2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.36


__ADS_3

Sisil menuruni anak tangga dengan sedikit berlari, " Maaf ya pa! sudah menunggu lama " Ucap Sisil dan langsung duduk di sebelah papa Hendra.


"Gak papa Nak! " Ucap tamu wanita itu.


"Oh iya Hen, anak mu ini sekolah di mana? " Tanya pak Teguh.


"Di SMA Nusa Bangsa" Jawab pak Hendra.


"Wah kebetulan dong anak kami juga sekolah di sana! Iya kan Bun? " Ucap pak Teguh.


"Iya Yah! " Sahut sang istri.


Mulut Sisil menganga saat mendengar ucapan suami istri itu.


"Jadi Om dan tante ini suami istri? " Tanya Sisil.


"Iya Nak! Kami ini suami istri! Memangnya ada apa? " Ucap bunda Tika.


"Ada apa Sil? " Tanya papa Hendra.


"Enggak pa! Aku kira Om ini mau jodohin papa sama tante itu! " Jawab Sisil.


Jawaban Sisil mengundang gelak tawa semua orang yang ada di meja makan itu.


"Iya enggak dong sayang! Kenapa kamu mempunyai pemikiran seperti itu? " Tanya pak Teguh.


"Habisnya semua teman papa yang main ke sini dan bawa teman cewek pasti ujung nya ngejodohin papa" Jelas Sisil.


"Maaf anak ku ya Guh! " Ucap pak Hendra.


"Gak papa Hen! " Ucap pak Teguh.


"Justru Om dan tante yang akan menjodohkan mu dengan anak kami, betul kan Yah? " Ucap bunda Tika.


"HAH! Yang benar pa? " Tanya Sisil yang terkejut.


Papa Sisil hanya menganggukkan kepalanya, sebenarnya pak Hendra hanya ingin menggoda anaknya .


"Pa! Sisil gak mau ya di jodoh-jodohin! Ini sudah jaman modern pa! Bukan jamannya datuk Maringgi dan Siti Nurbaya! Lagian Sisil juga sudah punya pacar kok! " Ujar Sisil yang protes.


"Gak papa kalau kamu sudah punya pacar! Asal nanti nikahnya sama anak Om ya! " Kekeh Teguh.


"Apaan sih Om! Sisil gak mau ah! " Sisil mengerucut kan bibir yang membuat semua orang menjadi gemas.


♥‿♥


"Hay friend! " Teriak Sisil dengan berlari ke arah Niar dan Reva.


"Kenceng amat Sil teriak nya! Kamu sarapan apa tadi? " Kekeh Reva.


"Iya tuh! Pagi-pagi udah bikin telinga gue jebol! " Timpal Niar.


"Hehe, sorry! " Ucap Sisil yang cengengesan.


"Lu gak di jemput sama ayang embeb lu itu? " Tanya Niar.


Sisil menggeleng, "enggak! Gue di anter bokap"


"Tumben! " Ucap Niar.


"Tau tuh!" Sisil mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


Bel tanda masuk pun berbunyi, pagi ini Reva aman dari kejahilan Rafi end the geng. Sehingga Reva bisa masuk kelas tanpa adanya drama.


Pagi ini di mulai dari pelajaran matematika, bu Mumun selaku guru MTK itu tak pernah absen beliau selalu datang on time.


"Pagi anak-anak? " Ucap bu Mumun yang baru memasuki kelas.


"Pagi bu... " Seru semua murid.


"Sebelum kita mulai pelajaran akan ibu sampaikan ke pada kalian , jika salah dari kalian akan ada yang mengikuti lomba SAINS tingkat. Jadi siapa pun yang ibu tunjuk nanti harus mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Paham! " Ucap bu Mumu .


"Paham bu... " Jawab semua murid yang kompak.


"Mudah-mudahan bukan gue yang di tunjuk! " Gumam Niar lirih.


"Kenapa?" Tanya Reva.


"Males aja gue " Sahut Niar.


Dok.. Dok.. Dok


"Perhatikan semua! " Karena suana sedikit riuh bu Mumu mengetuk papan tulis dengan spidol.


"Nama yang saya panggil harap menemui kepala sekolah sekarang juga! dan nama yang mewakili kelas kita adalah.... " Bu Mumun menjeda ucapannya sehingga membuat anak murid nya menjadi ketar-ketir.


"Revana Karmila Putri" Ucap bu Mumu.


Semua murid pun bersorak dan memberi tepuk tangan atas terpilihnya Reva.


"Selamat ya Va lu terpilih untuk mewakili kelas dan sekolah kita! " Ucap Sisil.


"Selamat ya Va! Lu harus bisa pulang membawa piala kemenangan untuk sekolah kita! " Ucap Niar.


Semua teman-teman nya memberi ucapan selamat dan juga dukungan.


"Baik bu! " Sahut Reva yang langsung berdiri.


♥‿♥


Sedangkan di kelas Xl, Rafi sedang berdebat dengan pak Agung.


"Pak yang lain saja! Jangan saya! " Ucap Rafi yang merasa keberatan jika dirinya ikut lomba.


"Tapi ini atas perintah kepala sekolah, dan kamu tidak bisa menolaknya! " Ucap pak Agung.


"Pak! Kan banyak murid yang berprestasi di sekolah ini, kenapa harus selalu saya yang di tunjuk sih! "


"Jangan banyak protes Rafi! Cepat ke ruangan kepsek sekang juga, di Sana sudah ada murid dari kelas lain juga! " Sahut pak Agung.


"Gak asik banget sih pak! " Ucap Rafi yang mendorong mundur kursinya secara kasar.


Pak Agung menggelengkan kepala saat melihat Rafi yang keluar kelas tanpa pamit.


Kalau orang tuanya bukan donatur tetap di sekolah ini pasti udah gue pites itu bocah. Umpat pak Agung yang dari dalam hati.


♥‿♥


Di ruang kepala sekolah


"Permisi pak! " Ucap Reva sebelum masuk.


"Iya silahkan masuk Reva " Ucap pak Djuweni.

__ADS_1


"Duduk dulu Va! Sambil nunggu teman kamu yang akan jadi satu team mu " Ucap pak Djuweni.


"Iya pak " Sahut Reva.


Tak berselang lama Rafi pun datang dengan wajah yang masam.


"Permisi pak! " Ucap Rafi yang langsung masuk ke dalam rungan pak Djuweni.


"Duduk dulu Fi! " Ucap pak Djuweni.


"Elu! " Cicit Rafi yang duduk di sebelah Reva .


Betapa kagetnya Reva melihat Rafi di sampingnya.


Please pak! Jangan bilang kalau si kutu kupret ini satu team dengan saya! Batin Reva.


"Oke! Karena kalian sudah ada di sini, bapak akan menyampaikan sesuatu kepada kalian berdua" Ucap pak Djuweni.


"Jadi sekolahan kita akan mengikuti lomba SAINS, dan pihak sekolah telah memilih kalian sebagi perwakilan dari sekolah kita. Maka dari itu, kalian berdua harus mempersiapkan diri dengan baik, paham Reva, Rafi? "


"Paham pak! " Sahut Reva.


"Pak! Apa gak ada murid lian selain dia? Dia kan kelas sepuluh pak, gimana kalau dia gak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di berikan oleh juri? " Ucap Rafi yang melihat sinis ke Reva.


"Kamu tenang saja Fi! Reva pasti bisa kok! Bukan begitu Reva? " Ucap pak Djuweni. Reva hanya mengangguk pelan.


"Nah! Maka dari itu kalian harus sering belajar bersama. Terutama kamu Reva! Kamu bisa tanya ke Rafi materi apa saja yang harus kamu siapkan. Oke! Sementara itu dulu yang saya sampaikan! Jadi kalian bisa kembali ke ke kelas masing -masing! " Ucap pak Djuweni.


"Baik pak! Saya permisi! " Ucap Reva dengan sopan.


"Saya juga permisi pak! " Timpal Rafi.


"Hey cupu! Tunggu! " Rafi mempercepat langkahnya untuk mengejar Reva.


"Tunggu! " Ucap Rafi yang berhasil meraih tangan Reva.


"Ada apa lagi sih? " Reva menghempaskan tangan Rafi.


"Lu ingatkan apa kata pak Djuweni tadi? Jadi lu harus fokus ke pelajaran, agar kita bisa membawa nama baik sekolahan ini. Maka dari itu gue minta lu keluar dari tempat kerja lu itu! " Ucap Rafi.


"Gue bisa atur jadwal belajar gue kok! Jadi lu gak usah khawatir dan gue juga gak perlu keluar dari tempat kerja itu! " Setelah mengucapkan itu Reva langsung pergi.


"Hey! Kenapa sih lu gak bisa di kasih tau? " Tanya Rafi yang mengikuti langkah Reva.


"Lu bukan siapa-siapa di keluarga gue! Jadi lu gak ada hak ngatur-ngatur hidup gue!" Ucap Reva yang menghentikan langkah nya.


"Tapi ini demi... "


"Demi apa? Demi sekolah kita? Seperti yang sudah gue bilang tadi, gue bisa mengatur waktu gue untuk belajar, jadi lu jangan merasa khawatir " Reva memotong ucapan Rafi.


"Tunggu ! Lu mau ke mana? " Rafi menahan tangan Reva.


"Gue harus kembali ke kelas! Jadi lepasin tangan gue! " Reva menghempaskan tangan Rafi.


Tanpa bicara lagi Reva meninggalkan Rafi yang masih mematung di tempat.


"apa-apaan dia! tadi di ruang kepsek sok nolak kalau aku teman satu team nya. sekarang malah melarang ku untuk tidak kerja! mau nya apa sih itu anak? aneh banget! gue jadi bingung di buatnya! " gerutu Reva sambil berjalan menuju kelasnya.


Bersambung......


Jangan lupa like , komen dan favorit ya

__ADS_1


Aku ucapkan terimakasih untuk semua yang sudah membaca tulisan ku ini 😉🙏


__ADS_2