2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps66


__ADS_3

Di rumah sakit


Reva berjalan tergesa-gesa untuk menemui dokter Hasan. Saking tidak fokusnya ia menabrak orang.


Dughh


"Maaf! Saya... "


"Reva" Potong Rafi.


"Rafi" Lirih Reva, sedetik kemudian Reva berhambur memeluk Rafi.


"Fi.. Tolong aku! Aku mohon selamat kan nenek ku Fi! " Ucap Reva yang masih memeluk erat tubuh Rafi.


"Iya.. Iya!" Ucap Rafi.


Reva melepas pelukannya," aku enggak tau harus minta bantuan sama siapa lagi! Aku sudah datang ke resto, tapi kak nanta sedang ke luar kota. Pergi ke rumah Sisil dia belum pulang!"Reva merogoh sakunya, "aku ada ini! Anggap itu sebagai jaminannya. Aku akan menebusnya nanti jika uang ku sudah terkumpul." Reva memberikan kalung liontin itu ke Rafi.


"Liontin?" Rafi menatap Reva.


"Itu peninggalan ibu ku! Hanya itu benda berharga yang ibu tinggalkan untuk ku!" Jelas Reva.


Rafi mendengarkan penjelasan Reva dengan tangan yang membuka liontin itu. 'Ini kan foto muda mama!'batin Rafi.


"Jadi tolong jaga kalung ini ya Fi! Aku kan segera menebusnya!" Lanjut Reva.


"Oh... Iya tentu! Ayo kita temui bang Hasan sekarang!" Rafi menggandeng tangan Reva menuju ruangan dokter Hasan.


"Permisi Bang!" Ucap Rafi yang membuka pintu ruang kerja dokter Hasan.


"Eh.. Kamu Fi! Masuk!" Ucap dokter Hasan.


"Bang, tolong oprasi nenek Reva sekarang! Masalah biaya aku yang akan tanggung semua!" Ucap Rafi yang langsung pada intinya.


Dokter Hasan menatap Rafi lalu menatap Reva.

__ADS_1


"Benar yang di katakan Rafi Dok! Saya pinjam uang sama dia! Jadi tolong lakukan oprasi nenek sekarang!" Ucap Reva.


Belum juga menjawab, seorang suster datang dengan panik, "Dok, pasien atas nama nyonya Lastri kritis!" Ucapnya.


"Siapkan oprasi sekang juga!" Perintah Hasan, "segera urus administrasi nya!" Hasan menepuk pundak Rafi sambil berlalu pergi dari ruangannya.


"Nenek!" Lirih Reva dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Jangan sedih!" Rafi mengusap air mata Reva, "bang Hasan pasti akan melakukan yang terbaik buat nenek kamu! Berdo'a dan berpikir positif lah jika nenek mu pasti akan sembuh!" Ucap Rafi yang mencoba menenangkan kegundahan hati Reva.


Reva mengangguk pelan.


Setelah menyelesaikan administrasi nya, Rafi dan Reva menunggu di depan ruang oprasi. Reva tak bisa menunggu dengan tenang. sebentar ia duduk, sebentar ia berdiri, mulutnya komat kamit membaca doa agar oprasi nya berjalan lancar dan tentunya neneknya bisa sehat kembali.


"Duduk lah yang tenang!" Ucap Rafi.


"Aku enggak bisa tenang Fi!" Ucapnya sambil mondar mandir.


Rafi menggelengkan kepalanya sambil mengulum senyum.


Reva berhenti mondar-mandir saat melihat Maya jalan ke arahnya.


"Fi... Kamu nyuruh Mama mu ke sini?" Tanya Reva.


Rafi yang sibuk dengan ponsel nya itu hanya mencincingkan sebelah matanya, seolah tak paham dengan pertanyaan Reva.


"Itu ada Mama kamu!" Jelas Reva.


Rafi mengikuti gerak mata Reva, saat itu juga Maya sudah semakin dengan mereka.


"Fi.. Mana Revana yang kamu maksud?" Tanya Maya.


"Apa maksudnya Fi?" Tanya Reva yang bingung karena namanya di bawa-bawa.


"Iya... Dia, Revana yang Mama cari-cari selama ini!" Ucap Rafi.

__ADS_1


"Maksud kamu apa sih Fi?" Tanya Reva yang semakin bingung.


"Kamu jangan ngeprank Mama ya Fi!" Ucap Maya.


"Rafi punya buktinya Ma!" Rafi merigih saku celana nya, ia ambil kalung liontin yang Reva jaminkan tadi.


"Mama pasti tau kan ini punya siapa" Rafi menggantung kalung itu di udara.


Maya yang melihat itu langsung merebutnya dari tangan Rafi.


"Fi... Itu punya ku!" Ucap Reva dengan mata yang melotot.


Maya membuka liontin itu. Tangannya gemetar saat tau dua foto di dalam liontin itu.


"Tante, tolong kembalikan itu punya saya!" Reva merebut paksa kalung itu dari tangan Maya.


"Dari mana kamu mendapatkan itu?" Tanya Maya.


"Ini peninggalan almarhum ibu saya!" Jelas Reva.


Tubuh Maya seketika menjadi lemas. Maya melangkah perlahan mendekati Reva. "Jadi kamu benar putrinya Elis dan Boby?"


"Dari mana tante tau nama orang tua saya" Reva balik tanya.


"Lihat di dalam liontin itu! Itu foto Mama mu dan tante saat masih muda!" Jelas Maya.


Reva membuka liontin itu untuk memastikan.


Melihat ada keraguan di wajah Reva, Maya mengeluarkan ponselnya. Ia menunjukan foto jadul yang tersimpan di galeri ponselnya.


"Kamu lihat ini! Ini Mama kamu bukan?" Maya menunjukan foto dirinya bersama Elis .


Reva memperhatikan foto itu. Ia bisa mengenali wajah ibunya saat masih muda. Tapi, ia tidak bisa mengenali Maya karena wajahnya banyak perubahan.


"Ibu... Tante Maya!" Gumam Reva.

__ADS_1


Maya mengangguk, "iya sayang!" Ucap Maya yang langsung memeluk Reva dengan erat.


bersambung....


__ADS_2