2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.38


__ADS_3

Reva membuka mata saat merasakan bis yang ia tumpangi berhenti.


"Maaf ya! " Ucap Reva sambil mengucek mata dan tanpa menoleh ke sampingnya.


"Iya" Ucap Rafi.


Mendengar suara yang tak asing lagi Reva langsung menoleh, betapa kagetnya saat melihat Rafi di sampingnya.


"Kamu! " Ucap Reva.


Jadi yang aku jadikan sandaran tidur tadi... Dia! Batin Reva.


"Kenapa kaget ya? " Tanya Rafi.


"Kamu itu hantu apa orang sih? Kok bisa otomatis pindah ke sini? " Ucap Reva sambil merapikan rambutnya.


"Hantu! " Bisikan Rafi, "makanya jangan tidur mulu! Biar tau kalau ada orang yang pindah ke samping kamu! " Kata Rafi.


"Ckk" Reva berdecak kesal dan langsung berdiri dari tempat duduk.


"Niar! Sisil mana? " Tanya Reva sudah berada di luar bis.


"Tau! Lagi nyari juga gue! " Jawab Niar yang celingak -celinguk mencari keberadaan Sisil.


"Ehh... Itu Sisil! " Tunjuk Reva.


"Lu dari mana sih? " Tanya Niar ke pada Sisil yang baru datang.


"Dari toilet gue! Kebelet pipis " Jawab Sisil.


"Pipis? Di antarin dia? " Niar menunjuk Roky.


"Gue gak ikut masuk kali! " Sahut Roky cepat.


"Perhatikan semua! Harap kumpul sebentar! " Ucap pak Agung yang di bantu dengan pengeras suara atau Toa.


Semua siswa berkumpul walaupun tak berbaris yang rapi.


"Sudah kumpul semua? " Tanya pak Agung.


"Sudah pak! " Seru semua siswa.


"Kita kana melakukan persami di hutan pinus ini! Pesan bapak, kalian harus bisa menjaga sikap dan menjaga kebersihan di sini! Kalian juga tidak boleh melewati batasan dari hutan pinus ini! Paham semua! " Ucap pak Agung.


"Paham pak! " Seru semua siswa.


"Jika sudah paham, kalian bisa mendirikan tenda kalian sesuai dengan kelompok masing-masing" Lanjut pak Agung.


"Iya pak! " Jawab mereka serentak dan langsung membubarkan diri untuk segera mendirikan tenda.


Hutan pinus itu berdekatan dengan hutan belantara. Namun ada pembatas yang membedakan antara hutan pinus dan hutan belantara itu.


"Kita bangun di sini saja! " Ucap Reva yang menemukan tempat.

__ADS_1


"Oke! " Sahut Niar dan Sisil.


"Weii... Minggir ini tempat kita! " Seru Dimas yang baru datang.


"Heh! Lu itu suka banget ya cari masalah sama kita? Jelas-jelas kita duluan yang ada di sini! Gak bisa ini tempat udah jadi milik kita! " Sahut Niar yang berkacak pinggang.


"Enggak! Ini tempat punya gue dan geng gue! " Ucap Dimas yang langsung membongkar isi ransel nya.


"Bener-bener ini orang ngajak ribut ya! " Gumam Niar.


"Udah Niar kita pindah saja! " Bisik Reva.


"No! " Seru Niar dan langsung merebut tenda yang Dimas pegang.


"Nih tempat lu di sini! " Niar menjatuhkan tenda Dimas dengan kasar.


"Woy! Lu ngajak gue ribut? " Seru Dimas.


"Lu yang ngajak ribut ! Lu yang mulai duluan! " Ucap Niar yang sudah emosi.


Dimas mengambil tendanya dan membawanya ke tempat semula, " Gue tetap di sini! Jadi lu sama temen-temen lu bisa cari tempat yang lain! " Ucap Dimas yang melewati Niar.


Niar menghembuskan nafas kasarnya, kepalanya pun sudah mengeluarkan tanduk. Dengan langkah lebarnya Niar menyusul Dimas dan di dorong lah Dimas dari belakang oleh Niar .


BRUK! Dimas tersungkur.


"Rasain lu! " Cicit Niar.


Dimas mengepalkan tangannya dan langsung bangkit.


"Berani! Gue gak takut sama lu dan geng lu itu! " Ucap Niar dengan tatapan yang tak kalah tajam.


"Bener-bener lu ya! " Ucap Dimas yang langsung menarik krah baju Niar.


"Kenapa? " Dengan cepat pula Niar menarik kaos bagian atas Dimas, "lu yang mulai duluan! Lu jual gue beli! Gue gak takut sama lu! " Niar menatap tajam Dimas tak ada rasa takut sama sekali .


"Udah-udah! Jagan ribut! " Reva dan Sisil menarik mundur Niar secara paksa.


Sedangkan Rafi dan Roky memegangi Dimas.


"Lu ngalah dong sama cewek! " Ucap Roky.


"Cihh, ngalah sama dia? Ogah gak sudi gue! " Ucap Dimas.


"Lu juga yang salah! Lu rebut tempat dia , pasti dia marah " Ucap Rafi.


"Lu berdua belain mereka? " Dimas menatap ke dua temanya itu secara bergantian.


"Buka begitu! Kita kan masih bisa cari tempat yang lain! Tuh di sana juga bisa! " Ucap Rafi yang menunjuk ke sebelah tempat Reva dan teman-temannya.


"Iya! Lu jangan bikin ribut di sini! Ingat ini bukan wilayah kawasan kita! " Timapl Roky.


"Udah! Ayo kita dirikan tenda di sana! " Rafi merangkul Dimas dan menggiring ke tempat yang jadi incaran Rafi.

__ADS_1


"Niar-Niar, Gue heran deh sama lu ! Lu kok ada takut-takutnya sih sama Dimas ? " Ucap Sisil yang membongkar isi tas ransel miliknya.


"Ngapain musti takut! Takut itu hanya kepada Allah! Bukan sama dia! " Sahut Niar.


"Sumpah deh! Pasti tadi itu sakit banget pas dia jatuh " Kekeh Reva.


"Sukurin " Ucap Niar.


"Kamu tau Va? Dari dulu Niar itu hobi banget ribut di sekolah! Entah itu sama cewek atau cowok! " Ucap Sisil yang teringat akan ulah Niar.


"Mereka semua yang mulai! Jadi gue ladenin juga! " Sahut Niar sambil merangkai kerangka tenda.


Reva hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala. Mendapatkan teman yang mempunyai sifat berbeda-beda. Niar yang terkesan tomboi dan Sisil yang manja , itu membuat hidup Reva terasa lebih berwarna akan kehadiran mereka


♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎


Sedangkan di gedung perkantoran milik Guntur sedang terjadi sedikit keributan.


Maya lagi -lagi marah saat anak buah dari suaminya itu belum berhasil menemukan titik temu di mana putri dari sahabat nya itu berada.


"Kalian biasa kerja gak? " Bentak Maya.


Dua orang yang berdiri di hadapan nya itu hanya bisa menunduk dan mengucap kata maaf.


"Saya tidak butuh kata maaf dari kalian! " Ucap Maya, "saya sudah bayar mahal kalian! Tapi, cari anak itu saja tidak pecus! " Cicit Maya.


"Cari di seluruh sekolahan yang ada di kota ini tanpa terkecuali! " Maya memberi perintah.


"Kami sudah mencari ke seluruh sekolah nyonya! Tapi tidak ada satupun murid yang bernama Revana Karmila Putri " Ucap nya.


"Yakin kamu sudah mendatangi semua sekolahan yang ada di kota ini? " Tanya Maya.


"Hanya satu yang belum" Jawabnya.


"Di mana?"


"SMA Nusa Bangsa"


"Kenapa kalian masih di sini? Cepat cari ke sekolahan itu! " Bentak Maya.


"Maaf nyonya! Semua murid sedang mengikuti acara persami " Jelas nya.


"Sayang! Sudah dong jangan marah - marah gitu! " Ucap Guntur yang dari tadi hanya menyaksikan sang istri mengomel.


"Anak buah mu itu mas gak pecus kerja nya! " Ucap Maya dengan sisa emosinya.


"Kalian bisa keluar dari sini! Dan tetap lakukan pencarian anak itu sampai ketemu! " Ucap Guntur yang terlihat tenang.


"Baik Tuan! " Ucap mereka dan segera keluar dari rungan Tuan Guntur.


bersambung......


**jangan lupa like komen dan favorit ya 😉

__ADS_1


berikan hadiah juga vote buat Rafi & Reva ya 🤭😁**


__ADS_2