2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.9


__ADS_3

Di dalam ruangan UKS, Sisil dan Niar menawarkan bantuan kepada Reva.


"Lu gak sah cari kerja Va! Gue dan Niar akan bantu pengobatan nenek lu! " Ucap Sisil.


"Iya , betul apa yang di katakan Sisil. Lagipula lu mau kerja apa? Lu aja masih bersetatus sebagi pelajar, mana ada yang mau nerima lu Va! " Ucap Niar.


"Terimakasih atas tawaran kalian, tapi gue gak mau merepotkan kalian . " Ucap Reva.


"Yang penting nenek lu bisa di operasi dulu Va! " Sahut Niar.


"Betul itu, gue telfon bokap gue sekarang! " Sisil mengambil ponselnya dari dalam tas nya.


"Jangan Sil! " Reva menahan tangan Sisil.


"Ini demi nenek lu Va! Apa lu gak kasihan lihat nenek lu menderita? " Ucap Niar.


"Bukan kasihan lagi, gue juga ikut menderita! Gue akan lakukan apapun untuk nenek gue. " Ucap Reva.


"Maka dari itu, lu terima ya bantuan dari kita! " Sahut Sisil.


Reva menggeleng, "maaf aku gak bisa menerima bantuan dari kalian! "Ucap Reva.


Reva terus menolak bantuan dari kedua sahabatnya itu. Reva juga tak mau memanfaatkan ke dua temannya itu yang terlahir dari orang berada. Keluarga Sisil mempunyai beberapa perusahaan di kota A. Sedangkan keluarga Niar mempunyai Hotel dan beberapa restoran . Sungguh beruntung Reva, mendapat teman sekaligus sahabat yang perhatian nan kaya.


"Kalau kalian ingin bantu aku, kalian bisa bantuin aku untuk cari pekerjaan! " Ucap Reva .


"Tapi kerja apa yang bisa di kerjaan setelah pulang sekolah? " Sahut Sisil.


"Gue punya ide! " Ucap Niar setelah memikirkan sesuatu


"Apa? " Tanya Reva dan Sisil kompak.


"Ikut gue! " Niar menarik tangan Reva, lu bisa kerja di salah satu restoran keluarga gue. " Jelas Niar sambil berjalan menuju parkiran sekolah .


"Gue bawa sepeda! " Kata Reva saat sampai di mobil Niar.


"Di tinggal saja dulu di sini! " Ucap Niar.


"Gak bisa! Itu satu-satunya kendaraan yang gue punya! " Sahut Reva.


"Kalau di tinggal di sini, nanti gue jadi repot kalau mau pergi ke mana-mana. " Jelas Reva .


"Ya udah gini aja deh! Lu naik sepeda gue kawal lu dari belakang! " Ujar Niar.


"Gue ikut lu Va? Gonceng gitu, soalnya gue belum pernah ngerasain naik sepeda itu kaya gimana! " Ucap Sisil.


"Makanya suruh bokap lu beliin sepeda! Sahut Niar, bahkan bokap lu sanggup beli sepeda sekaligus pabriknya. "


"Tapi gue pengen di gonceng! Bukan naik sepeda sendri! Ayo Va kita ambil sepeda lu! " Ucap Sisil yang di jawab anggukan kepala oleh Reva.


"Sepeda gue! " Reva berlari menghampiri sepeda nya yang sudah tidak berbentuk.

__ADS_1


"Yaampun , sepeda lu Va! " Ucap Sisil yang ada di belakang Reva, siapa yang udah berani rusakin sepeda lu Va? Tanya Sisil.


Reva hanya menggeleng, tangannya mengambil bagian-bagian sepeda yang tercecer. Sesekali Reva menyeka air matanya.


"Lu yang sabar ya Va! " Sisil ikut mengumpulkan kerangka sepeda Reva.


"Niar, lu kesini sekarang! Cepetan! " Sisil langsung mematikan telfonnya tanpa mendengar jawaban dari Niar.


Sisil berjongkok di samping Reva yang duduk bersimpuh, "Kira-kira lu tau gak siapa yang sudah ngerusak sepeda lu? " Tanya Sisil.


"Gue gak tau Sil! " Jawab Reva .


"Kalian kenapa? " Tanya Niar saat sudah tiba.


"Nih lihat sepeda Reva udah ancur tak berbentuk lagi! " Jawab Sisil.


Niar melihat Reva dengan rasa iba, "siapa dalang di balik semua ini? " Tanya Niar. Sisil dan Reva menggelengkan kepala.


"Aku tau! Pasti trio bemo itu pelakunya! " Niar melangkah meninggalkan ke dua temannya itu.


"Niar, tunggu ! Lu mau ke mana? " Tanya Sisil yang mengikuti langkah Niar.


"Gue mau lapbrak itu trio bemo! " Jawab Niar dengan nada marah.


"Lu yakin mereka pelakunya? " Tanya Sisil lagi.


"Lalu siapa lagi kalau bukan mereka pelakunya? Niar balik tanya, lu ingat gak kejadian di kantin waktu itu?"


"Kalau di pikir-pikir bener juga sih! Tapi.... "


Niar mencari keberadaan Rafi end the geng. Tujuan pertama Niar ke kantin, namun sampai di sana tiga orang itu tidak ada di kantin. Hingga akhirnya Niar menemukan targetnya itu di parkiran sekolah.


"Hahaha... Pasti tuh cewek lagi nangisi sepeda bututnya! " Ucap Rafi .


"Parah... Parah... Lu bener - bener parah!" Ucap Roky sambil menggelengkan kepala.


"Lu tadi lihat kan wajah paniknya dia, saat tau sepeda nya udah tak menyatu lagi! Hahaha. " Ucap Dimas sambil tertawa.


Niar mengepalkan tangannya saat mendengar omongan dari Rafi dan teman-temannya itu.


"Ohh... Jadi benar kalian pelakunya? "Sura Niar mengagetkan ketiga orang itu.


" Kalau iya memang kenapa? Ada masalah? " Tanya Dimas.


"Iya, masalah buat gue! Karena Reva adalah sahabat gue! " Ucap Niar dengan geram.


"Oh... Jadi nama si cupu itu Reva? " Sahut Rafi sambil menyilangkan tangannya di dada.


"Lu bener - bener orang gak tau terimakasih ya! Lu udah di tolong sama Reva. Tapi apa balasan lu? Lu malah kasih dia jus yang udah lu campur dengan obat pencuci perut. Dan sekarang lu ancurin sepeda Reva. Lu bener - bener cowok gak punya hati ya! " Maki Niar .


"Terus mau lu apa? " Tanya Rafi.

__ADS_1


"Gue mau lu benerin sepeda Reva sekarang juga! " Jawab Niar.


"Kalau gue gak mau! Lu mau apa? " Ucap Rafi.


"Gue akan laporin kalian semua ke kepala sekolah, biar kalian di hukum syukur - syukur kalau kalian di DO dari sekolahan ini. " Ancam Niar.


"Hahaha... Lu mau ancam kita! Sono lapor sama kepsek. Mana berani kepala sekolah dengan kita! " Roky berucap dengan sombongnya.


"Udah sono pergi dari sini! " Dimas mendorong Niar hingga mundur beberapa langkah. Bagaikan bara ari yang di siram dengan bahan bakar, emosi Niar memuncak ia mengepalkan tangannya. Niar melangkah ke depan dan.... PLAK!!! Niar menampar Rafi dengan sekuat tenaga. Rafi mengusap pipinya yang terasa pans, serta menatap tajam Niar.


"Lu berani ya sama kita! " Roky dan Dimas maju dan berdiri di hadapan Niar.


Niar mundur selangkah saat Roky dan Dimas mendekat. Melihat wajah panik Niar, Roky dan Dimas tersenyum menyeringai.


"Mau lari kemana lu ? " Tanya Dimas.


Dimas memberi isyarat kepada Roky. Roky yang sudah paham itu langsung menarik tangan Niar.


"Mau apa kalian? " Tanya Niar.


"Gue ada dua pilihan buat lu! Di ikat di dalam gudang yang gelap atau di ikat di tiang bendera? " Dimas berjalan ke arah Niar dengan membawa tali di tangannya.


"Lepasin gue gak! Atau... "


"Atau apa? " Sahut Dimas yang semakin dekat.


Niar menginjak kaki Roky , di sertai dengan sikutan di perut Roky. Sehingga Roky mundur dan memegangi perutnya yang terasa sakit. Dimas juga mendapat bogeman dari Niar. Setelah itu Niar langsung pergi meninggalkan trio bemo itu yang sudah mendapatkan hadiah darinya.


"Gila itu cewek apa preman sih!" Umpat Dimas sambil memegangi pipi bawahnya yang telah di tonjok Niar.


Lu lihat pembalasan gue nanti! Batin Dimas.


"Gimana lu udah ketemu sama mereka? " Tanya Sisil.


"Udah! " Jawab Niar yang singkat.


"Terus.... Terus? " Tanya Sisil lagi.


"Gak terus - terusan! Mereka gak mau tanggung jawab. Tapi tenang aja gue udah kasih mereka hadiah. " Niar mengangkat kepalan tangannya ke udara.


"Wah... Lu ya! Selalu main kekerasan. " Sisil menggelengkan kepala. Sisil sudah hafal dengan sifat Niar ,yang suka pukul jika berharap dengan orang yang licik.


"Kita ke resto gue sekarang aja, mumpung kakak gue ada di sana!" Ucap Niar.


"Ayo Va! " Ajak Sisil.


"Udah ditinggal di sini aja dulu! Baru besok kita bawa ke bengkel sepeda! " Sahut Niar.


"Katanya mau cari kerjaan! Jadi gak nih? "


"Maaf ya gue udah ngerepotin kalian! " Ucap Reva.

__ADS_1


"Lu tuh ngomong apaan sih! Kita kan sahabat. Jadi itu kewajiban kita untuk saling menolong. " Kata Niar.


"Udah ayo berangkat sekang ! " Niar merangkul kedua temannya itu. Mereka bertiga tersenyum bahagia. Terutama Reva yang mengembangkan senyum tanda bersyukur. Bersyukur memiliki teman yang peduli dengan keadaan nya.


__ADS_2