2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.58


__ADS_3

Reva terus berjalan hingga sampai di dekat kolam renang. Reva berhenti saat melihat Rafi dan gengnya juga ada di acara Sisil.


'Dia juga ada di sini?' tanya reva dalam hati, sorot matanya terus tertuju ke Rafi.


"Dia datang tuh!" Roky menyikut pelan lengan Rafi sehingga Rafi pun menoleh.


Reva mengalihkan pandangannya saat Rafi melihat dirinya. Tak ingin berlama-lama di sana Reva segera pergi dari tempat itu, ia akan kembali ke depan dan bergabung dengan Sisil.


Saat Reva tak memperhatikan jalan di depannya, sehingga dirinya menabrak tamu undangan. Akibat insiden tak sengaja itu, Reva hampir saja terjebur ke dalam kolam. Untung saja ada Rafi yang dengan cepat menyahut tangan Reva.


Reva tersentak kaget, matanya membulat saat tau Rafi lah yang menolongnya.


Rafi memegang erat tangan Reva, begitu juga dengan Reva yang mencengkeram erat tangan Rafi agar ia tak jatuh ke kolam.


Iris mata mereka saling bertemu, namun dengan cepat Reva memutus pandangannya. Ia melirik ke samping dan setelah itu Reva melepaskan genggaman tangannya.


Rafi membulatkan matanya tangannya berusaha menahan tangan Reva, namun Rafi kalah cepat. Karena Reva sudah terjebur ke kolam.


Semua tamu undangan yang melihat hal itu pun menertawakan nya.


Reva berusaha untuk menepi, namun apa daya dirinya tak bisa berenang. Reva melambaikan tangannya ke atas dan sesekali tubuhnya tenggelam.


Rafi pun panik. Tanpa berpikir lagi Rafi menceburkan dirinya ke kolam untuk menolong Reva.


Roky dan Dimas tercengang melihatnya.


"Segitu cinta kah dia dengan si cupu?"ucap Dimas.


" Bisa jadi lebih!" Sahut Roky.


"Kalau itu benar adanya kita telah kehilangan teman yang selama ini kita kenal dengan gaya yang arogan dan super dingin dan berubah menjadi seorang yang bucin" Ucap Dimas.


Roky hanya mengangkat kedua bahunya sambil terus menatap ke arah kolam.


Rafi berusaha untuk menyelamatkan Reva. Saat Rafi menyelam ke dalam ari Reva sudah lebih dulu memunculkan dirinya di permukaan air. Sebenarnya Reva hanya berpura-pura tidak bisa berenang, tujuannya agar Rafi menolongnya.


Rafi pun muncul di permukaan air saat tak bisa menemukan Reva. Rafi mengusap wajahnya yang basah, saat membuka mata ia terkejut saat melihat Reva yang baik-baik saja.


'Akhirnya kena juga gue kerjain!' batin Reva sambil menatap Rafi dengan senyuman yang mengejek.


'Oh... Jadi dia mau merjaiin gue!'batin Rafi.


Rafi menciptakan air ke wajah Reva dengan gemas.


Lagi-lagi para tamu undangan itu menertawakan mereka.


"Astaga Reva!" Niar berteriak sambil berlari ke tepi kolam.


"Pasti ini ulah kalian kan?" Niar menoleh ke arah Dimas dan Roky.


"Jangan asal bicara lu!" Ucap Dimas.


"Dia jatuh sendri! Jadi jangan selalu salahkan kita!" Sahut Roky.

__ADS_1


"Wajar dong kalau gue tuduh kalian! Karena kalian suka bikin ulah!" Ucap Niar.


Melihat Niar di tepi kolam Reva segera menepi.


Niar mengulurkan tangannya untuk membantu Reva.


"Lu gak papa?" Tanya Niar.


"Enggak kok!" Jawab Reva sambil tersenyum.


"Astaga Reva! Jadi lu yang tercebur?tapi lu gak papa kan? " Tanya Sisil.


"Enggak papa kok! Cuma basah aja!" Jawab Reva.


"Niar lu bawa Sisil ke kamar gue gih buat ganti baju!" Ucap Sisil.


"Enggak usah Sil! Aku pulang aja!" Ucap Reva.


"NO! Lu harus tetap di sini sampai acara gue selesai! Buruan Nia lu ajak Reva ganti baju, sebentar lagi acara mau di mulai." Ucap Sisil, dan Niar pun mengajak Reva untuk ganti baju.


"Honey ayo aku kenalin ke papa ku!" Ucap Sisil ke pada Roky.


"Jangan sekarang yang... Aku belum siap!" Tolak Roky.


"Belum siap atau takut sih kamu?" Sisil pun cemberut.


"Sayang... Aku mau dan aku juga kepingin kenal sama papa mu! Tapi kalau sekarang aku belum siap yang!" Ucap Roky pelan.


"Ya udah kalau gak mau! Jangan salahkan aku jika aku di jodohkan sama anak dari temannya papa ku!" Ucap Sisil yang langsung meninggalkan Roky.


Sisil berhenti dan menatap wajah Roky, "aku juga gak tau! Tapi papa pernah bilang kalau mau jodohin aku." Jawab Sisil.


"Dan kamu mau yang?" Tanya Roky yang hatinya mulai resah.


"Maka dari itu aku mau ngenalin kamu ke papa agar aku gak di jodohin. Tapi kamu menolak! Jadi kamu harus terima akibatnya nanti!" Ucap Sisil.


"Aku gak menolak ajakan mu yang! Hanya saja aku belum siap! Aku harus berkata apa di depan papa dan keluarga mu?" Ucap Roky.


"Belum siap sama menolak apa bedanya?" Tanya Sisil.


"Yang! Jangan marah gitu dong! Nanti cantik mu hilang lo!" Roky berusaha merayu dan membujuk Sisil.


"Ck, udah ah... Aku mau kembali ke depan!" Ucap Sisil yang langsung meninggalkan Roky.


Sedangkan Roky berusaha mengejar Sisil. Dirinya tak mau jika sang pujaan hati di jodohkan dengan orang lain. Dengan sangat terpaksa Roky mau menemui papanya Sisil.


"Pah!" Panggil Sisil.


"Iya sayang!" Sahutnya sambil menoleh ke Sisil.


"Pah, kenalkan ini pacar Sisil!" Ucap Sisil.


Hendra pun memperhatikan Roky dari atas hingga bawah.

__ADS_1


"Kamu enggak lagi ngerjain papa kan?" Tanya Hendra.


"Enggak pa! Sisil bicara jujur! Dia pacar Sisil!" Ucap Sisil.


"Kenalkan saya Roky Om!" Roky mengulurkan tangannya, namun Hendra tak menanggapinya.


"Pa!" Tegur Sisil.


"Sudah ayo acaranya mau di mulai!" Ucap Hendra mengalihkan pembicaraan.


"Pa! Sisil kecewa sama papa!" Ucap Sisil dengan wajah yang di tekuk.


"Kamu pasti gak akan menyesal jika tau siapa yang akan papa jodohkan sama kamu!" Sahut Hendra.


"Maaf pa! Sisil tetep gak mau di jodohkan!" Setelah mengucapkan itu Sisil pun pergi dan di ikuti oleh Roky.


Acara inti dari pesta ulang tahun Sisil telah usai. Sisil melewatinya dengan mood yang kurang baik. Tak ada senyum ceria di wajahnya.


"Kenapa sih lu dari tadi murung aja?" Tanya Niar yang duduk di samping Sisil.


"Gue sebel ma bokap!" Jawab Sisil.


"Kenapa lagi sih? Bokap lu mau nikah lagi? Udah lah Sil, ijinin aja! Bokap lu juga masih muda pasti butuh pendamping hidup!" Cerocos Niar.


"Bukan itu masalahnya!" Ucap Sisil.


"Lalu?" Tanya Reva yang dari tadi hanya menyimak.


"Sisil mau di jodohkan sama bokapnya!" Jawab Roky.


Niar yang sedang minum itu pun langsung tersedak.


"Serius lu?" Tanya Niar dengan sisa batuknya.


Sisil pun mengangguk dengan lesu.


"Kamu sudah tau siapa cowok yang akan di jodohkan sama kamu Sil?" Tanya Reva.


Sisil menggeleng, "belum tau dan tak mau tau!" Jawab Sisil.


"Terus gimana dengan hubungan kalian?" Tanya Niar lagi.


"Aku gak tau! Yang jelas aku gak mau putus sama Roky!"ucap Sisil sendu. Roky yang duduk di dekatnya pun langsung memeluk nya dari samping.


" Aku juga gak mau pisah dari kamu yang! " Bisik Roky.


"Sisil! Sayang! Lihat calon mertua mu sudah datang!" Ucap Hendra yang mampu menyita perhatian mereka.


Sisil dan Roky pun menoleh melihat siapa yang papa Sisil maksud.


Roky mengerutkan alisnya saat melihat sepasang suami istri yang berdiri di sebelah Hendra.


Bersambung......

__ADS_1


YUK BACA JUGA NOVEL TERBARU KU "ISTRI YANG BISU"



__ADS_2