
Reva keluar dari restoran berasa dengan teman-temannya.
"Va lu yakin pulang sendiri? "
"Yakin lah mbak! Aku sudah terbiasa kok"
"Aku salut va sama kamu! Seharusnya di usia mu yang sekarang ini, kamu hanya fokus belajar. Tapi ini kamu malah jadi tulang punggung untuk keluarga mu " Ucap mbak kasir.
"Mau gimana lagi mbak, aku hanya punya nenek saja . Jadi kalau bukan aku siapa lagi? Apa lagi nenek harus segera di operasi mbak! "
"Kamu yang sabar ya va! Semoga nenek mu bisa segera di operasi dan kamu bisa fokus sekolah "
"Iya mbak"
"Va, itu bukanya kakak kelas kamu ya? " Mbak kasir itu menunjuk ke arah Rafi yang sedang duduk di atas cup mobilnya.
Astaga, kenapa itu orang gak pulang saja sih? Reva memutar bola matanya.
"Ckk, mau apa sih itu orang? " Ucap Reva.
Sedangkan Rafi melemparkan senyum ke Reva.
"Pake senyum-senyum lagi" Lirih Reva.
"Udah lu samberin aja sana " Mbak kasir itu menyikut lengan Reva.
"Idihh... Ogah mbak " Sahut Reva.
"Tuh lihat dia masih melemparkan senyum ke kamu, pasti dia sengaja nungguin kamu"
"Mbak ini ngomong apa sih " Sewot Reva.
"Mungkin dia suka sama kamu va"
"Gak mungkin lah mbak! Kalau pun ia, gue juga ogah mbak-mbak" Ucap Reva.
"Udah sana! Lumayan kan dapat tebengan gratis" Mbak Lia itu menaik turunkan kedua alisnya.
"Mending aku nebeng sama mbak aja "
"Gak bisa va! Mbak sudah di jemput tuh sama suami mbak" Mbak Lia menunjuk ke arah suaminya yang baru datang, "mbak duluan ya va! Bay" Mbak Lia meninggalkan Reva.
"Mbak tunggu, mbak" Reva mencoba menahan mbak Lia tapi tak berhasil.
"Udah biarin aja! Lagian teman kamu itu sudah di jemput tuh sama cowok nya" Ucap Rafi.
"Di suaminya bukan cowoknya" Sahut Reva ketus.
"Ooo... Suaminya "
"Lagian kenapa sih lu gak pulang?"
"Kenapa? Ya.. Nungguin kamu lah "
"Gue mau pulang! Capek! " Reva melangkahkan kakinya.
"Gue antar" Ucap Rafi yang melangkah di belakang Reva.
Reva menghentikan langkahnya dan berbalik badan, "terimakasih, aku bisa pulang sendri" Setelah mengucapkan itu Reva melanjutkan langkahnya.
"Bahaya lo cewek pulang sendri malam-malam gini"
__ADS_1
"Aku sudah biasa! Sudah sana pulang! Lihat dari tadi kamu masih pake baju seragam " Cicit Reva.
"Lu tau kan jalan yang ada di ujung sana? Di sana itu baru aja terjadi penculikan dan korban yang itu seorang gadis" Rafi mencoba menakut-nakuti Reva.
"Gue gak takut! " Sahut Reva.
"Ya udah, Kalau gak mau gue antar pulang! Gue tinggal nih ya? " Ucap Rafi sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Sudah sana pulang! Hus.. Hus.. Hus" Reva mengibas-ngibaskan tangannya.
Rafi melajukan mobilnya setelah ajakannya di tolak oleh Reva.
"Dasar cewek aneh di kasih tumpangan gratis gak mau" Gerutu Rafi sambil menyetir mobilnya.
Sedangkan Reva berjalan menuju halte, Reva berhenti sesaat ia teringat akan ucapan Rafi. Namun Reva segera menepis perasan takutnya, Reva mempercepat langkahnya saat melewati jalan yang di bicarakan Rafi tadi.
Perasaan Reva tak tenang , saat ada dua orang yang mengikutinya . Di saat Reva mempercepat langkahnya, orang itu juga ikut mempercepat langkahnya. Sesekali Reva menoleh ke belakang, Reva benar-benar takut saat orang ke dua orang itu meneriaki.
"Woi.. Berhenti! " Teriaknya.
Reva langsung berlari secepat mungkin, sialnya Reva terjatuh karena tersandung kakinya sendri.
"Tolong" Reva berteriak minta tolong, berharap ada yang mendengarkan.
"Hahaha... Percuma minta tolong karena tak ada yang akan menolong mu" Ucap ke dua orang itu.
"Mau apa kalian? " Reva berusaha menjauh dari orang itu.
"Mau apa ya? " Jawabnya sambil tertawa.
"Kalian mau uang? Nih ambil di situ ada uang nya" Reva melemparkan tas miliknya. Pikir Reva tak apa kehilangan uang yang penting dirinya selamat.
"Cihhh... Uang segini doang" Ucapnya sambil menghitung uang yang mereka ambil dari dalam tas Reva.
"Jangan takut manis! Kita gak jahat kok, kita malah akan mengajak mu bersenang-senang" Salah satu dari orang itu memegang lengan Reva. Dengan cepat Reva menepis tangan orang itu.
"Tolong jangan ganggu saya! " Mohon Reva, air matanya sudah lolos membasahi pipinya.
"Ayo lah manis! Ikutlah dengan kami! "
"Tolong... Tolong... Tolong" Reva berteriak histeris saat di bawa paksa oleh orang itu.
"Diam gak!" Maki orang itu.
"Tolong... Siapapun tolong" Teriak Reva sambil memberontak.
"Berhenti"
Ke dua orang itu menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
"Lepaskan gadis itu! "
"Rafi... Rafi tolong aku Fi! " Ucap Reva saat melihat Rafi datang.
"Jangan sok jadi pahlawan lu"
"Lepaskan dia atau kalian akan menyesal? " Ucap Rafi.
"Wah cari mati tuh bocah"
Kedua orang itu melepaskan Reva dan mendekati Rafi. Tanpa aba-aba orang itu memukul Rafi.
__ADS_1
Bugh
Pukulan pertama mendarat sempurna di wajahnya. Rafi pun membalas pukulan itu. Rafi memang tak jago bela diri tapi ia mampu membuat lawannya kalah.
Ke dua orang itu lari meninggalkan tempat kejadian.
"Dasar pengecut beraninya sama cewek lu" Rafi meneriaki ke dua orang itu yang sudah menjauh.
Rafi menoleh ke belakang mencari keberadaan Reva. Rafi mendekati Reva yang berjongkok dengan wajah di benamkan di antara lutut dan lengan.
"Va" Ucap Rafi.
Mendengar namanya di panggil Reva langsung bangkit dan berhambur memeluk Rafi.
"Aku takut Fi" Ucap Reva sambil terisak.
"Mereka udah pergi! Lu gak papa kan? " Rafi melepaskan pelukan Reva.
Reva menggeleng pelan
"Ayo gue antar pulang! Mana tas mu? " Rafi melihat sekitar untuk mencari tas milik Reva.
"Apa yang mereka ambil? " Tanya Rafi saat mendapati tas Reva terbuka dan ada beberapa buku yang jatuh.
"Mereka ambil uang ku!"
"Uang mu? "
"Uang nya gak banyak kok! "
"Ayok, aku antar pulang! " Rafi menggandeng Reva menuju mobilnya.
"Tadi bukanya kamu sudah pulang duluan?" Tanya Reva sambil memasang seat belt.
"Gue ngerasa akan terjadi sesuatu sama lu, makanya gue putar balik" Sahut Rafi.
"Makasih ya! Aku gak tau kalau kamu gak datang tadi" Ucap Reva sambil menyeka air matanya.
"Lain kali kalau pulang malam jangan pulang sendri, Bahaya ! coba tadi kamu gak nolak ajakan aku,pasti semua ini gak akan terjadi " Ocehan Rafi.
Reva hanya menganggukkan kepalanya dan kata maaf yang keluar dari mulutnya.
Mobil Rafi berhenti di depan rumah yang sangat sederhana.
"Kamu tinggal di sini? " Tanya Rafi.
"Iya"
"Sama siapa? "
"Nenek ku, aku hanya tinggal berdua sama nenek"
"Sepertinya nenek mu sudah tidur" Rafi memperhatikan rumah itu yang tampak gelap.
"Mungkin! Tapi nenek gak pernah matikan lampu sebelum aku pulang" Ucap Reva, "sekali lagi makasih ya! " Rafi mengangguk.
Setelah itu Reva turun dari mobil , "aku masuk duluan ya? " Reva melambaikan tangannya.
"Iya"
Rafi masih menunggu Reva hingga Reva masuk rumah.
__ADS_1
"NENEK! " teriak Reva.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan 😉