
Eh.. Lihat sepatu siapa ini? " Tunjuk anak laki-laki yang baru keluar dari perpustakaan.
"Pasti ini punya si cupu tuh! Kita buat kerjain aja yuk! " Sahut temannya..
"Boleh juga tuh! Enaknya kita apain sepatu jelek ini? "
"Jangan ke banyakan mikir! " Temannya itu langsung menendang sepatu Reva.
"Hahaha, terus tendang ke sini ! " Tatihnya .
Dan, alhasil sepatu Reva di jadikan tendang-tendangan. Bagaikan mendapatkan mainan baru mereka tertawa girang sambil menendang sepatu Reva ke sana, ke mari.
"Hahaha, terus-terus! " Serunya murid-murid yang melihatnya.
Setelah menemui bu Mumun Reva berniat kembali ke kantin. Namun, saat keluar dari perpustakaan ia kebingungan mencari sepatunya.
Kemana satunya? tadi aku lepas di sini, kok sekarang tinggal sebelah" Reva sambil celingak- celinguk mencari sepatunya.
"Hei, cupu! Lu cari apa? Sepatu? Noh lihat di buat sepak bola sama anak-anak! Hihihi" Ucapnya sambil tertawa kecil.
"Sepatu ku! " Lirih Reva dan segera menghampiri kerumunan anak laki-laki itu.
"Berhenti! Berikan sepatu ku! " Teriak Reva.
"Yang punya datang! "Bukanya di kembalikan itu sepatu , mereka semakin menggila menggiring sepatu Reva layaknya bermain sepak bola.
" Hentikan! " Teriakan Reva tak di hiraukan.
Naasnya, saat sepatu Reva di tendang dengan keras oleh salah satu murid, sepatu Reva itu mendarat tepat di kaki Rafi. Semua murid yang tadinya menggiring sepatu Reva langsung diam mematung di tempat..
Rafi menatap tajam kesemua murid laki-laki itu. Kemudian Rafi melihat ke bawah, melihat ada sepatu lusuh dengan cepat Rafi menginjak sepatu itu. Rafi tau jika sepatu itu milik Reva, saat iris matanya menangkap Reva yang hanya menggunakan sepatu di kaki kirinya.
"Please, berikan sepatu ku! " Reva memohon kepada Rafi.
"Sepatu lu yang lecek ini? " Sahut Rafi dengan nada mengejek.
Karena Rafi tak memberikan sepatunya, Reva berjongkok dengan maksud ingin mengambil sepatunya yang masih di injak oleh Rafi.
__ADS_1
Mengetahui pergerakan Reva, Rafi langsung mengambilnya.
"Lu mau sepatu ini? " Rafi mengangkat sepatu Reva.
Reva kembali berdiri, "kembalikan itu milik ku! " Cicit Reva yang menangkupkan kedua tangannya.
Rafi menatap Reva dengan tajam dan tanpa berkedip. Kemudian, Rafi mengambil kater dari saku bajunya. Tanpa pikir panjang lagi Rafi langsung menyayat sepatu Reva, dengan sorot mata yang masih menatap ke Reva.
Reva yang melihat itu langsung merebut kater dari tangan Rafi.
"HENTIKAN! " Bentak Reva yang berhasil menahan tangan Rafi . Sesaat pandangan mereka saling beradu.
Sesaat pula Rafi menikmati manik mata indah Reva yang bersembunyi di balik kaca mata.
"Minggir! " Rafi mendorong Reva dengan satu tangannya, yang membuat Reva jatuh ke tanah yang basah karena baru turun hujan.
"Nih, sepatu lecek lu ini pantasnya berada di sana" Rafi melempar sepatu Reva ke tong sampah.
Reva segera bangkit dan mengambil sepatunya, tentu saja sepatu itu sudah tak utuh lagi.
"Sepatu ku " Lirih Reva,Tanpa rasa malu Reva memungut sepatunya dan di pakainya.
Reva tak menyahut ucapan Rafi, dengan posisi yang membelakangi Rafi , Reva pun mengepalkan tangannya.
"Sepatu lu itu sudah tak layak pakai, jadi buang saja " Ucap Rafi.
PLAK
Karena sudah kehilangan kesabaran, Reva menampar Rafi dengan sekuat tenaga.
Semua murid di buat kagum, karena baru kali ini ada murid yang berani melawan Rafi dan gengnya itu.
Rafi memegangi pipinya yang terasa panas. Syok! Tentu saja Rafi syok, Rafi tak menyangka dengan tindakan Reva . Reva orang pertama yang berani menamparnya.
Tak puas menampar,Reva mencekal kerah baju Rafi.
"Apa? Apa salah ku? Aku gak pernah berbuat jahat dengan kalian, terutama dengan mu TUAN RAFI! Apa karena aku miskin? Sehingga kau bisa berbuat semau mu? Kemarin-kemarin sepeda ku yang kau hancurkan, sekarang sepatu ku! Lalu besok-besok apa lagi yang akan kau hancurkan dari ku? Hem? " Reva menatap tajam manik mata Rafi.
__ADS_1
"KAU!" Reva menunjuk Rafi,"kau, benar-benar manusia yang tak punya hati " Setelah puas memaki Rafi, Reva langsung pergi. Reva berjalan dengan menyeret sepatunya agar tidak terlepas dari kakinya.
Rafi masih diam mematung di tempat, ia menatap kepergian Reva.
Hatimu ! Iya, hatimu yang akan aku hancurkan! Aku akan membuatmu cinta kepada ku, itu janji ku! Rafi menjawab pertanyaan Reva dalam hati.
Reva memilih kembali ke kelas. Reva melipat kedua tangannya di atas meja , kemudian ia benamkan wajahnya di sana. Reva meneteskan air mata, "aku benci kamu Rafi! " Ucapnya lirih.
"Ya-elah Va di tunggu di kantin, ternyata udah di kelas aja" Ujar Sisil yang baru masuk kelas.
Mendengar namanya di sebut, Reva mengangkat kepala nya dan menghapus sisa air matanya.
"Sorry" Ucap Reva.
"Lu kenapa?" Tanya Sisil.
"Lu nangis Va? " Kali ini Niar yang bertanya.
"Enggak! Tadi kelilipan sampai pedih di mata " Bohong Reva.
"Kirain lu nangis Va" Sahut Niar.
"Iya, syukur deh kalau gitu! O.. Ya Va, kita udah daftarin lu ikut persami loh " Ucap Sisil sambil mengembangkan senyum.
"Gue gak ikut" Ucap Reva.
"Tapi kita udah daftarin lu , iya kan Nia? "
"Iya Va, lu tenang aja kita udah bayarin juga kok, lu tinggal berangkat aja " Ujar Niar.
"Bukan masalah bayar nya NIAR, SISIL! Aku gak bisa ninggalin nenek ku sendirian, apa lagi ini acara persami otomatis aku ninggalin nenek ku sendirian selama dua hari. Enggak! Pokoknya aku gak ikut, titik. " Jelas Reva.
"Lu gak udah khawatirkan nenek lu! Gue sudah atur semuanya" Ucap Sisil dengan gaya angkuhnya.
"Terserah kalian, pokonya aku gak mau ikut! " Sahut Reva.
Jangan lupa like , komen
__ADS_1
Favoritkan juga agar kalian tidak ketinggalan bab selanjutnya. Thanks for reading, see you in the next chapter😉