2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.28


__ADS_3

Reva mengusap wajahnya yang basah karena cipratan air dari Rafi.


"Aku ke toilet sebentar ya! " Ucap Reva.


"Gue temenin ya! " Sahut Niar.


"Gak usah! Kamu tunggu Sisil di sini saja " Kata Reva.


"Kemana sih tuh anak! " Ucap Niar.


Reva pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya yang basah.


"Aku bingung deh sama Rafi, maunya apa sih itu anak? Sebentar baik , sebentar jahil lagi. Ada saja ulahnya, apa lagi itu temannya! Rasanya pengen nabok itu anak" Gumam Reva sambil mengelap bajunya yang basah dengan tisu.


**✿❀ ❀✿**


"Lu dari mana sih Sil? " Tanya Niar.


"Sorry, gue tadi ketemu dulu sama my honey" Ucap Sisil sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Niar, "Reva mana kok gak ada?" Tanya Sisil.


"Lagi ke toilet dia! Bersihin bajunya " Sahut Niar.


"Emangnya kenapa dengan baju Sisil menyerobot jus jeruk milik Niar.


"Kebiasaan deh lu! Pesan sendri napa? " Umpat Niar, "tadi Reva gak sengaja nabrak tuh si trio bemo, terus bajunya kena tumpahan jus " Jelas Niar.


"Resek banget sih mereka! Kenapa harus Reva terus yang mereka kerjain! Kaya gak ada yang lain aja! " Ucap Sisil.


"Tau tuh! Mungkin salah satu dari mereka ada yang suka sama Reva! Atau malah semuanya yang suka dengan Reva! " Niar mengangkat kedua bahunya dan menyebikkan bibirnya.


"Iih, jangan semuanya dong! " Sahut Sisil.


"Kenapa? Lu suka juga dengan salah satu dari mereka?"tanya Niar sambil mencincingkan sebelah matanya.


"E-enggak" Sisil melahap wafer yang ada di depannya untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Jangan-jangan pacar baru lu salah satu dari mereka lagi! " Ucap Niar


Mendengar ucapan Niar, Sisil pun tersedak saat ia minum.


Uhuk.. Uhuk.. Uhuk


"Pelan-pelan dong! " Ucap Niar sambil memberikan tisu.


Dari meja lain tampak Roky yang khawatir saat melihat pacar barunya tersedak. Roky langsung bangkit dari duduknya ingin menghampiri Sisil. Namun, Roky kembali duduk saat Sisil menggelengkan kepalanya pelan.


"Gue gak setuju ya kalau pacar baru lu itu salah satu dari trio bemo itu! " Ucap Niar.

__ADS_1


"Kenapa? " Tanya Sisil dengan sisa batuknya.


"Bukanya lu juga lihat kalau mereka selalu jahat sama Reva? Gue gak yakin mereka bisa tulus sama pasangan nya! " Ucap Niar.


Lu bisa bilang gitu karena lu belum kenal sama mereka Niar! Coba kalau lu kenal salah satu dari mereka, pasti lu akan berpendapat yang lain lagi. Roky baik kok! Tulus juga ia. Sisil membalas ucapan Niar dalam hati nya.


"Eh.. Itu Reva datang! " Ucap Sisil saat melihat Reva berjalan ke arahnya.


"Maaf ya lama " Ucap Reva sambil duduk.


Di dalam kelas


"Selamat siang anak-anak! " Ucap pak Anton yang baru masuk kelas.


"Siang Pak! " Seru semua murid.


"Baik, hari ini kita akan belajar tentang puisi! Apa puisi itu, ada yang tau? " Ucap pak Anton.


Reva menggunakan tangannya.


"Iya Reva apa jawaban mu?" Tanya pak Anton.


"Puisi adalah ungkapan perasaan sayang, bahagia, sedih, dan kecewa. Puisi terdiri dari kata–kata indah yang dirangkai dan memiliki makna" Jawab Reva.


"Iya bagus! Ada yang mau beri jawaban lagi? " Pak Anton memperhatikan semua muridnya.


"Jika tidak ada pelajari halaman 105 ! Saya beri waktu 10 menit, setelah itu maju satu persatu untuk membacakan puisi yang ada di halaman itu! " Ucap pak Anton.


Dok... Dok.. Dok


Pak Anton mengetuk papan tulis dengan sepidol, "diam semuanya jagan berisik! Cepat pelajari dan maju ke depan! " Tatih pak Anton.


"Waktunya habis! Sekarang maju ke depan, NIAR! "


"Iya Pak" Niar Pun maju ke depan .


"Ayah... "Niar membaca puisi itu sambil menghayati.


Semua murid bertepuk tangan saat Niar mengakhiri puisi itu.


" Oke, Selanjutnya! SISIL "


"Isst, kenapa harus gue sih! Umpat Sisil lirih.


" Ayah.. Di setiap tetes keringat mu.... " Sisil membaca puisi itu dengan ekspresi yang di buat sedih.


Suasana kelas kembali riuh, semua murid memberi tepuk tangan ke pada Sisil.

__ADS_1


"Terimakasih... Terimakasih" Ucap Sisil narsis sambil membungkukkan badannya berulang kali.


"Reva! Sekarang giliran mu untuk maju! " Ucap pak Anton.


Reva berjalan ke depan kelas, Reva membuang nafas kasarnya sebelum membaca puisi itu.


Ayah...


Di setiap tetes keringatmu


Di derai lelah nafasmu


Si penuhi kasih sayang yang luar biasa


Demi aku kau rela di sengat matahari


Hujan pun tak dapat membatasimu


untuk aku anakmu


Di setiap doamu kau haturkan segenap harapan


Ayah...


Kan kujaga setiap nasehatmu


Di setiap nafasku


Di relung hati akan kuhangatkan namamu


Akan kukobarkan semua impianmu


Hanya untuk menikmati senyumu


Di ufuk senjamu


Ayah.


Kebetulan puisi di buku itu tentang Ayah, Reva membaca puisi dengan penuh penghayatan.


Di bait terakhir Reva buru-buru menghapus air matanya .


Ayah aku rindu ! Batin Reva


bersambung.....


**jangan lupa dukung karya ini dengan cara like 👍, komen ✍

__ADS_1


favorit kan 💙 juga agar tidak ketinggalan bab terbaru dari 2R😉


berikan hadiah 🌹 buat author juga, vote nya juga jangan ketinggalan ya 😉👌terimakasih yang sudah membaca 🤗**


__ADS_2