
Di kelas Xl
"Apa yang lu rencanain buat si cupu nanti? " Tanya Dimas.
"Kalian lihat saja nanti! " Jawab Rafi yang fokus pada bukunya.
"Tapi jangan yang aneh-aneh ya! " Sahut Roky.
"Kenapa lu takut? " Tanya Rafi.
"Bukan begitu! Kalau sampai dia kenapa-napa, nanti aku juga yang kena imbasnya " Jawab Roky.
"Imbas? " Ulang Dimas.
"Iya, kalau si cupu itu kenapa-napa, gue bisa di amuk sama cewek gue " Sahut Roky.
"Apa hubungannya sama cewek lu? " Tanya Rafi.
"Ya ada lah! Cewek gue itu temanan sama si cupu itu! " Ucap Roky.
"HAH! Apa? Gue gak salah dengar? " Ucap Dimas. Rafi dan Dimas pun langsung menatap Roky .
"Teman cupu yang mana cewek lu? Apa yang galak itu? " Tanya Dimas.
"Sorry ya! Cewek gue bukan itu! " Jawab Roky .
"Oh... Kirain yang galak itu! Jadi ini alasan lu setiap kali istirahat udah ilang duluan? " Ucap Rafi.
"Hehe.. Sorry Fi! " Sahut Roky.
"Gue sih gak masalah lu mau deket sama siapa saja, itu hak lu! Tapi kenapa lu harus main petakumpet dari kita? " Ucap Rafi.
"Iya betul tuh apa yang di katakan Rafi! Lu gak perlu takut sama kita! " Timpal Dimas.
"Bukannya gue takut sama kalian atau gak mau kasih tau! Tapi Sisil minta agar ini menjadi rahasia dulu. Karena Sisil juga belum cerita sama ke dua temannya itu ! "Jelas Roky.
" Kenapa? "Tanya Dimas.
" Sisil takut jika ke dua temannya itu melarang nya pacaran dengan ku! Apa lagi kita sering banget ngerjain si cupu itu ! " Jelas Roky.
"Kenapa harus takut? Kan yang ngejalani lu sama siapa tadi nama cewek lu? "Tanya Dimas.
" Sisil" Sahut Roky.
"Nah... Iya! Sisil, gue akan bantu lu supaya kedua teman Sisil itu bisa nerima lu sebagai pacarnya Sisil" Lanjut Dimas.
"Gak usah! Nanti bukan nya bantu malah bikin rusuh! " Gue sudah kasih Sisil waktu satu minggu ! Jika dalam waktu satu minggu dia belum kasih tau kedua tamannya itu , maka aku sendri yang akan bertindak! " Ucap Roky.
"Ya udah kalau itu mau lu! Teman kita udah sold out satu, tinggal kita yang belum punya pacar!" Dimas menyiku lengan Rafi.
Rafi melirik ke Dimas, "kita? Lu aja kali! " Ucap Rafi .
"Lu juga sudah punya gebetan? " Tanya Dimas dengan serius.
Rafi hanya mengangkat kedua bahunya sebagi jawaban.
"Wah... Gue gak boleh kalah nih sama lu-lu pada! " Ucap Dimas sambil menggelengkan kepalanya.
Rafi dan Roky tertawa mendengar ucapan Dimas.
__ADS_1
**✿❀ ❀✿**
"Va, are you okay? " Tanya Niar saat Reva kembali ke bangku nya.
Reva hanya menganggukkan kepalanya pelan. Gara-gara puisi tentang Ayah itu Reva jadi merindukan sosok ayah yang belum pernah ia ketahui.
"Lu kangen ya sama bokap lu? " Sisil menepuk pundak Reva dari belakang.
Reva menoleh dan tersenyum samar sebagai jawaban.
"Lu yang sabar ya Va! " Ucap Niar. Reva pun mengangguk pelan.
"Gimana kalau pulang sekolah kita ziarah ke makam ayah lu? " Ucap Sisil.
"Gak usah Sil" Sahut Reva.
"Kenapa? Gak papa kok! " Ucap Sisil. Reva menggeleng tanpa bersuara.
"Ya udahlah Sil, kalau Reva nya gak mau jangan maksa" Timpal Niar.
Jam pulang sekolah pun tiba, pak Anton pun mengakhiri pertemuannya.
"Pelajaran kita akhiri sampai di sini! Tugas kalian buat puisi dan akan saya nilai di pertemuan berikutnya, paham? " Ucap pak Anton.
"Paham pak! " Seru semua murid.
"Baiklah, sampai jumpa di pertemuan berikutnya! " Setelah mengucapkan itu pak Anton pun keluar kelas.
"Gak pak Anton, gak bu Mumun! Suka banget sih kasih tugas yang susah! " Umpat Sisil.
"Gak usah ngeluh gitu napa? " Ucap Niar.
"Lu itu pintar tapi pura-pura bodoh " Kata Niar. Sisil pun terkekeh pelan.
Mereka keluar kelas dan berjalan beriringan dengan posisi Sisil yang ada di tengah.
"Kalian mau kemana setelah ini? " Tanya Sisil yang merangkul kedua temannya .
"Gue mau nemani Reva! Lu mau ikut gak? " Jawab Niar.
"Kemana? " Tanya Sisil yang menoleh ke Reva.
"Lu ikut aja! Entar juga tau sendri " Jawab Niar.
"Lu sudah ada janji sama pacar baru mu itu? Aku jadi penasaran! " Ucap Sisil.
"Belum sih! Tapi gak tau nanti kalau dia ngajak pulang bareng ya gue gak bisa ikut sama kalian " Ucap Sisil.
Mereka bertiga menuju lapangan basket untuk menemui geng Rafi atau geng trio bemo versi Niar.
Ya ampun honey! Kamu cakep banget sih! Bnatin Sisil saat melihat Roky yang bersandar di mobilnya.
"Lu lihat apa sih? " Niar membutakan lamunan Sisil.
"HA! Enggak lihat apa-apa kok! " Bohong Sisil.
Reva membuang nafas kasarnya sebelum melanjutkan langkahnya .
"Ngapain Reva ke sana? " Tanya Sisil kepada Niar.
__ADS_1
"Lu lihat aja sendri! " Jawab Niar yang tak mengalihkan pandangannya ke Reva.
"Mana alat cuci mobilnya? " Reva menadahkan tangannya.
"Wesst... Santuy dong! Buru-buru amat, mau ke mana sih? " Ucap Rafi.
"Bukan urusan lu! Buruan mana alat nya? " Sahut Reva.
"Mulai berani ya lu sama kita! " Ucap Dimas.
"Jadi di cuci gak mobilnya? Kalau enggak gue pergi! " Reva langsung berbalik badan .
"Eitsss.... Tunggu dulu! " Rafi menhan tangan Reva.
"Lepas! " Reva menghempaskan tangan Rafi.
"Lu ikut gue! " Ucap Rafi sambil menarik Reva.
"Gue bisa jalan sendri! " Reva berusaha melepaskan tangan Rafi.
"Lepasin gak? " Teriak Niar.
"Lu gak usah ikut campur! " Dimas menghadang jalan Niar.
"Minggir gak lu! " Niar mendorong tubuh Dimas.
"Woy... Lu mau bawa Reva ke mana? " Tanya Niar dengan nada yang keras saat melihat Reva di paksa Rafi masuk ke dalam mobilnya.
"Cabut! " Ucap Rafi sambil memberi isyarat.
Dimas langsung menuju mobilnya.
"Gak bisa di biarin ini! " Gunam Niar. Niar langsung menyusul Dimas dan ikut masuk ke dalam mobilnya.
BRAK
Niar menutup mobil Dimas dengan kasar.
"Woy! Ngapain lu di mobil gue? Turun gak? " Ucap Dimas.
"Enggak!" Sahut Niar yang sedang memasang seat belt.
"Oke! Kalau lu gak mau turun! " Dimas menyeringai dan melajukan mobilnya.
Roky dan Sisil pun mengikuti mereka.
"Honey, mereka mau ke mana sih? " Tanya Sisil sambil menelfon Niar.
"Ke markas mungkin! " Jawab Roky yang fokus pada jalan.
"Markas? " Ulang Sisil, "halo Niar, mobil lu gimana? " Ucap Sisil saat sambungan telfonnya terangkat.
"Gue sudah suruh nyuruh orang untuk ngambil. Aaaa! " Terdengar suara jeritan dari seberang telfon.
"Halo ... Halo Niar.. Niar! " Sisil pun panik setelah mendengar jeritan Niar dan telfonnya pun terputus.
"Honey buruan! Aku khawatir sama mereka berdua! " Sisil memegang lengan Roky.
"Iya " Ucap Roky singkat dan menambah kecepatan mobilnya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung karya ini dengan cara like, komen dan berikan hadiah serta vote. Tekan juga tanda love agar tidak ketinggalan bab baru. Terimakasih 🙏😉