2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.26


__ADS_3

Reva menelan ludahnya dengan kasar saat melihat menu di hadapannya.


"Buruan lu pesen! Di sini makanan nya enak-enak loh! " Ucap Rafi sambil menyantap cumi goreng mentega.


"Lu yakin bisa habis? " Tanya Reva.


"Kenapa enggak? Ini semua kesukaan ku! " Sahut Rafi.


"Mahal gak sih makanan nya di sini? " Tanya Reva lirih.


"Menurut lu gimana?" Rafi membalikkan pertanyaan.


"Dari penampilannya saja sudah pasti mahal" Jawab Reva dengan nada lesu.


"Nah itu lu tau" Rafi menikmati makannya sendri.


Sedangkan Reva hanya menjadi penonton dengan sebotol kecil air mineral di tangannya. Reva memperhatikan Rafi yang makan dengan lahapnya.


"Minum terus! Nih makan! " Rafi menyodorkan rice bowl ke hadapan Reva.


"Gak usah Fi, gue gak laper! " Tolak Reva.


"Beneran nih lu gak mau? " Tanya Rafi. Reva pun menggeleng.


"Ya udah gue makan nih ya!" Rafi meraih rice bowl itu dan menyantapnya hingga ludes.


"Akhirnya kenyang juga! " Ucap Rafi setelah menghabiskan semua makanan itu tanpa sisa.


Reva hanya terbengong melihat Rafi yang sudah menghabiskan semua makanan yang ia pesan.


Buset deh ini orang laper apa doyan? Batin Reva.


"Gue udah kenyang, Pulang yuk! Lu bayar sono! " Rafi pun meninggalkan Reva .


"Wah bener-bener ini anak! Main pergi aja" Gerutu Reva.


"Permisi mbak mau bayar" Ucap Reva.


"Meja nomor berapa ya mbak? " Tanyanya.


"Nomor tujuh belas mbak" Jawab Reva, hatinya sudah was-was dengan nominal angka yang akan di sebutkan oleh penjaga kasir itu.


"Ohh... Itu ya mbak! Mbak gak udah bayar, gratis mbak "


"HAH! Gratis mbak? " Tanya Reva yang terkejut.


"Iya mbak gratis, karena orang yang bersama mbak tadi itu anak dari pemilik restoran ini " Jelasnya.


"Ohh... Gitu ya mbak! Ya udah saya permisi dulu mbak " Reva langsung keluar restoran.


"Resek ya lu! " Reva memukul Rafi dengan tasnya.


"Hahaha, kenapa? "


"Kenapa lu gak bilang kalau ini restoran milik orang tua mu! "


"Nah lu gak tanya " Sahut Rafi.


"Tau gitu tadi akau pesan! " Gerutu Reva.

__ADS_1


"Kan tadi gue udah nyuruh lu untuk pesen! Tapi lu yang gak mau, malah pesen air mineral doang! "Sahut Rafi.


" Udah ah! Ayo antarin aku ambil sepeda, aku harus ke tempat kerja " Ucap Reva yang sudah bersiap masuk ke dalam mobil Rafi.


"Bisa gak kalau hari ini lu bolos kerja? " Tanya Rafi yang ikut masuk ke dalam mobil.


"Gak bisa " Jawab Reva singkat.


"Kenapa? Kan cuma sehari aja! "


"Gue lagi butuh biaya untuk operasi nenek. Jadi gue gak boleh libur kerja " Jelas Reva.


"Lu cuma tinggal berdua sama nenek lu? Lalu di mana orang tua mu? " Tanya Rafi yang penasaran.


"Ayah dan ibu sudah meninggal" Jawab Reva dengan sura yang bergetar menahan tangis. Reva akan menangis jika mengingat kedua orangnya.


"Maaf aku tak ada maksud"


"Gak papa! " Sahut Reva. Reva melepas kaca mata dan menghapus air matanya. Saat itu juga Rafi memperhatikan wajah Reva yang tak menggunakan kaca mata.


Wajah itu! Benar wajahnya sangat mirip dengan sahabat mama. Batin Rafi.


"Va, kalau boleh tau nama ibu siapa? " Tanya Rafi.


Reva menoleh ke Rafi, "kenapa? Ada apa? " Tanya Reva .


"Emm... Enggak papa! Hanya ingin tau saja, kalau gak boleh juga gak papa kok " Jawab Rafi yang sedikit salah tingkah saat di lihat Reva.


"Nama ibu ku Yanti" Sahut Reva.


"Oh... Yanti ya! "


°°°\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=°°°


Sedangkan di tempat lain dua sejoli sedang duduk berharapan dan saling suap.


Roky mengajak Sisil ke cafe yang bernuansa romantis.


"Gimana bagus kan tempatnya? " Tanya Roky.


"Iya, aku baru tau loh kalau ada cafe sebagus dan senyaman ini di sini " Ucap Sisil.


"Kamu sering ke sini kak? " Tanya Sisil.


"Pernah sih sekali sama Dimas, jangan panggil aku kakak dong! Nanti di kira orang aku kakak mu! " Ucap Roky sambil mengaduk jus mangga.


"Terus mau di panggil apa? " Sisil menatap Roky dengan ke dua tangan yang menopang kepalanya .


"Sayang kek, atau apa gitu! " Sahut Roky.


"Itukan panggilan untuk orang yang punya hubungan sepesial, kaya pacaran misalanya! Kita kan cuma sebatas teman, jadi kaya gak pas gitu kalau manggil sayang" Jelas Sisil.


"Siapa bilang cuma temen! " Roky meraih kedua tangan Sisil , "Sisil lihat aku! " Roky menatap Sisil.


"Jangan melihat ku seperti itu! " Sisil memalingkan wajah nya, namun dengan cepat Roky menangkup kedua pipi Sisil dan menghadapkan ke arahnya. Mereka pun saling menatap.


"Sisil dengarkan aku! " Ucap Roky pelan, "mau kah kamu menjadi kekasih ku? " Ucap Roky dengan tangan yang masih memegang ke dua pipi Sisil.


"Kak aku... "

__ADS_1


Ucapan Sisil di pangkas oleh Roky,


"Aku tau mungkin ini terlalu cepat untuk mu! Tapi aku tak bisa memendam rasa ini lebih lama lagi. Rasa ini sudah ada sejak pertama kali bertemu dengan mu"


"A-aku... "


Lagi-lagi Roky memotong ucapan Sisil,


"Aku memang bukan orang baik! Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mu! "


"Kak maaf! " Ucap Sisil lirih.


Mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Sisil, Roky pun menarik tangannya. Wajah yang semula berseri kini berubah menjadi suram.


"Gak papa Sil, aku ngerti kok! Aku bukan tipe mu dan aku juga gak pantas mendapatkan wanita seperti mu" Roky berucap sambil mengusap sudut matanya.


"Siapa yang bilang jika kakak tak pantas untuk ku? " Tanya Sisil.


Roky menggeleng, "sudah lupakan saja ucapan ku tadi! Anggap saja sebagai angin yang berlalu" Roky tersenyum kecut.


Rasa kecewa menyelimuti hatinya, namun Roky tetap berusaha tersenyum di depan Sisil, seolah dirinya baik-baik saja.


"Kakak itu niat gak sih nembak aku? " Tanya Sisil dengan nada sebal.


Roky mengangkat kepala nya dan melihat Sisil yang sedang cemberut.


"Dari awal aku niat dan serius sama kamu! Tapi kamu menolak nya , lalu aku bisa apa? " Roky kembali menunduk menyembunyikan wajah kecewanya.


"Aku gak bilang kalau aku nolak kamu! " Ucap Sisil.


"Lalu apa arti dari kata maaf mu tadi? " Roky menatap Sisil.


"Ya maaf! Habisnya kakak dari tadi ngoceh terus kaya burung beo! Gak kasih aku kesempatan untuk menjawab pertanyaan kakak! " Sisil mengerucutkan bibir nya.


Roky mengusap sudut matanya yang basah dan duduk dengan tegap, "lalau apa jawaban mu? " Tanya Roky yang sudah tidak sabar.


"Apa ya? " Ucap Sisil pura-pura berfikir.


"Cepat dong jangan bikin aku penasaran" Ucap Roky.


"Heemm apa ya? " Sisil sengaja mengulur jawabannya, dan itu sukses membuat Roky done lagi.


"Sudah lah Sil, jika memang kamu menolak ku aku juga gak papa kok! " Ucap Roky dengan lesu.


Sisil tersenyum tipis saat melihat Roky kembali tertunduk.


"Sayang nya aku mau! Terus gimana dong? " Ucap Sisil dengan senyum termanis nya.


"HAH!apa? Bisa di ulang lagi gak? " Roky menatap Sisil yang masih tersenyum manis dengan nya.


"Iya aku mau " Sisil menganggukkan kepalanya pelan.


"Jadi kamu nerima aku? "Tanya Roky yang mendapat anggukan kepala dari Sisil.


" Yesss! "Seru Roky yang langsung bangkit dari duduknya.


Jangan di tanya lagi gimana perasan Roky saat ini, tentu sangat girang. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan, Ternya Sisil menerima cintanya .


Jangan lupa berikan dukungan untuk author ya! dengan cara like👍, komen✍. favorit kan juga agar tidak ketinggalan jika author up bab baru 😉. beri hadiah 🌹buat author juga boleh 😉🤭

__ADS_1


__ADS_2