2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.18


__ADS_3

Reva dengan cepat merebut kunci itu, sialnya kuncinya sudah terlebih dulu masuk ke saku celana Rafi. Sehingga tanpa sengaja Reva memeluk Rafi.


Rafi reflek memang pinggang ramping Reva. Sorot mata mereka saling bertemu. Entah apa yang membuat Reva betah memandangi iris mata Rafi, sehingga ia tak berkedip sedikit pun.


"Kenapa gue ganteng ya? " Ucap Rafi dengan narsis.


Reva baru tersadar jika tangannya masih merangkul tubuh Rafi. Dengan gerakan cepat Reva melepas tangannya dan segera mundur beberapa langkah.


"Kembalikan kunci ku! " Reva mengulurkan tangan nya.


"Nikmati saja dulu pemandangan ini! " Rafi bersandar di tembok pembatas.


"Aku harus kembali kerja " Ketus Reva.


"Rajin amat sih " Rafi menoleh Reva .


"Aku bukan orang kaya seperti mu, jadi cepat kembalikan kunci itu! " Reva menatap Rafi dengan sinis.


"Gue akan bayar dua kali lipat dari gaji lu, bahkan bisa lebih. Asal lu mau temenin gue di sini " Rafi bicara tanpa menoleh ke Reva.


Dasar sombong! Maki Reva dalam hati.


"Simpan saja uang mu itu! Eh.. Tunggu, bukan uang mu tapi uang orang tua mu! Aku enggak butuh! " Ucap Reva.


"Kenapa sih harus capek-capek kerja? Di usia kita ini seharusnya hanya fokus belajar dan bermain "


"Iya itu kamu " Reva menunjuk Rafi, "tapi aku bukan kamu yang mengandalkan harta orang tua "


"Jangan munafik lu! "


"Terserah! " Ucap Reva.


Dengan cepat Reva memasukan tangannya ke kantong celana Rafi untuk mengambil kuncinya.


Tangan Rafi tak kalah cepat, ia segera menahan tangan Reva. Sehingga tangan Reva terjebak di dalam kantung celana Rafi.


"Lepas! " Maki Reva.


"Kalau gue gak mau? Lu mau apa? Hem? " Rafi menatap tajam Reva. Saat menatap Reva, Rafi sempat melirik sekilas ke bawah. Rafi pun tersenyum samar saat melihat Reva masih mengunakan sepatu pemberiannya.

__ADS_1


"Kenapa sih lu gak ada capek-capek nya ngerjain gue, ganggu hidup gue ? Apa salah gue di mata lu? " Tatapan mata Reva tak kalah tajam dengan tatapan Rafi. Bedanya mata Reva mulai berkaca-kaca.


"Memang lu gak salah! Tapi gue suka aja bikin masalah sama lu! "


"Jahat banget sih lu! " Reva memukul-mukul dada Rafi dengan tangan satunya.


Rafi menarik tangan Reva dengan kasar, sehingga posisi Reva sangat dekat dengan Rafi.


Cup


Rafi menempelkan bibirnya ke bibir Reva .


Reva pun terkesiap dengan ulah Rafi, Reva pun tak tinggal diam ia menarik tangannya dan "PLAK" tangan Reva mendarat sempurna di pipi Rafi.


"Sumpah demi apapun aku BENCI dengan mu " Ucap Reva dengan hati yang memanas.


Setelah mengucapkan itu Reva pun pergi.


"Tunggu! " Rafi mengejar Reva.


"Tunggu! " Rafi berhasil meraih tangan Reva. Namun, dengan cepat Reva menepisnya.


"Kau mau ini kan? " Rafi menunjukan kunci motor milik Reva.


Secepat kilat Reva menyambar kunci itu dan segera menuruni tangga.


Aku pengen lihat seberapa bencinya dirimu kepa ku! Aku akan membuatmu benci dalam cinta. Rafi tersenyum licik


Reva menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa karena orang restoran sudah menelponnya.


"Pasti kak Nanta akan marah. Ini semua gara-gara laki-laki tak punya hati itu!" Gerutu Reva.


Sedangkan di restoran tempat kerja sedang ada terjadi masalah. Masalahnya resto sedang rame pengunjung di tambah lagi orderan via online juga menumpuk.


"Cepat telfon Reva lagi! " Tatih Nanta.


"Gak bisa bos" Ucap karyawan itu.


"Ck, ya sudah kasir biar saya yang pegang, kamu bantu teman kamu sana! " Nanta mengambil alih bagian kasir.

__ADS_1


"Itu Reva bos! " Wanita itu menunjuk ke luar.


"Reva lu dari mana aja sih? Resto sedang rame banget, pesanan juga banyak. Pelanggan udah pada komplain lo! " Ucap Nanta.


"Maaf kak! Tadi motornya bocor " Bohong Reva.


"Ya sudah, sekarang kamu segera antar semua pesanan itu! " Tatih Nanta.


"Baik kak! " Sahut Reva dan segera pergi.


Untung alsan ku masuk akal! Reva mengusap-ngusap dadanya


Reva mengantar semua pesanan itu tak jarang pula ia kena ocehan dari pelanggan. Reva hanya bisa mengucap maaf dan maaf, seperti saat ini.


"Gimana sih mbak! Saya pesanan nya sudah dari tadi kenapa baru di kirim sekarang? " Omel seorang ibu.


"Maaf ya bu sudah lama menunggu! Tadi motor saya ada sedikit masalah " Ucap Reva dengan sopan.


"Ah.. Itu hanya alasan mu saja!" Sahut ibu itu sambil menyerobot kantung kresek dari tangan Reva dengan kasar.


"Nih uangnya!" Ucap nya sinis.


"Terimakasih" Ucap Reva ramah.


Reva bergegas mengantar pesanan yang lainnya.


"Akhirnya tinggal satu juga! Hari ini orderan banyak tapi uang tips yang aku dapat... " Reva menghitung uang tips yang ia dapat, "tiga puluh lima ribu! " Gunam Reva.


"Huftt" Reva menghembuskan nafas kasarnya, "yang penting hari ini aku bisa beli kan nenek lauk" Reva segera menyimpan uang itu dan melanjutkan tugasnya mengantar pesanan.


"Akhirnya selesai juga! " Gunam Reva.


"Eh... Kenapa ini kok gak bisa ? " Reva bingung dengan motor nya yang tidak bisa di hidupkan.


"Ah.. Ini aku pasti kena karma karena telah membohongi kak Nanta " Ucap Reva dengan melas.


Reva mendorong motornya menuju ke bengkel, "Mana bengkel masih jauh lagi" Gerutunya.


Jangan lupa like, komen, favorit kan 😉

__ADS_1


__ADS_2