
Di rumah Rafi
Maya yang baru saja pulang dari kantor itu merebahkan tubuhnya sebentar sebelum melakukan ritual mandinya.
"Elis" Gunamnya lirih dan memejamkan matanya.Maya kan selalu teringat sahabat nya itu di saat dirinya sendiri.
Setelah beristirahat sebentar dan mandi, kini Maya turun ke lantai bawah untuk makan malam. Saat sampai di Anak tangga paling bawah, Maya di panggil oleh wanita yang bekerja sebagai pelayan.
"Nyonya maaf! Tadi saya menemukan ini saat saya membersihkan kamar nyonya. Saya menemukan ini di bawah meja rias nyonya" Ucap pelayanan itu sambil menyodorkan amplop.
"Oh.. Iya, terimakasih! " Maya mengambil amplop itu dan membawanya ke meja makan .
"Sayang, kamu belum buka dan baca surat itu? " Tanya Guntur saat melihat amplop itu tergeletak di atas meja makan.
"Belum sempat mas! Nanti-nanti saja aku buka dan bacanya "jawab Maya yang tangannya sibuk mengambilkan makan malam untuk suaminya, " Makan dulu mas ! " Ucap Maya .
"Terimakasih sayang! " Ucap Guntur sambil tersenyum.
"Sayang boleh aku buka surat itu? " Tanya Guntur di sela-sela makannya.
"Boleh mas! Tapi habiskan dulu itu makannya! " Jawab Maya.
"Aku jadi penasaran apa isi dari surat ini! " Ucap Guntur yang sudah membuka amplop itu.
Maya menggelengkan kepala nya saat melihat suaminya yang kepo dengan isi surat itu.
"Habiskan dulu itu mas! " Seru Maya.
"Sebentar! Aku hanya akan membaca siapa pengirim surat ini! " Ucap Guntur sambil melihat sang istri. Setelah mengucapakan itu Guntur pun langsung membaca nama pengirim surat itu.
Uhuk... Uhuk.. Uhuk
Guntur tersedak saat membaca nama pengirim surat itu.
"Pelan -pelan mas! " Maya memberikan segelas air putih ke suaminya .
Guntur meraih gelas itu dan menghabiskan isinya.
"Sayang kamu harus baca ini! " Ucap Guntur dengan sisa batuk nya.
"Apa sih mas? Aku masih makan , nanti dulu lah! " Kata Maya yang terlihat acuh dengan surat itu.
"Ini dari Elis! " Ucap Guntur yang mampu membuat Maya yang akan menelan makanan nya itu jadi tersedak.
__ADS_1
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk
"Minum dulu sayang! " Guntur menyodorkan gelas berisi air itu ke mulut Maya.
"Elis mas?" Tanya Maya setelah batuk nya hilang.
"Iya, lihat ini! " Guntur menunjukan tanda tangan dan juga nama terang dari si pengirim surat itu.
"Elis Wijayanti " Lirih Maya saat membaca tulisan bagian bawah itu.
Secepat kilat Maya merebut surat itu dari tangan Guntur. Maya menutup mulutnya saat baru membaca surat itu. Cairan bening pun tak luput ikut keluar dari mata Maya.
Dengan berurai air mata Maya membaca semua isi dari surat itu.
"Sayang ada apa? Kenapa kamu menangis? " Tanya Guntur yang panik melihat istrinya tiba-tiba menangis.
"Elis mas! Elis! " Ucap Maya sambil menangis tersedu-sedu di pundak sang suami.
"Iya Elis kenapa? " Tanya Guntur. Namun Maya tak lagi menjawab dirinya hanya terus menangis. Karena penasaran Guntur merebut surat itu dan membacanya. Betapa kagetnya Guntur saat membaca isi surat itu. Tubuh Guntur yang gagah itu seketika menjadi lemas.
Isi surat dari Elis
Teruntuk sahabat ku Maya
Jika surat ini sudah sampai di tangan mu, maka aku sudah tidak ada di dunia ini.
Maya! Aku diam-diam selalu mencari informasi tentang mu. Hingga suatu hari ada berita tentang dirimu dan Guntur yang sukses merajai bisnis di segala bidang, dan itu sangat memudahkan ku untuk mencari alamat di mana kamu tinggal.
Maya! Aku minta tolong kepada mu. Bawa putri ku ke oma nya. Dan, sampaikan salam ku kepada keluarga ku, sampaikan maaf ku terutama utuk mama ku.
Maya! Aku juga berpesan pada bi Lastri agar membawa putri ku kembali ke kota A. Jika kamu sudah menerima surat ini, itu artinya mereka sudah berada di kota ini.
Maya! Aku dan Mas Boby minta maaf jika kami mempunyai salah. Terimakasih juga sebelumnya karena telah merepotkan mu.
Semoga kamu dan Guntur selalu dalam lindunganNya dan di beri kesehatan.
Nama putri ku Reva Karmila Putri
Salam sayang dari sahabat mu " Elis Wijayanti "
"Elis! Boby! " Gunam Guntur lirih.
Maya menghapus air maya dengan kasar dan di rebut lah surat itu dari tangan suami.
__ADS_1
"Bi.... Bibi... " Seru Maya.
"Iya, Nyonya! Ada apa? "
"Panggil penjaga rumah ini ke sini sekarang juga! " Ucap Maya.
"Ba-baik nyonya! " Bibi itu langsung berlari keluar rumah untuk memanggil penjaga rumah itu.
"Ada apa Nyonya? " Tanya laki-laki yang berprofesi sebagi satpam di rumah itu.
"Katakan siapa yang sudah memgantar surat ini? " Maya menunjukkan surat dari Elis.
"Maaf Nyonya! Saya tidak tau namanya, tapi yang mengantar surat itu perempuan dan memakai seragam sekolah" Jelasnya.
"Seperti apa ciri-ciri dari anak itu? " Tanya Guntur.
"Ciri-ciri nya! Memakai kaca mata, rambutnya panjang, anaknya cantik dan iya dia ke sini naik sepeda " Ucap pak satpam.
"Naik sepeda? " Tanya Maya yang kaget.
"Iya, Nyonya "
"Lebih baik kita cek CCTV bagian depan untuk membuktikan omongan pak Anton " Ucap Guntur.
Maya pun mengangguk. Mereka semua menuju rungan di mana mereka bisa melihat rekaman CCTV rumah itu.
"Benar mas dia naik sepeda! " Ucap Maya dengan bibir yang bergetar menahan tangis.
"Tapi kenapa wajahnya tidak begitu jelas di sini? " Ucap Guntur yang masih fokus ke layar monitor.
"Mas kita harus segera menemukan putri Elis! " Rengek Maya.
"Iya sayang kita akan cari mereka, kamu yang sabar ya! " Ucap Guntur.
"Aku gak mau tau Mas! Telfon orang-orang mu itu dan suruh mereka mencari putri Elis! " Ucap Maya dengan berurai air Mata.
Tak tega melihat sang istri yang menangis, Guntur pun langsung menghubungi orang-orang suruhannya.
"Sayang, Kamu sabar ya ! Tante dan Om pasti akan segera menemukan mu! " Gunam Maya sambil memeluk kertas surat itu.
"Ada apa ini Ma? " Tanya Rafi yang baru datang.
Jangan lupa like dan komen 😉
__ADS_1
Berikan sedikit hadiah 🌹 untuk ku🤭😉
Jangan lupa tekan tombol love 💙 agar tidak ketinggalan bab terbaru dari 2R . Terimakasih🙏