
"Kamu! " Ucap Reva saat orang itu menoleh ke hadapannya.
"Kamu sengaja ya ngikuti aku?"
"PeDe banget sih lu! Emang gue gak boleh makan di sini? "
"Nih pesenan lu! " Reva meletakan piring-piring itu dengan kasar.
"Bisa sopan gak sih lu! Gue pembeli di sini jadi lu layani yang baik dong "Rafi meninggikan suaranya.
Reva menarik nafas dan membuangnya secara kasar, " Huufft, silahkan menikmati tuan muda Rafi" Reva mengucapkan itu dengan semanis mungkin. Lebih tepatnya terpaksa di buat manis . 😁
"Gitu kan enak " Cicit Rafi.
Reva tak Meladeni Rafi, ia memilih untuk segera pergi dari meja Rafi.
"Tunggu! Mau kemana lu? "
Reva menghentikan langkahnya dan menoleh, "ada apa lagi sih? "
"Tuh ambilin sendok gue jatuh! " Ucap Rafi.
Rafi sengaja menjatuhkan sendok nya,
Bener-bener ya si Rafi jahilnya minta ampun.
"Lu kan punya tangan! Ambil sendri lah! " Ucap Reva dengan sinis.
"Lu lupa gue pembeli di sini! Pembeli itu raja " Sahut Rafi tak kalah sinis.
Dengan terpaksa Reva memungut itu sendok.
"Nih! " Reva meletakan sendok itu dengan kasar.
__ADS_1
"Gila lu ya? Masak lu nyuruh gue pake sendok kotor itu! Gak mau gue, ganti yang baru! " Rafi mengibaskan tangannya memberi isyarat supaya Reva segera pergi.
"Lu itu yang GILA! " Dengan perasan sebal dan dongkol Reva mengambilkan sendok baru untuk Rafi.
"Ini sendok nya TUAN RAJA! " Reva sengaja menekan kata tuan raja untuk menyindir Rafi.
Rafi pun terkekeh dan segera menyantap makanan yang ada di meja itu.
"Tunggu! " Rafi menahan tangan Reva saat Reva akan meninggalkan meja Rafi.
Astaga orang ini benar-benar menguji kesabaran ku ya!
"Apa lagi ? " Reva menatap tajam Rafi.
"Gue gak mau ini! Ini sudah dingin! Gue mau yang masih panas! "
Reva melepas tangan Rafi yang menempel di tangannya dan mengambil piring yang berisi gurame asam manis.
"Lu repot banget sih tinggal makan aja!" Reva menyuapkan potongan ikan itu ke mulut Rafi dengan kasar.
Rafi mengangkat kedua bahunya dan tersenyum senang.
"Va kok kasar gitu sih sama pengunjung? " Tanya mbak kasir.
"Habisnya dia ngeselin banget sih mbak! "
"Kalo dia sampai ngadu sama bos, kamu bisa kena marah loh!"
"biarin mbak ! lagian dia yang memulai duluan ! "Reva mengangkat kedua bahu nya dan segera melanjutkan pekerjaan nya.
Sedangkan Rafi menikmati makanan itu seorang diri. Rafi sengaja berlama-lama di sana, melihat Reva yang mondar-mandir melayani pengunjung membuatnya betah.
Hingga restoran itu akan tutup Rafi belum juga beranjak dari sana.
__ADS_1
"mbak kok belum tutup? " tanya Reva.
"tuh lihat masih ada orang! "
astaga, mau apa sih itu orang! batin Reva.
Reva menghampiri Rafi, "maaf ini sudah waktunya untuk kami tutup, jadi silahkan bayar dan pergi dari sini! "
"wow, kamu mengusir ku? " Rafi tersenyum ke arah Reva.
"mau mu apa sih? kami sudah mau tutup! tolong dong jangan membuat karyawan yang lain kesal dengan ulah mu! "
Rafi melihat ke samping di mana para karyawan resto itu berdiri dan melihat ke meja nya .
"oke gue pergi sekarang! " Rafi pun bangkit sebelum keluar Rafi terlebih dulu membayar ke kasir.
"dia siapa sih Va? " tanya mbak kasir.
"kakak kelas aku mbak" jawab Reva singkat.
"pantesan "
"kenapa mbak? "
"pantesan lu berani sama tuh bocah "
"dia itu bikin emosi aja mbak! ada aja ulahnya,akim benci aja aku sama dia "
"jangan terlalu benci Va! nanti ujung-ujungnya kamu cinta sama dia "
"idihh... amit-amit ya mbak punya pacar kaya dia! sombong, angkuh, arrogant gak ada manis-manisnya sama sekali "
"awas lu beneran jatuh cinta sama dia! " goda teman-temannya.
__ADS_1
"amit-amit" Reva mengetuk meja lalu keningnya sendri.
jangan lupa like. komen, favorit kan juga ya 😉😁