Bik.. Siapkan sarapan buat Jimi! " Maya memerintah pelayan rumahnya.
"Setelah mendapat telfon dari kepala sekolah saya langsung ke sini Tuan! Jadi mana sempat saya sarapan! " Jelas Jimi.
"Cepat habiskan sarapan mu! Tidak lebih dari lima menit! " Cicit Guntur.
Jimi melototkan matanya dan segera menyantap nasi goreng seafood yang di hidangkan pelayan.
"Mas kamu tidak makan? " Tanya Maya.
"Aku gak selera yang! " Sahut Guntur yang menyesap kopi.
"Kamu harus makan juga mas! Walaupun sedikit " Maya memyuapkan nasi goreng ke mulut Guntur.
Dasar bayi tua! Batin Jimi saat melihat tuannya begitu mesra.
bersambung......
***jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian! like dan komen 👌😉
favorit kan juga agar tidak ketinggalan bab berikut nya 💙👍😉
berikan hadiah dan juga vote untuk mendukung karya ini! Terimakasih 🙏🤗😘***
__ADS_1