
"Kamu ke mana Va?di rumah gak ada!" Gumam Rafi yang kembali ke mobilnya.
Mobil Rafi berjalan ke arah rumah sakit, saat di tengah jalan Rafi melihat Reva yang menyalip mobilnya.
"Reva! Mau kemana dia?!" Gumam Rafi.
Tak ingin kehilangan jejak Rafi mengikuti ke mana Reva pergi.
"Ngapain dia ke pemakaman?" Gumam Rafi.
Rafi memilih menunggu Reva dari dalam mobil.
"Ibu.. Ayah, Reva datang!" Ucap Reva sambil berjongkok di antara makam ibu dan ayahnya.
"Maafkan Reva ya ! Baru bisa berkunjung ke rumah ibu dan ayah!" Tangan Reva menabur bunga di makam sang ibu dan ayahnya secara bergantian, "apa ibu dan ayah marah sama Reva? Semenjak pindah ke kota ini Reva sibuk! Reva harus sekolah dan bekerja untuk biaya pengobatan nenek. Ibu... Ayah, Reva harus berbuat apa? Nenek harus segera di operasi! Dan, uang Reva tak cukup untuk biaya itu!" Reva mengusap air matanya.
"Ibu... Ayah, Reva tak ada pilihan lain lagi! Reva terpaksa harus menjual liontin ibu. Ini demi nenek bu! Maafkan Reva!" Reva menangis tersedu di antara makam kedua orang tuanya.
"Andai kalian masih ada!" Lirih Reva di sela isak tangisnya.
Karena bosan menunggu di dalam mobil, Rafi mencoba masuk ke dalam pemakaman. Dengan langkah perlahan ia mencari keberadaan Reva.
Rafi menghentikan langkahnya saat mendengar suara tangisan.
__ADS_1
"Siapa yang nangis?" Gumam Rafi, "Jangan-jangan hantu!" Rafi bergidik ngeri.
Saat akan berbalik arah ia melihat Reva yang duduk bersimpuh di antara dua makam. Terlihat jelas bahunya yang bergetar karena menangis.
"Makam siapa itu?" Gumam Rafi.
Tak tega melihat Reva yang menangis, Rafi pun menghampirinya. Namun, ia urungkan niatnya. "Enggak! Jangan sampai Reva tau kalau aku mengikutinya kesini! Pasti dia akan marah!"Gumam Rafi. Ia segera bersembunyi di balik pohon yang besar.
Di saat yang bersamaan Reva bangkit dan meninggalkan makam kedua orang tuanya. Sebelum pergi Reva mencium nisan kedua orang tuanya sambil berpamitan. "Ibu... Ayah, Reva pulang dulu! Reva akan sering ke rumah ibu dan ayah!"
Setelah mengucapakan itu Reva pun keluar dari area pemakaman. Saat di depan gerbang pemakaman Reva melihat mobil yang terparkir tak jauh dari sana.
"Seperti mobilnya Rafi! Ah... Masak iya dia ada di sini? Ngapain coba? Ah... Mungkin hanya mirip saja!" Ucap Reva yang tak ambil pusing dan segera meninggal kan tempat itu.
"Elis wijayanti"
"Boby anggara"
"Apa ini kedua orang tua Reva?tunggu-tunggu! Nama itu mirip dengan sahabat mama yang di cari-cari selama ini kan?!" Gumam Rafi.
Rafi mengambil ponsel nya dari saku celananya, kemudian ia memfoto kedua makam itu. Setelah memastikan jika foto itu benar-benar jelas Rafi pun segera pergi.
Rafi mengemudikan mobilnya sambil menelfon mamanya. Di panggilan pertama lolos tak terjawab. Rafi terus menelfon mamanya hingga panggilannya tersambung.
__ADS_1
"Mama di mana sekang?" Tanya Rafi saat telfonnya tersambung.
"Di kantor! Tapi ini mama mau jalan keluar karena ada meeting!" Jawab Maya dari sebrang telfon.
"Jangan pergi dulu ma! Tunggu Rafi sebentar lagi sampai!" Setelah mengucapkan itu Rafi memutuskan telfonnya secara sepihak.
Maya yang sedang tergesa-gesa itu pun mengomel, "kenapa sih ini anak? Kaya ada yang penting aja!"
"Ada apa dengan tuan muda Nyonya?" Tanya Jimi.
Maya mengangkat kedua bahunya, "katanya dia mau kesini!" Ucap Maya.
"Kita berangkat sekarang Jim!" Tatih Maya.
"Baik Nyonya!" Jimi pun menyalakan mesin mobilnya.
Baru berjalan 500 meter dari kantor, Jimi mengerem mobilnya secara mendadak karena ada mobil yang sengaja menghadangnya.
bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE & KOMEN UNTUK MENDUKUNG CERITA INI!
༶•┈┈⛧┈♛TERIMAKASIH♛┈⛧┈┈•༶
__ADS_1