2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.46


__ADS_3

"Om.. Dimas gak sengaja! Dimas gak tau jika Rafi akan mencari si cupu itu! " Dimas menunjuk Reva, " Dimas mohon ampun Om! Aku gak mau pergi dari kota ini Om! Maafkan aku Om! " Dimas berlutut di bawah kaki Guntur.


"Mas... " Suara Maya mengalihkan perhatian semua orang. Maya berlari kecil menghampiri suami nya. "Di mana mas anak kita? Rafi baik-baik aja kan? " Tanya Maya yang khawatir.


"Anak kita masih di tangani oleh dokter! Jadi kamu tenang dulu ya! Mudah-mudahan Rafi cepat sadar juga! " Ucap Guntur.


"Maksudnya? " Tanya Maya.


"Saat di temukan Rafi sudah dalam keadaan tidak sadar! " Jawab Guntur.


"Ya Tuhan... Rafi! " Ucap Maya dan sekita badannya menjadi lemas dan tubuhnya limbung. Untung dengan sigap Guntur menahan tubuh Maya, sehingga tidak terjun ke lantai.


"Mas... Aku ingin ketemu Rafi " Rengek Maya yang ada di pelukan suami.


"Iya... Tapi kita tunggu dokter nya keluar dulu ya!? " Ucap Guntur.


"Kamu! " Maya menunjuk Dimas yang masih bersimpuh di bawah Guntur, " Ngapain kamu di situ? Oh... Tante tau! Ini pasti karena ulah kamu kan? Kamu juga terlibat? " Maya menunjuk Roky.


Dengan cepat Roky mengangkat kedua tangannya dan menggelengkan kepala, " Enggak tan! Saya gak ikutan! Saya benar-benar tidak tau kalau Dimas yang mengubah petunjuk arah itu! "Jelas Roky.


" Tante! Dimas minta maaf! Jangan pisahkan Dimas dengan teman-teman Dimas ! " Dimas memohon kepada Maya.


"Jim.. Urus dia! " Ucap Guntur dan langsung membawa istrinya untuk duduk di kursi tunggu.


"Bang! Please jangan! " Dimas memohon ke Jimi.


"Mau nyusul Zidan atau pilih ke negara lain? " Tanya Jimi sambil mengotak atik ponselnya.


"Bang jangan dong bang! " Rengek Dimas.


"Sudah Jim kirim aja ke pulau terpencil kalau perlu ke planet sekalian " Ucap Hasan yang tiba-tiba ada di belakang Dimas.


Jimi mendongak dan Dimas pun langsung menoleh ke belakang.


Melihat kakaknya Dimas langsung menghampiri, " Bang tolongin Dimas dong bang! Dimas gak mau pergi dari kota ini! Please! " Mohon Dimas.


"Salah sendri bikin ulah " Ucap Hasan dengan ketus.


Panganan Hasan beralih ke Reva yang berdiri menyaksikan drama itu.


"Reva gimana kabar nenek mu? " Tanya Hasan.


"Kesehatan nenek baik-baik saja Dok! " Jawab Reva.


"Dokter Hasan?.... "


"Iya... Dimas adik ku! " Potong Hasan, "aku tau kalian di sini dari Nanta " Jelas Hasan lagi.


Semua mata tertuju ke pada Nanta yang duduk di kursi tunggu itu.


"Kenapa semua melihat ku seperti itu? " Tanya Nanta, " Kami dulu teman sekolah waktu SMA! Saat kuliah juga satu kampus! Hanya saja beda jurusan ! " Nanta memberi penjelasan.

__ADS_1


"Ohhh... " Ucap Niar.


"Mau kau kirim ke mana adik mu ini San? " Tanya Jimi .


"Terserah kamu saja Jim! Mana tempat yang terbaik buat anak ini! " Jawab Hasan.


"Bang.... Kok gitu sih? Belain Dimas dong! " Protes Dimas kepada sang kakak.


"Abang sudah bosan ya belain kamu terus! Sekarang kamu harus belajar bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu perbuat! " Ucap Hasan dengan tegas.


"Aku akan minta bantuan mama dan papa! " Cicit Dimas dan langsung mengeluarkan ponselnya.


"Mama dan papa tidak kan bisa membantu mu lagi!


Mama, papa sudah tau semua ulah mu ini! " Ucap Hasan yang membuat Dimas menjadi tak berdaya.


"Bang... " Rengek Dimas.


Hasan tak menghiraukan adiknya, ia memilih pergi dan kembali ke ruang kerja nya.


"Gue balik kerja dulu! " Pamit Hasan kepada Nanta dan Jimi. Mereka berdua pun mengangguk.


Lihat wajah melasnya aku jadi kasihan! Ah... Ngapain juga kasihan ma dia! Dia kan cowok gak punya hati! Batin Niar.


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang UGD.


"Dok gimana keadaan anak saya? " Tanya Maya yang menghampiri dokter itu.


"Terimakasih Dok! " Ucap Maya dan Guntur bersaman.


Saat Rafi akan di pindahkan ke ruang rawat semua mendekat ingin melihat kondisi Rafi. Terutama Reva, saat pintu UGD di buka lebar Reva langsung lari untuk melihat keadaan Rafi dari dekat.


"Rafi " Ucap Reva yang berdiri di samping brankar . Matanya berkaca-kaca saat melihat Rafi yang belum sadarkan diri .


"Dek, maaf ya! Pasien akan kami pindahkan! " Ucap suster.


Reva pun mengangguk dan bergeser.


"Lebih baik kalian semua pulang! " Ucap Jimi.


"Om, tante! Izinkan saya untuk menunggu Rafi sampai sadar ya! " Ucap Reva memohon kepada Guntur dan Maya.


"Kamu siapanya Rafi? " Tanya Maya sambil menelisik penampilan Reva dari ujung kaki hingga rambut.


"Sa-saya temannya! " Jawab Reva sambil tertunduk.


"Sebaiknya kamu pulang! Rafi tak butuh kamu di sini! " Ucap Maya dengan ketus.


"Tapi tan... " Ucapan Reva terputus saat Maya membentaknya.


"Tidak ada tapi-tapian! Silahkan pulang! " Ucap Maya dengan keras.

__ADS_1


"Udah Va kita pulang saja dulu! Besok kita jenguk Rafi lagi! " Bujuk Niar.


Sepanjang perjalanan pulang Reva lebih banyak melamun. Sesekali ia menyeka air matanya. Reva tersadar dari lamunannya saat mobil yang ia tumpangi itu tiba di depan rumahnya.


"Kalian gak mampir dulu? " Tanya Reva kepada teman-temannya.


"Lain kali aja ya Va! Aku capek banget! Pengen pulang terus rebahan! " Ucap Niar.


"Aku juga! Nanti kamu bilangin ke mbak Nur ya! Kalau nanti kan di jemput sama mang Ujang! " Timpal Sisil. Reva pun mengangguk.


"Kalian hati-hati ya! Makasih ya kak Nanta! " Reva sedikit membungkukkan badannya.


"Iya " Sahut Nanta.


Reva masuk ke dalam rumah saat mobil Nanta sudah melesat jauh .


"Assalammualaikum Nek! " Ucap Reva sambil mendorong pintu.


"Ah... Gawat! Non Reva sudah pulang! Mana nek Lastri belum pulang kerja lagi! " Gumam Mbak Nur.


"Nek! " Ucap Reva.


"Iya non! " Sahut mbak Nur.


"Nenek mana mbak? " Tanya Reva.


"Hemm... Itu... Anu.. " Mbak Nur bingung harus jawab apa.


"Anu apa mbak? Yang jelas dong! " Ucap Reva .


"I-itu non! Hemm... Nenek lagi... "


"Sayang... Cucu nenek sudah pulang! " Ucap Lastri dari arah pintu.


Reva pun menoleh, " Nenek! " Reva berhambur memeluk sang nenek.


Sedangkan mbak Nur mengelus dadanya.


"Nenek dari mana? " Tanya Reva setelah melepaskan pelukannya.


Lastri mengangkat kantung kresek yang berisi nasi bungkus , " Nenek beli ini! " Ucapnya.


"Kenapa gak nyuruh mbak Nur saja Nek! "


"Nenek gak mau Non! Tadi saya sudah menawarkan diri! " Sahut mbak Nur yang menutupi kebohongan nenek Lastri.


"Ya udah kita makan sama-sama yuk! " Ucap Lastri dan menggiring Reva ke meja makan.


bersambung......


**yuk Like dan komennya jangan sampai lupa 😉

__ADS_1


vote dan hadiah dari kalian juga sangat membatu untuk mendukung cerita ini loh! jadi jangan segan untuk memberi hadiah dan juga Vote 👌😉🤗**


__ADS_2