2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.33


__ADS_3

"Honey? " Ucap Niar dan Reva secara bersamaan dan saling pandang. Sejurus kemudian Niar dan Reva mengalihkan pandangannya ke Sisil untuk minta penjelasan.


Sisil hanya nyengir dan menggaruk kepalanya saat mendapat tatapan dari kedua sahabatnya itu.


"Yang ini kesempatan kamu untuk memberitahu mereka! " Bisikan Roky pada Sisil.


"Tapi Han ... "


"Kalau kamu takut biar aku saja yang memberi tahu mereka! " Sela Roky.


"Kenapa kalian bisik-bisik? Sisil cepat jelaskan! " Ucap Niar yang sudah tak sabar akan penjelasan dari Sisil.


"Hemm... Maaf ya friend ! Gue sama Roky pacaran, kami baru jadian kemarin. Gue juga akan kasih tau kalian kok, cuma gue masih menunggu


yang tepat saja. Please ya kalian jangan marah sama gue! " Ucap Sisil dengan hati-hati.


"Gue gak masalah lu mau pacaran sama siapa saja! Aku gak habis pikir, kenapa lu harus pilih dia! " Niar menunjuk Roky, " Lu mau di buat sakit hati dan kecewa sama dia? Enggak kan? Dia dan gengnya itu laki-laki yang tak punya hati Sil, kamu bisa lihat sendri kan? Apa yang sudah mereka lakukan ke Reva. Apa itu belum cukup untuk membuka mata mu? " Ucap Niar yang panjang lebar.


Sisil mendengar kan ucapan Niar dengan kepala tertunduk.


"Niar, lu jangan keras gitu dong sama Sisil, kasihan dia! Biarkan dia bahagia dengan pilihannya . Kalau pun suatu saat nanti Roky membuat kecewa dan sakit hati ke pada Sisil, tugas kita sebagai sahabatnya hanya selalu ada di samping Sisil" Ucap Reva yang merangkul pundak Sisil.


"Makasih ya Va! " Ucap Sisil lirih dan hanya Reva yang bisa mendengar nya. Reva pun mengangguk pelan.


"Gue memang bukan laki-laki yang baik! Tapi gue berusaha untuk menjadi yang terbaik buat Sisil. Gue tau kalau kalian saling menyayangi, kalian juga tak ingin melihat sahabat kalian tersakiti. Aku berjanji sama kalian, aku tidak akan menyakiti hati Sisi. Gue benar-benar tulus sama Sisil, jadi tolong jangan halangi hubungan kita! " Ucap Roky yang memohon ke Niar.


"Gue pegang ucapan lu! Jika gue tau lu buat Sisil bersedih, lu harus siap berhadapan dengan gue! Ngerti lu! " Sahut Niar.


"Iya, gue tau itu " Ucap Roky.


"Hey! Lu itu cuma sahabat dia! Jadi lu tak berhak larang-larang mereka untuk pacaran! " Ucap Dimas yang semula hanya menjadi penonton kini ikut membuka suaranya.


"Lu yang jangan ikut campur! " Niar menunjuk Dimas.


"Sudah - sudah jangan ribut! " Ucap Sisil, "makasih ya Nia! Lu sudah ngasih kepercayaan ke Roky sebagi pacar gue! " Lanjut Sisil.


"Sebenarnya gue gak rela sih! Tapi ya apa boleh buat? Toh kalian juga sudah jadian " Ucap Niar sambil mencebikkan bibirnya.


"Sekali lagi terimakasih friend " Sisil memeluk Niar dengan erat.


"Udah dong pelukan nya! " Seru Reva, "kalian mau pulang gak? Sudah mulai petang nih! Baju kita juga basah nanti bisa masuk angin " Ucap Reva.


"Honey, mereka boleh kan pulang bareng kita? " Tanya Sisil pada Roky.


"Aku sih boleh-boleh saja yang! Tapi... " Ucapan Roky terputus karena di potong oleh Rafi.


"Reva pulang bareng gue! Dia masih ada urusan sama gue " Ucap Rafi.


Urusan apa lagi coba? Batin Reva.

__ADS_1


"Hemm... Ya udah kalau gitu lu yang anterin Niar pulang! Lagi pula lu kesini juga sama dia kan? " Ucap Roky pada Dimas.


"Ogah gue! Biar dia pulang sendri, dia sudah bikin lecet mobil gue " Sahut Dimas.


"Gue bisa pulang sendri! " Sahut Niar.


"Ya udah sono pulang sendri! "Ucap Dimas.


Setelah melewati perdebatan yang tak ada ujung nya, akhirnya mereka pulang dengan berpasang -pasangan. Dengan terpaksa juga Dimas mau mengantarkan Niar pulang.


Di dalam mobil Rafi


" Nih pakai jaket gue! " Rafi memberikan jaketnya kepada Reva.


"Makasih" Ucap Reva dan segera membungkus tubuhnya yang dingin itu dengan jaket Rafi.


Hening! Rafi maupun Reva tak ada yang membuka suara, Rafi terlihat fokus menyetir. Sedangkan Reva memalingkan wajahnya ke samping kiri, dengan tangan kiri yang menopang kepalanya Reva menikmati keindahan langit senja.



Mobil Rafi berhenti di sebuah restoran Korea.


"Kok ke sini? " Tanya Reva saat mobil Rafi berhenti.


"Kita cari makan dulu! Buruan turun! " Ucap Rafi yang membuka pintu mobil dan bersiap untuk turun.


"Kamu gak malu? Lihat baju kita basah! " Ucap Reva yang ogah-ogahan turun dari mobil.


"Tuan! Ini yang anda minta! " Orang itu menghampiri Rafi dan memberikan dua pepper bag .


"Terimakasih! Kamu bisa pergi! " Ucap Rafi. Orang itu pun langsung meninggalkan tuan muda nya.


"Ini, ganti baju mu! " Rafi memberikan satu pepper bag ke Reva.


Karena bajunya yang basah, Reva menuruti perintah Rafi. Reva menerima pepper bag itu dan membawanya ke toilet untuk ganti.


Tak butuh waktu lama Reva pun kelar ganti baju dan menemui Rafi yang sudah menunggunya .


"Fi " Ucap Reva yang mengagetkan Rafi.


Rafi pun menoleh dan memperhatikan penampilan Reva tanpa berkedip.Reva terlihat cantik dengan mengenakan dress warna biru muda selutut.


"Ayok! " Rafi menggenggam tangan Reva dan mengajaknya masuk ke restoran.


"Mau makan apa? " Tanya Rafi saat berada di dalam.


"Terserah kamu saja, aku gak tau mana yang enak " Sahut Reva.


"Ini enak-enak semua loh! Apa aku pesan saja semua? " Ucap Rafi .

__ADS_1


Reva pun membelalakkan matanya saat mendengar Rafi akan memesan semua menu di restoran itu.


"Ya jangan semuanya! Samain aja dengan punya mu asal tidak ada ikan mentah itu! " Ucap Reva.


"Oke " Sahut Rafi.


"Gue minta maaf ya? " Ucap Rafi setelah selesai memesan.


"Maaf? " Ulang Reva.


"Iya, maaf untuk yang tadi di kantin sekolah" Ucap Rafi.


"Iya " Ucap singkat dari mulut Reva.


"Setelah dari sini kita nonton yuk! " Ajak Rafi.


"Maaf ya Fi! Lain kali aja! " Tolak Reva.


"Kenapa?kan lu juga gak masuk kerja ! " Ucap Rafi.


"Iya itu juga gara-gara kamu, aku harus bolos kerja" Sahut Reva.


Iya memang tujuan ku itu! Supaya kamu bisa bolos kerja. Batin Rafi.


"Maaf ya! " Ucap Rafi.


Obrolan mereka terhenti saat makanan yang Rafi pesan datang.


Mereka menikmati makanan itu hingga habis tak tersisa.


"Makasih ya Fi sudah antarin aku pulang! " Ucap Reva sebelum turun dari mobil.


"Aku gak di tawarin untuk mampir gitu! " Ucap Rafi.


Reva menyipitkan matanya, " Kalau mau mampir boleh! Tapi rumah ku ya seperti itu keadaannya, tak sebagus rumah mu " Ucap Reva .


"Memang lu sudah tau rumah ku? " Tanya Rafi.


"Belum juga sih! Pasti rumah mu seperti istana kerajaan, iya kan? " Ucap Reva.


"Sok tau lu! " Kekeh Rafi yang berjalan di belakang Reva.


"Masuk! " Ucap Reva yang membuka pintu rumahnya. Rafi pun masuk ke dalam rumah Reva dan di sambut hangat olek Lastri.


bersambung.....


**jangan lupa beri like dan komen 😉


jika berkenan beri author sedikit hadiah🌹 dan juga vote🤭

__ADS_1


tekan tombol love 💙 agar kalian tidak ketinggalan bab terbaru dari 2R😉, terimakasih🙏**


__ADS_2