
Jangan di tanya lagi gimana perasan Roky saat ini, tentu sangat senang dan juga bahagia.Cintanya tak bertepuk sebelah tangan, Ternya Sisil menerima cintanya.
Roky memeluk Sisil dengan erat sambil berulang kali mengucap kata, "terimakasih! terimakasih telah menerima ku! " Roky mengecup sekilas kening Sisil.
"Sudah dong honey! Malu di lihatin banyak orang! " Sisil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. karena mereka menjadi pusat perhatian bagi pengunjung yang lain.
"Kenapa di tutup? " Roky meraih tangan Sisil .
"Malu" Ucap Sisil dengan nada yang manja.
Roky terkekeh , di raihlah kedua tangan Sisil lalau di cium lah punggung tangan Sisil.
Blush
Wajah Sisil pun bersemu merah karena ulah Roky.
"l love you " ucap Roky.
"love you to honey " sahut Sisil dengan malu-malau.
Setelah acara makan selesai Roky pun mengantarkan Sisil pulang.
"Honey! " Ucap Sisil manja.
"Apa sayang! " Sahut Roky sambil menoleh ke Sisil.
"Sementara kita backstreet dulu ya! " Ucap Sisil lirih.
Cekiittt
Suara mobil Roky yang tiba-tiba berhenti karena
Roky mengerem mobilnya secara mendadak.
"Hati-hati dong honey! " Seru Sisil sambil merapikan rambutnya.
"Kenapa harus backstreet sih? " Roky memiringkan badannya dan menatap Sisil.
"Kita backstreet nya cuma sama ke dua temanku kok! Soalnya aku belum cerita sama mereka jika cowok yang dekat dengan ku itu kamu! " Jelas Sisil.
"Kenapa kamu gak cerita? Aku gak mau backstreet! "
"Ini untuk sementara waktu honey! Beri aku waktu untuk beritahu mereka tentang hubungan kita " Sisil meraih tangan Roky, "aku janji akan secepatnya cerita sama mereka, oke! "
"Butuh waktu berapa lama? " Roky melirik Sisil.
Sisil mengangkat kedua bahunya, dirinya belum bisa memastikan kapan yang tepat untuk memberitahu kedua sahabatnya itu.
"Gak boleh lebih dari satu minggu " Ucap Roky.
"Akan aku usahain honey! Makasih ya atas pengertian nya! " Sisil merangkul lengan Roky. Roky pun tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Sisil.
°°°°\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=°°°°
"Hay guys! " Sapa Sisil yang baru datang.
"Pagi-pagi udah bikin heboh lu " Ucap Niar.
__ADS_1
"Tumben kalian gak berangkat bareng? " Tanya Reva.
"Sekarang dia sudah punya tukang ojek! " Sahut Niar .
"Kok tukang ojek sih! " Protes Sisil.
Niar hanya menyebikkan bibirnya.
"Kamu pakai jasa ojek online sekarang? " Tanya Reva.
"Ya ampun Reva! Bukan ojek online! Tapi gebetan dia tuh yang jadi tukang antar jemput! " Sahut Niar.
"Lu kenapa sih Niar sewot melulu dari kemarin? " Ucap Sisil.
"Habisnya lu gak mau jujur sama kita, siapa yang lagi dekat sama lu! " Jawab Niar.
"Nanti deh gue kenalin sama dia! " Sahut Sisil, "oh.. Iya, berhubung gue lagi heppy nanti gue traktir kalian, gimana? "
"Cuma mereka doang Sil yang di traktir? Kita kan juga mau! Iya gak teman-teman? " Sahut salah satu teman sekelas mereka.
"Iya, betul tuh Sil! Kita juga mau! " Sahut teman-teman yang lain.
"Udah traktir aja! Takut miskin lu!" Ucap Niar sambil tersenyum .
"Enak aja takut miskin! Kalau traktir mereka doang mah kecil" Ucap Sisil dengan sombong, " Oke deh kalian semua gue traktir nanti di kantin " Seru Sisil.
"Nah gitu dong! " Seru teman-temanya.
"Niar, Sisil itu anaknya konglomerat ya? " Tanya Reva lirih.
"Masak sih? "
"Dia itu putri raja " Ucap Niar.
"Putri raja? " Ulang Reva.
"Kalian lagi bisik-bisik apa sih? " Tanya Sisil yang curiga.
"Ah... Bukan apa-apa kok Sil! Ini lagi ngomongin pelajaran hari ini " Jelas Reva yang berbohong.
Lonceng tanda jam istirahat pun berbunyi. Reva dan kedua sahabat nya itu menuju kantin.
"Auw! " Pekik Reva, saat dirinya tertabrak oleh salah satu murid .
"Makanya kalau jalan itu pake mata dong! " Ucap Dimas. Dimas sengaja menabrak Reva dan menumpahkan minuman ke baju Reva.
"Di mana-mana itu jalan pakai kaki bukan mata, Dodol!" Sahut Niar.
"Gak udah ikut campur lu! Ucap Dimas.
"Wih... Di belain tuh sama temanya " Ucap Rafi.
Reva melihat Rafi yang juga melihatnya dengan senyum menyamping.
"Apa fungsi nya kacamata lu kalau lu jalan gak memperhatikan sekitar lu! " Rafi menarik paksa kacamata Reva.
"Balikin gak! " Seru Reva.
__ADS_1
"Minta maaf dulu sama teman gue! " Tatih Rafi.
"Va, jangan mau lu gak salah! " Bisikan dari Niar.
"Gue gak salah! Teman lu yang duluan nabrak gue! " Ucap Reva.
"Ya udah kalau lu gak mau! Berarti lu gak butuh lagi ini kacamata! " Rafi memutar-mutarkan kacamata itu di jari telunjuknya.
Reva menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar, "oke! Gue minta maaf! " Reva mengulurkan tangannya ke Dimas .
Dimas hanya memandangi tangan dengan seringai liciknya.
"Maaf doang? " Ucap Dimas.
Reva menarik tangannya kembali, "lalu mau apa? " Tanya Reva dengan malas.
"Apa ya? " Dimas terlihat berfikir.
Sedangkan Rafi terlihat membisikkan sesuatu ke pada Dimas, sehingga sang empunya menganggukkan kepalanya.
"Gue mau lu nyuci mobil kita bertiga " Ucap Dimas.
"HAH! " Ucap Niar dan Reva secara bersamaan. Mereka sangat syok mendengar permintaan Dimas yang tak masuk akal itu.
"Gila lu ya! Lu pikir Reva babu mu apa? Kalau mau mobil kalian kinclong, bawa saja ke tempat cuci mobil, gak usah suruh-suruh Reva! " Ucap Niar.
"Gue gak ada urusan sama lu! Jadi tutup mulut mu itu! Berisik" Ucap Dimas sambil menutup telinga nya. Seakan-akan suara Niar itu merusak gendang telinga nya.
"Va, lu jangan diam aja dong! Lu jangan mau di tindas sama mereka! " Ucap Niar.
"Udah gak papa ! " Ucap Reva lirih ke Niar, "Oke, nanti sepulang sekolah gue akan turuti keinginan kalian" Ucap Reva yang menyetujui permintaan Dimas.
"Nah, gitu dong! Jangan banyak ngebantah kaya temen lu itu! " Dimas menunjuk Niar menggunakan dagunya.
"Gue tunggu lu di parkiran! Jangan coba-coba untuk kabur ya! Kalau sampai kabur, sepeda butut lu akan gue jadikan merahan besi , Paham lu! " Ancam Dimas. Setelah mengucapakan itu Dimas pun pergi.
GLEk
Reva susah payah menelan ludahnya.
Rafi menarik baju Dimas, sehingga langkah Dimas terhenti.
"Apa? " Tanya Dimas kepada Rafi.
Rafi tak menjawab pertanyaan Dimas. Ia mencelupkan tangannya ke gelas yang di pegang Dimas.
"Nih gue balikin kacamata lu! " Rafi menyerahkan kacamata Reva dengan kasar. Dan tangan sebelahnya menyipratkan air ke muka Reva. Rafi pun tersenyum yang tidak bisa di artikan oleh Reva.
Reva mengusap wajahnya yang basah sambil melihat kepergian Rafi.
✧༺♥༻✧
Aduh si Rafi emang bener-bener buat Reva bingung aja
Jangan lupa dukung karya author ini dengan cara like👍, komen✍ dan favorit kan💙
Beri vote dan juga hadiah 🌹buat author agar semangat buat bab baru lagi😉🤭🤗
__ADS_1