
"Reva! " Ucap Rafi saat mendengar sura Reva yang minta tolong.
"Reva! Lu di mana? " Teriak Rafi.
Sebenarnya Rafi tadi sudah putus asa ia ingin kembali ke tenda. Namun, saat berbalik arah Rafi mendengar suara orang yang minta tolong.
"Reva! Lu dimana? Lu bisa dengar gue kan? " Ucap Rafi yang terus mencari Reva.
♡´・ᴗ・`♡
"Ada orang! " Ucap Reva dan kembali berteriak minta tolong.
"Tolong! "
"Tolong! Gue di sini! " Ucap Reva.
Rafi yang mendengarnya itu pun mencari sumber suara.
"Reva! " Teriak Rafi.
"Tolong! Gue di sini! " Sahut Reva karena suara Rafi mulai mendekat.
"Reva lu di mana? Lu bisa denger gue kan? " Teriak Rafi.
"Gue di sini! Tolong! " Sahut Reva.
Rafi mencari sumber suara Reva, alangkah terkejutnya saat melihat Reva yang bergelantung di akar pohon.
"Reva! " Rafi langsung mengulurkan tangan untuk menolong Reva.
"Fi, tolongin gue! " Ucap Reva dengan berderai air mata.
"Pegangan tangan gue Va! " Ratih Rafi.
Karena terlalu lama bergelantung di akar pohon sehingga membuat tangan Reva terasa berat saat akan menggapai tangan Rafi.
"Cepat Va pegang tangan ku! " Tatih Rafi lagi.
Dengan sekuat tenaga Reva berusaha menggapai tangan Rafi. Namun, baru juga menyentuh ujung jari nya tubuh Reva merosot ke bawah.
"Reva... " Teriak Rafi histeris.
Aaggrhhhhh...
__ADS_1
Reva jatuh terguling, tubuh nya baru berhenti berguling setelah menabrak pohon.
"Aagrrh" Pekik Reva sebelum pingsan.
Rafi menuruni tebing itu perlahan.
"Aaggrrh" Pekik Rafi saat kakinya terpleset.
"Reva lu harus bisa bertahan " Gumam Rafi.
Soalnya saat kaki Rafi memijak sebongkah batu, batu itu terjatuh begitu pula dengan Rafi.
Aaggrrh...
Teriak Rafi saat badannya terguling ke bawah tebing.
"Aaggrrh" Rafi memegangi kakinya yang terluka karena terkena goresan kayu. Darah segar pun keluar dari kaki Rafi. Rafi meringis menahan sakit di kakinya.
Dengan langkah tertatih Rafi mendekati Reva yang pingsan.
"Reva , bangun! Sadar! " Rafi menepuk pelan pipi Reva. Karena Reva tak kunjung sadar, Rafi meletakan kepala Reva ke pangkuannya.
Rafi mengabaikan luka di kakinya, ia terus berusaha menyadarkan Reva.
♡´・ᴗ・`♡
"Sebaiknya kita lanjutkan pencarian besok pagi saja! Saya akan menghubungi tim SAR untuk membatu pencarian. " Ujar petugas itu.
"Jadi teman kita akan bermalam di hutan pak? " Ucap Niar, " Enggak! Pencarian harus tetap di lanjutkan pak! Saya khawatir dengan keadaan Reva! "
"Kami tau adik sangat menghawatirkan teman adik! Tapi tim kita tidak cukup untuk menyusuri hutan lebih dalam lagi . Saya pastikan besok pagi tim SAR sudah tiba di sini! "
"Kamu dengar kan Niar apa yang di bilang bapak ini? " Tanya pak Agung, "jadi kamu dan dan semuanya bisa istirahat di tenda masing-masing! Dan ingat... Tidak ada yang boleh keluar dari area tenda ini! Paham semuanya!? " Ucap pak Agung.
"Mengerti pak! " Ucap semua murid dan langsung membubarkan diri.
Niar dan Sisil menyeret langkah bertanya ke tenda.
"Ini semua salah gue! Coba saja gue gak paksa Reva untuk ikut acara persami, pasti ini semua tidak akan terjadi! " Sesal Sisil.
Niar ikut duduk di samping Sisil yang sedang melamun, "gue juga orang yang patut di salahkan! Seharusnya gue gak ijinkan dia untuk cari kayu bakar sendiri! " Ucap Niar.
"Semoga saja Reva tidak mengalami kesulitan" Sahut Sisil.
__ADS_1
Niar mengangguk, "semoga Rafi bisa menemukan Reva! " Cicit Niar.
"Rafi? " Sisil menoleh ke Niar, "apa Rafi juga belum kembali? "
Niar mengangkat kedua bahunya, " Sepertinya belum! " Ucapnya.
"Ya salam... Semoga mereka berdua baik-baik saja! " Sisil membenamkan wajahnya di sela-sela lutut nya yang di tekuk ke atas.
"Sayang" Ucap Roky menghampiri Sisil.
Sisil dan Niar sama-sama mendongak.
"Makan dulu yang! " Roky menyodorkan mi cup ke Sisil, "nih buat kamu! " Ternyata Roky juga membawakan buat Niar.
"Makasih " Ucap Niar.
"Makasih ya honey! " Ucap Sisil dengan senyum yang di paksakan.
"Makan! Jangan biarkan perut mu kosong! Besok kita cari Reva lagi! " Ucap Roky sambil mengelus rambut Sisil.
"Tapi aku gak selera Han! " Ucap Sisil sambil memandangi mi yang ia pegang.
"Lalu kamu mau makan apa? Di sini tidak ada steak atau burger" Kekeh Roky. Namun, tangannya mengambil alih wadah mi dari tangan Sisil.
"Hak... " Roky menyuapkan mi itu ke mulut Sisil. Sisil yang mendapat perlakuan tak terduga dari Roky itu pun tersimpu malu.
Niar yang melihatnya pun berdecak, "ckk, dasar bucin! " Cibir Niar.
"Makanya punya pacar dong kaya aku! Iya kan honey? " Ucap Sisil yang sengaja bersandar manja di bahu Roky, tujuannya untuk membuat Niar semakin kesal .
Benar saja, Niar semakin kesal dengan dua anak manusia ini. Untuk menutupi rasa kesalnya Niar menyuapkan satu sendok penuh mi ke mulut nya . Roky dan Sisil pun terkekeh.
"Gue kaya obat nyamuk di sini! " Ucap Niar yang langsung berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
Roky dan Sisil tertawa saat melihat Niar yang merajuk.
Bersambung....
**jangan lupa like dan komen 😉
favorit kan juga agar tidak ketinggalan bab selanjutnya 👌😉
beri hadiah dan juga vote untuk mendukung cerita ini! terimakasih 🙏🤗😉**
__ADS_1