2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.40


__ADS_3

Lama Sisil dan Niar menunggu Reva, namun Reva tak kunjung datang.


"Ini sudah sore! Sudah hampir gelap mana Reva belum datang juga? " Omel Niar.


"Apa kita lapor pak Agung saja ya! " Ucap Sisil.


"Tunggu apa lagi? Kita harus minta bantuan pak Agung dan teman-teman untuk mencari Reva" Sahut Niar.


Saat keluar dari tenda Niar melihat Dimas yang sedang berbincang-bincang dengan kedua tamannya.


"Pasti lu kan yang sudah menjebak Reva di dalam hutan? " Niar mendorong tubuh Dimas , karena posisi yang membelakangi Niar sehingga Dimas jatuh .


"Apa-apaan sih lu main dorong saja! " Maki Dimas setelah bangkit dari jatuh nya.


"Jujur! Lu kan yang sudah menjebak Reva? " Tanya Niar.


"Jangan asal nuduh lu ya! "


"Lalu siapa lagi kalau bukan kalian pelakunya! Sampai detik ini Reva juga belum kembali! Kalian harus tanggung jawab! Gue akan laporkan masalah ini ke pak Agung, agar kalian di hukum! Kalau perlu kalian di keluarkan dari sekolah! " Setelah mengucapkan itu Niar langsung pergi untuk mencari pak Agung.


"Benar lu yang sudah membuat si cupu itu tersesat? " Tanya Rafi.


"Enggak! Gue gak ngapa-ngapain si cupu kok! Kan dari tadi gue juga sama kalian terus! " Dimas mengelak.


"Jangan bohong lu! " Ucap Rafi.


"Gue gak bohong! " Sahut Dimas.


"Awas aja ya kalau kita sampai di keluarin dari sekolah gara-gara ulah mu yang konyol ini! " Ucap Roky penuh penekanan.


"Kenapa jadi nyalahin gue! " Umpat Dimas.


Roky menyusul Sisil yang menghadap pak Agung. Sedangkan Rafi menyiapkan perlengkapan untuk masuk ke hutan . Setelah semua siap Rafi bergegas untuk mencari Reva tanpa menunggu komando dari guru.


"Lu mau ke mana Fi? " Cegah Dimas.


"Gue mau cari Reva! " Jawab Rafi ketus.


"Ngapain sih lu cari dia? Nanti juga balik sendiri! " Ucap Dimas.


"Lu bilang balik sendri? Mana ? Sampai sekarang dia juga belum nongol! " Sahut Rafi.


Rafi tak ingin memperlambat waktunya, ia segera pergi untuk mencari Reva.


♡´・ᴗ・`♡

__ADS_1


"Pak! Tolong pak! Reva belum kembali dari tadi " Ucap Niar dan Sisil bersamaan.


"Tolong satu-satunya kalau bicara! " Pinta pak Agung.


Niar menarik nafas dan menghembuskan, "Pak! Dari tadi Reva belum kembali ! "Ucap Niar yang berusaha tidak panik.


" Iya Pak! Reva hilang! " Timpal Sisil.


"Hilang? " Ulang Pak Agung yang mendadak lola .


"Iya Pak! Tolong cari Reva pak! " Rengek Niar dan Sisil.


"Iya.. Iya! " Ucap pak Agung dan langsung mengumpulkan semua murid.


Setelah memberi pengumuman dan menunjuk beberapa murid untuk mencari Reva, pak Agung juga melapaor ke petugas setempat untuk membatu mencari Reva.


"Sayang gimana? " Tanya Roky yang menyusul Sisil.


"Ini semua ulah teman kamu itu! " Ucap Sisil dengan kesal.


"Ayo Sil , kita juga harus ikut mencari Reva! " Niar menarik Sisil supaya menjauh dari Roky.


"Yang.... Sayang! Tunggu! " Roky mengikuti langkah Sisil yang di tarik paksa oleh Niar.


"Niar gue takut masuk hutan! " Ucap Sisil.


"Gue akan ikut kalian untuk mencari Reva! " Ucap Roky.


"Kamu serius honey? " Tanya Sisil yang mendapat anggukan kepala dari Roky.


"Tunggu apa lagi? Cepat bersiap! " Ucap Niar.


♡´・ᴗ・`♡


Reva terus berjalan berusaha mencari jalan keluar.


Reva menyandarkan tubuhnya di pohon besar untuk istirahat sejenak. Dengan kaki yang di tekuk serta kedua tangannya memeluk kedua lututnya , Reva yang duduk itu mengamati keadaan sekitar nya.


"Kenapa dari belum juga nemu jalan keluar sih! " Gumam Reva dengan mata yang berembun. Takut! Tentu saja Reva takut di dalam hutan seorang diri, belum lagi ada hewan liar yang siap menerkamnya.


"Ayah.... Ibu... Nenek! Tolong Reva! Reva takut ! " Ucap Reva yang membenamkan kepalanya di sela-sela lutut . Reva menangis tertahan karena rasa takutnya.


Reva juga meramalkan doa - doa yang ia bisa untuk mengurangi rasa takutnya.


Sedangkan Rafi mencari Reva dari posisi di mana dirinya bertemu saat mencari kayu tadi.

__ADS_1


"Kenapa arah panahnya berubah? " Gumam Rafi.


Tanpa pikir panjang lagi, Rafi mengikuti anak panah yang sudah di rubah posisinya oleh Dimas.


"Va! " Rafi mencoba memanggil nama Reva, berharap ia segera menemukannya.


Karena tak ada sahutan dari Reva. Rafi pun melangkah masuk lebih dalam lagi.


Karena waktu sudah mulai gelap sehingga menambah gelap suasana hutan itu, Rafi menyalakan senter sebagai penerang jalan nya.


Di dalam hutan Rafi juga bertemu dengan temannya yang di tunjuk oleh pak Agung untuk mencari Reva.


"Gimana kalian sudah mendapatkan tanda-tanda keberadaan Reva? " Tanya Rafi kepada temannya.


"Belum Fi! Mana hari sudah petang pula! " Sahut nya.


"Kalau kalian capek! Kalian kembali saja ke tenda! Biar aku yang meneruskan pencarian Reva! " Ucap Rafi.


" Lu yakin Fi gak ikut kita kembali ke tenda? " Tanyanya.


Rafi menggeleng sebagai jawaban, "jika sampai besok pagi gue belum kembali ke tenda! Tolong hubungi tim SAR! " Ucap Rafi. Setelah menitip pesan ke temannya Rafi melanjutkan pencariannya.


Murid yang di tunjuk pak Agung satu persatu sudah mulai kembali ke tenda dengan hasil yang nihil.


"Honey! Aku capek! " Rengek Sisil.


"Kita istirahat dulu yuk di situ! " Roky membawa Sisil duduk di bawah pohon yang cukup besar.


"Kalian ini bukannya nyari Reva malah asik pacaran! " Cibir Niar yang melihat Sisil sedang bersandar manja di bahu Roky.


"Istirahat dulu lah Nia! Gue capek! " Ucap Sisil yang menegakkan badannya sesaat dan kemudian kembali bersandar di bahu Roky.


"Terus saja pacaran! Ingat ini di dalam hutan! Hati-hati kalau tubuh kalian nempel terus gak bisa lepas! " Ucap Niar.


"Ihh... Apaan sih Niar! " Ucap Sisil yang langsung menegakkan duduknya.


Niar tertawa saat melihat wajah takutnya Sisil.


"Lu ngerjain gue? " Ucap Sisil tak terima.


Niar langsung melarikan diri saat Sisil akan bangkit dari duduk nya.


bersambung.....


**jangan lupa like dan komen! tekan juga tombol 💙untuk favorit agar tidak ketinggalan bab berikutnya 😉

__ADS_1


berikan hadiah dan juga vote untuk mendukung cerita ini 😉🙏 terimakasih 🤗😘**


__ADS_2