2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.16


__ADS_3

"Kita nongkrong dulu yuk , ketempat biasa! " Ajak Dimas.


"Males gue! Lain kali aja" Sahut Rafi .


"Gimana lu mau gak? " Dimas menyikut lengan Roky yang sedang asik dengan ponselnya.


"HA!apa? " Ucap Roky.


"Kita nongkrong dulu, gimana? Lu lagi chatingan ma siapa sih? Kaya penting aja " Ucap Dimas sambil melirik ponsel Roky.


"Oh ini, biasa nyokap. Nongkrong di mana kita? " Roky menyimpan ponselnya ke saku celananya.


"Ke tempat biasa " Ucap Dimas.


"Beneran lu gak mau ikut kita Fi? " Tanya Dimas.


"Enggak, gue lagi males " Ucap Rafi yang sudah berada di dalam mobilnya.


"Kenapa sih itu bocah? " Tanya Roky, yang melihat mobil Rafi sudah melesat keluar dari area sekolah.


"Tau" Dimas mengangkat kedua bahunya. Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing.


------_____-------_____-------______-------_____----


"Va, lu langsung ke restoran kan? " Tanya Niar sambil memasukan buku -bukunya ke dalam tas.


"Iya" Jawab Reva.


"Sorry gue gak bisa antar lu ke restoran" Ucap Niar lagi.


"Iya, gak papa! Aku juga mau mampir ke suatu tempat dulu kok" Sahut Reva.


"Biar di antar Sisil aja, iya kan Sil?" Niar menoleh ke bangku belakangnya dan ternyata penghuninya sudah tidak ada di tempat, "Eh... Loh kemana tuh anak ?"


"Udah keluar kelas dari tadi Sisil" Ucap Reva.


"His, dasar" Umpat Niar.


"Gue tinggal gak papa nih? " Tanya Niar.


"Gak papa! Udah lu duluan aja" Jawab Reva.


Reva menyusul Niar yang sudah keluar terlebih dulu. Reva menyeret langkahnya menuju halte untuk mencari angkutan umum.


"Pak tolong ini di jahit! " Ucap Reva kepada tukang sol sepatu. Reva menyerahkan sepatunya yang telah di rusak oleh Rafi.


Tukang sol sepatu pun di buat geleng kepala saat melihat sepatu Reva.


"Maaf neng, ini sudah tidak bisa di betulkan " Ucapnya sambil menyerahkan sepatu Reva kembali.


"Gak bisa ya pak? " Wajah Reva langsung lesu. Pasalnya itu sepatu satu-satunya yang ia punya.


Besok aku harus pakai apa? Gak mungkin juga beli sepatu baru! Batin Reva.


Reva menunggu angkutan lagi untuk menuju restoran tempatnya bekerja. Reva menunggu sambil berjalan pelan.


"Tumben lama bener, gak lewat-lewat" Gerutu Reva, ia menghentikan langkahnya. Karena merasa tak nyaman dengan sepatunya, Reva pun melepaskannya. Ia hanya menggunakan kaus kaki sebagai alas kakinya.


"Dasar wanita aneh! Sepatu rusak saja masih di pakai " Lirih Rafi yang ada di dalam mobil.

__ADS_1


Sebenarnya dari tadi Rafi sudah mengikuti Reva .


Rafi menghentikan mobilnya tetap di depan Reva yang sedang melepas sepatunya.


"Naik! " Ucap Rafi dingin.


"Ckk, ngapain ini orang? " Reva memutar bola matanya malas.


"Cepat naik! " Ucap Rafi.


Reva tak menggubris ucapan Rafi, ia segera meninggalkan tempat itu. Reva mempercepat langkahnya, berharap ada angkutan yang lewat.


"Bener-bener ya ini cewek! " Umpat Rafi, ia melajukan mobilnya kembali . Rafi menghentikan mobilnya di depan Reva , tentu untuk menghadang jalan Reva.


"Mau apa lagi sih? " Ucap Reva saat Rafi melangkah mendekatinya.


Rafi tak menjawab, Reva melangkah mundur saat Rafi mulai mendekat.


GREP


Rafi mengangkat tubuh Reva seperti karung beras.


"Lepas! " Reva meronta serta memukul punggung Rafi dengan sekuat tenaga yang ia punya.


Rafi mendudukkan Reva di bangku mobil sebelah kiri.


"Biasa diam gak? " Rafi menatap tajam Reva, "duduk diam di situ! "


Kemudian Rafi menyusul naik mobilnya, Rafi melirik Reva yang tidak memasang seat belt.


"Pakai itu seat belt nya! "Perintah Rafi tanpa menoleh Reva.


Reva reflek menoleh saat tangan Rafi terulur menarik seat belt itu.


DEG


Sesaat tatapan mata merah beradu, Rafi segera memundurkan badannya karena takut Reva akan mendengar detak jantung nya yang berdebar.


"Ini bukan jalan ke rumah ku! " Ketus Reva.


"Siapa juga yang akan mengantarkan mu pulang? PeDe banget! " Sahut Raft yang gak kalah ketus.


Bodoh! Kenapa aku bisa mempunyai pikiran kalau dia akan mengantarkan ku pulang sih ! Batin Reva.


Suasana di mobil itu kembali sunyi, hingga akhirnya mobil Rafi berhenti di sebuah toko sepatu ternama di kota itu.


"Turun! " Rafi memberi perhatian kepada Reva.


"Enggak mau! " Ucap Reva.


"Lu turun sekarang atau aku gendong! " Rafi menatap tajam Reva.


"I-iya - iya aku turun " Reva segera turun dari mobil Rafi.


"Cepat masuk! Ngapain bengong di situ? " Ucap Rafi melihat Reva yang masih berdiri di sebelah mobilnya.


"Masuk saja sendri, aku mau pulang! " Setelah mengucapkan itu Reva melangkah pergi. Dengan cepat Rafi menarik tangan Reva.


"Aku bilang masuk ya masuk! " Ucap Rafi.

__ADS_1


"Aku gak mau!" Reva menepis tangan Rafi, sayangnya Rafi mempererat cengkeramannya sehingga tidak bisa lepas.


Rafi menarik Reva dengan paksa, tentu Reva memberontak.


"Lepas! Aku gak mau ikut! "


"Bisa diam gak! " Bentak Rafi.


Nyali Reva menciut saat Rafi membentaknya, pasalnya wajah Rafi terlihat menakutkan.


Tanpa perlawanan Reva mengikuti langkah Rafi.


"Pilih yang kamu suka " Ucapnya saat sudah di dalam toko sepatu.


"Buat apa? Aku gak mau ! " Reva membuang mukanya dan bersedekap.


"Buat apa? " Ulang Rafi, "kau lupa jika sepatu lecek mu itu sudah rusak! " Ucap Rafi.


"Itu semua gara-gara kau! " Reva menuju Rafi.


Rafi menepis tangan Reva "singkirkan tangan mu itu! " Setelah mengucapkan itu Rafi memilihkan sepatu yang cocok buat Reva.


Rafi sedang sibuk memilih sepatu untuk Reva. Sedangkan Reva terlihat begitu cuwek, ia memilih memainkan ponselnya.


"Lu coba ini! " Rafi menyodorkan sepatu kets berwarna hitam dengan kombinasi warna putih.


Reva hanya melihat sekilas dan tak berniat untuk mencobanya.


Karena Reva tak menghiraukan, membuat Rafi memaksa Reva untuk duduk . Kemudian Rafi berjongkok di depan Reva dan memasangkan sepatu itu.


Wihhh, udah kaya Cinderela aja 🤭😁


Setelah di rasa cocok dan pas di kaki Reva, lantas Rafi beranjak dan membayarnya di kasir.


"Mbak saya ambil dua pasang, tolong yang ini di bungkus! Kalau yang itu biar langsung di pakai " Jelas Rafi sambil menyerahkan kartu warna hitam miliknya.


"Nih, untuk mu! " Rafi menyerahkan paper bang berisi sepatu.


"Apa ini? Aku gak mau! Oh.. Iya aku akan mengganti uang mu untuk sepatu ini! " Ucap Reva.


"Terima saja kenapa sih , apa susahnya? " Rafi meninggalkan Reva yang masih mematung di depan toko.


"Dasar cowok egois! Tukang tindas! tukang maksa! " Maki Reva.


"Kalau gak cepat naik, gue tinggal! " Ucap Rafi.


Reva langsung berlari menuju mobil Rafi, ia gak mungkin jalan ke tempat kerja karena jaraknya sangat jauh.


"Rumah lu fi mana? " Tanya Rafi sambil menyetir .


"Antar ke jalan xxxx aja" Jawab Reva.


ko



Dua pasang sepatu dari Rafi untuk Reva 😁🤭


Jangan lupa like , komen

__ADS_1


Favoritkan juga agar kalian tidak ketinggalan bab selanjutnya. Thanks for reading, see you in the next chapter😉


__ADS_2