2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.45


__ADS_3

Suara Reva menggema di hutan yang sangat rimbun itu. Team SAR yang mendengar pun langsung mencari sumber sura itu.


"Rafi... Bertahanlah! " Ucap Reva sambil mengusap pelan wajah Rafi.


Berulang kali Reva mengecek denyut nadi Rafi. Reva takut akan terjadi sesuatu hal yang buruk menimpa Rafi.


Reva mendadak panik saat merasakan denyut nadi Rafi semakin lemah.


"Rafi... Bangun! Sadar Fi! " Reva mengguncangkan tubuh Rafi.


Reva tak kuasa menahan air matanya, " Rafi sadar! Kamu harus bisa bertahan! Jangan membuat ku takut! Hikss... Hikss" Reva terisak sambil memeluk tubuh Rafi yang lemah.


"Bangun Fi! Bangun! Aku gak suka kamu yang diam seperti ini! Aku suka kamu dengan kejahilan mu Fi... Bangun! " Gumam Reva yang terus terisak.


Perlahan Rafi membuka matanya, tangannya terangkat mengusap air mata Reva yang membasahi pipi, " Kamu terlihat jelek jika menangis! "Ucap Rafi dengan senyum yang di paksakan.


" Fi... Aku mohon bertahan lah! " Reva menggenggam erat tangan Rafi.


" Sebaiknya kamu segera keluar dari hutan ini! Carilah bantuan! Tinggalkan aku di sini! Aku tak sanggup untuk berjalan lagi! " Ucap Rafi lirih.


Reva menggeleng dengan cepat, "enggak! Aku gak akan meninggalkan mu sendiri! Aku gak akan melakukan itu! " Ucap Reva dengan tetesan air mata.


"Pergilah! Jangan pedulikan aku! " Setelah mengucapkan itu Rafi kembali tak sadarkan diri.


"Rafiii..... " Tangis Reva pecah di saat Rafi menutup mata. Reva memeluk erat tubuh Rafi disertai tangisnya yang tak henti.


Reva menghapus air matanya dengan kasar.


"Tolooongggg.... " Reva mencoba berteriak lagi dan lagi.


Hikss... Hikss.. Hikss


Reva kembali terisak Karena tak ada yang mendengar teriakan nya.


Reva tak ingin hanya diam menunggu pertolongan datang. Dengan memapah Rafi, Reva mencoba mencari jalan keluar.


Merasa kesusahan saat memapah Rafi akhirnya Reva menggendong Rafi di punggungnya. Tubuh Rafi yang berat membuat Reva cepat lelah. Baru melangkah beberapa jangkah saja Reva sudah berhenti.


Reva kembali terisak ia takut tak bisa membawa Rafi keluar dari hutan itu.


"Dengar ada sura orang menangis! " Ucap pak Agung yang di tanggapi oleh team SAR.


"Sumber suara ada di sana! " Ucap salah satu team SAR.


"Cepat kita ke sama! " Ucap Guntur.


Semua team SAR menuju sumber suara dan benar saja ada orang duduk di bawah pohon dan sedang menangis.


"Reva! " Pekik pak Agung dan langsung lari menghampiri Reva.


Reva menoleh saat namanya di panggil, " Pak Agung! "Tangis Reva pecah saat pak Agung mendekat, " Pak tolong Rafi pak! " Ucap Reva di sela tangis nya.

__ADS_1


"Rafi! " Ucap Guntur yang kaget saat melihat kondisi anaknya yang tak sadarkan diri.


Guntur langsung mengambil alih Rafi dari pangkuan Reva. Guntur tidak mengunakan tandu untuk mengangkat Rafi. Guntur membopong sendiri anak semata wayang nya itu dan segera di bawa keluar dari hutan.


"Tuan ini tandunya! " Ucap team SAR.


"Tidak perlu! Bawa saja anak itu! Saya akan membawa anak saya dengan tangan saya sendiri ! " Ucap Guntur. Dan, team SAR maupun pak Agung tidak bisa mencegah nya.


Sedangkan Reva di angkat menggunakan tandu oleh team SAR.


Perjalanan menuju tempat kemah lumayan jauh. Mereka di temukan siang hari dan tiba di lokasi perkemahan saat hari mulai sore.


"Reva... " Teriak Niar dan Sisil secara bersamaan. Mereka berlari menghampiri Reva dan memeluknya dengan erat.


"Va... Maafin gue! " Ucap Sisil.


"Gue juga minta maaf Va! Seharusnya gue ikut lu waktu itu! " Ucap Niar.


"Aku gak papa! Kalian gak perlu minta maaf! " Sahut Reva.


"Buka pintu mobilnya Jim! " Teriak Guntur yang sedikit berlari dengan membopong Rafi.


Semua mata tertuju ke arah Guntur.


"Ke rumah sakit terdekat Jim! " Perintah Guntur yang masuk ke dalam mobil.


"Om.. Tunggu! " Ucap Reva.


"Gue mau ikut ke rumah sakit! Gue khawatir dengan kondisi Rafi! " Ucap Reva dan berlari ke mobil orang tua Rafi.


"Om.. Aku ikut! " Ucap Reva sambil mengetuk kaca jendela mobil itu.


"Cepat jalan Jim! Tunggu apa lagi? " Perintah Guntur yang seakan tidak suka dengan Reva.


"Baik Tuan! " Sahut Jimi dan melajukan mobilnya.


"Om... Tunggu! " Reva berusaha mengejar mobil itu.


Dia


"Va... Udah Va ! Kita bisa menyusul ke rumah sakit nanti! " Ucap Niar yang berusaha menahan Reva.


"Aku takut Rafi kenapa - napa! Dia seperti itu karena nolongin aku Nia! " Ucap Reva sambil menangis.


"Iya... Tau! Nanti kita akan mengantarkan mu untuk menemui Rafi! Tapi, sekarang lu harus ikut kita untuk mengobati luka mu itu! " Sahut Sisil.


Sedangkan murid-murid yang lainnya sudah pulang terlebih dulu. Hanya menyisakan Roky, Dimas, Sisil dan Niar.


"Sayang... Aku ikut kamu ya?! " Ucap Roky.


"Tapi aku nebeng sama kak Nanta! " Sahut Sisil.

__ADS_1


"Udah gak papa kalian ikut mobil kakak aja! " Ucap Nanta yang sudah siap masuk ke dalam mobil.


"Kak! Kita langsung nyusul Rafi ya! " Ucap Reva.


"Iya... Nanti setelah kita tau Rafi berada di rumah sakit mana ya! " Sahut Nanta.


"Honey, coba kamu tanya papanya Rafi! Berada di rumah sakit mana sekarang! " Ucap Sisil ke pada Roky.


Roky mengeluarkan ponselnya dan menelfon Jimi.


"Di rumah sakit Aminah" Ucap Roky setelah sambungan telfonnya terputus.


"Oke! " Sahut Nanta.


Reva segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sakit. Teman-temannya mengekor mengekor langkah Reva.


"Om.. Gimana keadaannya Rafi? " Tanya Reva yang menghampiri Guntur.


Guntur dan Jimi saling pandang .


"Masih di tangani dokter! " Jawab Guntur yang terkesan jutek.


"Syukurlah! Semoga kamu baik-baik saja Fi! " Gumam Reva.


"Kenapa Rafi bisa sampai terluka begitu ? " Tanya Guntur kepada Reva.


"Itu karena Rafi terpleset! Saat dia jatuh kakinya terkena batang kayu yang runcing! " Jelas Reva sambil tertunduk.


Pandangan Guntur beralih ke Roky dan Dimas, "kalian berdua sini! " Ucap Guntur.


"Om aku minta maaf! Aku tak sengaja! " Ucap Dimas.


"Duduk! " Perintah Guntur.


"Apa kalian sudah bosan tinggal di kota ini? Mau menyusul Zidan? " Tanya Guntur dengan tatapan yang tajam.


"Dia yang salah Om! " Roky menunjuk Dimas, " Jangan kirim Roky ke luar negeri Om! Roky gak salah, Dimas yang salah Om! " Ucap Roky.


"Benar begitu Dim? " Tanya Guntur.


Dimas hanya menundukkan kepala.


"Jangan bikin Om semakin marah ya! " Ucap Guntur lagi.


"Om.. Dimas gak sengaja! Dimas gak tau jika Rafi akan mencari si cupu itu! " Dimas menunjuk Reva, " Dimas mohon ampun Om! Aku gak mau pergi dari kota ini Om! Maafkan aku Om! " Dimas berlutut di bawah kaki Guntur.


bersambung....


**jangan lupa like dan komen ya!


jika kalian suka dengan cerita ini maka berikan vote untuk mendukung cerita ini! terimakasih 🙏**

__ADS_1


__ADS_2