
Sepulang sekolah Reva langsung menuju tempat kerjanya dengan di antar Niar.
"Niar, sampai sini saja! " Ucap Reva.
"Nanggung Va! Bentar lagi nyampe lo ini! " Sahut Niar.
"Gak papa! Aku turun sini saja ! " Reva segera membuka pintu mobil Niar.
"Tunggu Va! " Niar mencoba menahan Reva, namun kalah cepat. Reva berhasil keluar dari mobil Niar.
"Baru kali ini punya teman yang gak mau manfaatin gue. " Gunam Niar yang sedang menunggu lampu merah.
Niar segera melajukan mobilnya dan menyusul Reva.
"Va, ayo naik! " Ajak Niar dari dalam mobil.
"Kamu duluan aja! Kamu tunggu aku di sana! " Ucap Reva.
"Udah ayo naik! Ngapain sih pake jalan segala! "
"Aku gak enak sama yang lain, terutama sama kakak mu! Lagian udah deket juga . "
Setelah mengucapkan itu Reva kelanjutan jalan untuk menuju restoran.
"Bener-bener aneh anak satu ini! " Niar menggelengkan kepalanya.
"Selamat siang mbak! Saya Reva yang melamar pekerjaan kemarin. " Ucap Reva ke penjaga kasir.
"Oh... Iya, kamu sudah di tunggu pak Nanta di ruangannya. " Sahut penjaga kasir.
Arin mengangguk dan segera menuju ke ruangan Nanta.
"Permisi kak! " Ucap Reva setelah mengetuk pintu.
"Masuk Va! Kamu sendri? Niar gak ikut ke sini? " Tanya Nanta.
"Niar ada di depan kak! " Jawab Reva.
"Kamu sudah siap untuk kerja? " Nanta menutup laptop nya.
"Iya kak! " Jawab singkat Reva .
"Nah ini baju seragam kamu! Dan ini kunci motor yang akan kamu gunakan mengantar pesanan! " Jelas Nanta.
"Iya kak, terimakasih! " Ucap Reva.
"Saya bisa mulai kerja kak? " Tanya Reva.
__ADS_1
"Iya silahkan!" Jawab Nanta.
"Kalau begitu saya permisi kak! " Reva keluar dari ruangan Nanta.
"Lu mau kemana Va? " Tanya Niar saat membuka pintu dan ternyata Reva sudah ada di hadapannya.
"Nia, kamu bikin aku kaget! Aku mau ganti baju dan mulai kerja ! " Ucap Reva.
"Buru-buru amat sih Va! " Sahut Niar.
"Ya kan emang tujuan aku ke sini untuk kerja Niar! Udah ya aku tinggal dulu! " Reva segera pergi untuk mengganti baju seragam sekolahnya dengan seragam kerja.
Masih di ruang kerja Nanta.
"Dek! " Sapa Nanta.
"Apa kak? " Sahut Niar.
"Kamu dapat dari mana teman yang kaya Reva tadi? " Tanya Nanta.
"Oh... Itu ! Aku kenal Reva saat pertama masuk sekolah kak. Dia juga baru tinggal di kota ini. " Jawab Niar.
"Lha emang dulu dia tinggal di mana? " Nanta semakin penasaran dengan gadis yang bernama Reva.
"Dulu dia tinggal di kota B! Setelah lulus SMP di boyong lah ke kota ini sama neneknya. Reva itu yatim-piatu kak! Di tambah lagi neneknya yang sedang sakit dan membutuhkan banyak biaya." Jelas Niar.
"Oh... Jadi itu alasan kenapa teman mu ngotot bekerja setelah pulang sekolah? " Sahut Nanta.
"Kalau kasihan kenapa gak kamu bantu? " Ujar Nanta.
"Udah kak! Aku sana Sisil udah mau bantu . Tapi, Reva menolaknya ! Dia malah minta di carikan pekerjaan. " Jelas Niar.
"Oh.. Iya, tumben teman kamu itu gak ikut? Biasanya kemana-mana kalian selalu berdua. "
"Tau tuh! Tadi Sisil pulang duluan, katanya ada janji dengan sepupunya."
"Hemm! " Nanta mencebikkan bibirnya dengan tangan yang membuka laptopnya.
"Oh iya kak! Tadi tuh Reva nuduh aku dan Sisil melunasi biaya rumah sakit neneknya. Padahal aku dan Sisil gak ngelakuin itu lho! "
"Masak sih? " Nanta kembali menatap adiknya.
"Iya kak! " Sahut Niar.
"Iya mungkin ada orang yang berbaik hati menolong teman mu itu Dek! " Ujar Nanta.
Bagus deh kalau perawatan itu gak membocorkan identitas ku. Batin Nanta
__ADS_1
Flashback
Nanta tanpa sengaja mendengar obrolan adik dan kedua temannya itu. Ia penasaran dengan teman baru Niar, Nanta diam-diam membuntuti adiknya. Dia ingin memastikan sendri jika Reva bukan tipe teman yang memanfaatkan teman.
Nanta mengikuti adiknya hingga di rumah sakit. Nanta juga menguping semua pembicaraan adik dan kedua sahabatnya itu. Sehingga, membuat Nanta merasa iba kepada Reva.
Saat sedang asik menguping ,tiba-tiba Nanta di kejutkan dengan seseorang yang menepuk bahunya .
"Permisi! " Dokter Hasan menepuk bahu Nanta.
Nanta yang kaget pun langsung menoleh , "Hasan! " Ucap Nanta.
"Loh kamu Nan? Lama gak ketemu ya? " Kedua laki-laki dewasa itu berpelukan ala pria.
"Iya, terakhir ketemu saat reuni SMA! " Ucap Nanta.
"Ngomong-ngomong kamu kenapa ada di depan kamar perawatan? Saudara atau teman mu ada yang di rawat di kamar ini? " Tanya dokter Hasan. Karena tidak mungkin orang sekelas Nanta , mempunyai saudara atau kerabat yang di rawat di ruang rawat kelas tiga.
"Oh iya" Nanta menarik lengan Hasan dan membawanya menjauh dari ruang perawatan itu.
"Kamu kan dokter di rumah sakit ini? " Ucap Nanta.
"Iya, kenapa? " Sahut Hasan.
"Kamu tau gak pasien yang ada di kamar itu tadi? "
"Yang mana? Ada tiga pasien di kamar itu ! "
"Aduh siapa lagi namanya, gue lupa! " Ucap Nanta.
"Sebenarnya kamu cari siapa sih? " Tanya dokter Hasan.
"Gue tadi sebenernya membuntuti adik gue kesini! Dan ternyata adik dan temanya itu berada di kamar itu tadi! " Jelas Nanta.
"Oh... Kalau pasien yang masih remaja seusia adik mu gak ada. Tapi, kalau keluarga pasien ada yang masih sekolah." Jelas Dokter Hasan.
"Kenapa kok sampai ngikuti adik lu ke sini? "
"Gue penasaran aja sama teman barunya itu! takutnya dia manfaatin adik gue . " Ucap Nanta.
"Jangan berprasangka buruk sama orang lain! Kebetulan aku mau ke ruang perawatan itu, kamu mau ikut sekalian? " Tawar Dokter Hasan.
"Enggak usah! Gue juga mau pulang. " Ucap Nanta.
"Ya udah aku tinggal cek pasien ku dulu ya?" Pamit Dokter Hasan.
Sebenarnya Nanta hanya berpura-pura pergi dari rumah sakit. Setelah Dokter Hasan masuk ke ruang perawatan, tak lama kemudian Nanta kembali untuk menguping. Hingga muncullah ide untuk membayar semua tanggungan rumah sakit Neneknya Reva.
__ADS_1
Jangan lupa like , komen
Favoritkan juga agar kalian tidak ketinggalan bab selanjutnya. Thanks for reading, see you in the next chapter😉