
Saat Reva melewati lorong sekolah yang sepi tiba-tiba mulutnya di bekap dari arah belakang .
Rafi membawa Reva masuk ke dalam gudang karena tempat itulah yang terdekat . Dengan tangan yang masih membungkam mulut Reva, Rafi menutup pintu gudang itu dengan kakinya.
"Hem.. Hemm" Reva meronta agar Rafi melepaskan tangannya.
"Aku akan lepas asal kamu jangan teriak!" Bisik Rafi. Reva pun mengangguk. Perlahan Rafi melepaskan tangannya.
"Kenapa kamu lakukan ini?" Tanya Reva.
"Aku yang seharusnya tanya sama kamu! Kenapa kamu menghindari ku?" Tanya Rafi.
"Aku tidak menghindar dari mu! Itu perasaan mu saja!" Dalih Reva.
"Kamu bilang hanya perasaan ku!? Di halaman sekolah tadi pagi, lalu di kantin! Kamu selalu berusaha untuk menghindar dari ku Va! Ada apa? " Ucap Rafi.
"Gak ada apa-apa! Minggir aku harus kembali ke kelas!" Ucap Reva.
"No! Beri aku satu alasan kenapa kamu selalu menghindar dari ku?" Ucap Rafi dan memegang tangan Reva .
Reva hanya diam dan memalingkan wajahnya saat Rafi menatapnya.
"Lihat aku!" Rafi menangkup pipi Reva.
Reva menatap manik mata Rafi sesaat.
"Apa ada yang menghasut mu?" Tanya Rafi.
"Tidak!" Jawab singkat Reva.
"Lalu... Apa kamu marah dengan ku gara-gara ciuman itu?" Tanya Rafi.
"Lupakan tentang itu dan anggap saja itu tak pernah terjadi!" Ketus Reva.
Rafi mengernyit, "lupakan?" Rafi menggeleng, "tak semudah itu!" Rafi mendorong Reva hingga terbentur dinding.
"Auw! Kasar banget sih jadi cowok!" Maki Reva.
Rafi tak menyahut , ia hanya menatap tajam Reva. Tangan Rafi mengkungkung Reva dengan kedua tangannya yang menempel ke dinding.
Merasa tak nyaman Reva mendorong Rafi, tapi dorongan Reva tak pengaruh buat Rafi karena Rafi terus mencondongkan tubuhnya ke depan. Sedetik kemudian Rafi menyambar bibir Reva dengan kasar karena ia tidak terima dengan permintaan Reva.
__ADS_1
Reva berusaha mendorong, memukul dada Rafi agar Rafi melepaskan ciumannya.
Semakin Reva memberontak, Rafi semakin memperdalam ciumannya. Dengan gerakan cepat Rafi menangkap ke dua tangan Reva yang masih memukul-mukul dadanya.
Rafi menggigit bibir bawah Reva agar Reva membuka mulutnya. Setelah Reva berhasil membuka mulutnya, Rafi seperti orang yang kerasukan. Ia m*enyesap bi*bir dan lid*ah Reva dengan kasar dan tanpa jeda.
Rafi menyudahi aktifitasnya saat merakan Reva yang susah bernafas. Rafi menyatukan keningnya ke kening Reva dengan nafas yang memburu begitu juga dengan Reva dadanya terlihat naik turun mengatur nafasnya.
"Maaf" Ucap Rafi dengan nafas terengah-engah dengan mata yang terpejam.
Setelah mengucapakan kata maaf Rafi membuka matanya, lalu ia mengusap bibir Reva dengan ibu jarinya.
Reva menatap lekat manik mata Rafi dengan jarak yang sangat dekat karena posisinya kening mereka masih menyatu.
"Jangan suruh aku untuk melupakan kejadian itu!" Ucap Rafi dengan suara serak.
"Kenapa? Kamu bisa mendapatkan nya dari perempuan lain!" Ucap Reva.
"NO! Aku gak mau! Karena aku mencintaimu!" Ucap Rafi.
DEGG
Reva tak percaya akan ucapan Rafi, ia berusaha melepaskan diri dengan cara mendorong Rafi . Namun Rafi dengan cepat menahan tangan Reva.
"Apa wajahku terlihat sedang bercanda?" Rafi menarik dagu Reva agar saling berhadapan.
"Aku serius Va! Aku mencintaimu! Dan maaf atas sikap ku terhadapmu waktu itu. Semua itu akau lakukan agar aku bisa dekat dengan mu!" Jelas Rafi.
Reva terdiam sesaat,"maaf aku rasa kamu salah orang!"ucap Reva lirih dan berusaha menatap mata Rafi.
"Aku gak salah orang Va! Katakan jika kamu juga mencintaiku!" Rafi memegang kedua pundak Reva.
Reva terdiam sesaat setelah itu ia menggelengkan kepalanya, dan itu sukses membuat Rafi kesal sekaligus marah.
"Jangan bohongi perasaan mu Va!" Ucap Rafi yang berusaha menahan amarahnya.
"Itu kenyataannya" Ucap Reva.
"Lalu apa arti dari ciuman itu? Hah!" Tanya Rafi.
"A-aku khilaf!" Jawab Reva terbata.
__ADS_1
"Khilaf?" Ulang Rafi dengan tangan yang mencengkram erat bahu Reva .
"Berarti aku juga bisa juga dong berbuat khilaf?" Rafi.
"Ma-maksud kamu?" Tanya Reva.
"Khilaf yang akan membuat kamu menerima cinta ku!" Ucap Rafi di sertai senyum seringainya.
"Jangan macam-macam kamu Fi!" Ucap Reva dengan nada yang takut.
Rafi tak menghiraukan ucapan Reva, ia terus memajukan wajahnya agar lebih dengan wajah Reva.
"Fi, please! Aku akan teriak jika kamu gak berhenti! " Ancam Reva.
"Silahkan teriak saja! Kita di sini hanya berdua. Jika ada yang tau kita di sini berduaan tentu kamu juga tau resikonya." Ucap Rafi dengan senyum menyamping.
Reva terdiam. Apa yang di ucapkan Rafi ada benarnya. Jika ia teriak maka ada orang yang mengetahui jika ia berduaan di dalam gudang dengan Rafi. Seketika Reva teringat akan beasiswanya. Bukan beasiswa saja yang akan di tarik dari pihak sekolah, bahkan Reva juga bisa di keluarkan dari sekolah itu.
"Kenapa diam? Katanya mau teriak! Cepat teriak ! Apa perlu aku ajari caranya? " Ucap Rafi yang langsung membuka mulut untuk berteriak. Suara Rafi belum sampai keluar Reva sudah membungkam nya.
Rafi terkesiap dengan cara Reva yang membungkam mulutnya itu. Rafi tak menyiakan kesempatan itu, ia langsung menahan tengkuk Reva dan membalas ciumannya. Padahal Reva hanya mengecup bibir Rafi agar tidak berteriak.
Kali ini Rafi melakukannya dengan lembut.
Reva mendorong tubuh Rafi gara menyudahi ciumannya.
"Anggap ini ciuman kita yang terkahir! Dan tolong jangan menambah beban hidup ku! Aku mohon menjauh lah dari ku! Aku tak pantas untuk mu! Dan... Satu lagi yang harus kamu tau. Aku tidak mencintaimu! " Ucap Reva.
Rafi menggelengkan kepalanya.
"Aku mohon mengerti lah! Hidup ku sudah susah jangan tambahi beban hidupku. Kamu sendiri juga tau kan jika aku ada di sekolah ini karena beasiswa? Jadi lupakan kejadian kemarin dan hari ini! Anggap tidak terjadi apa-apa dan... Lupakan perasaanmu itu! Karena aku tidak bisa membalas cinta mu!"
Setelah bicara panjang lebar Reva pun keluar dari gudang. Sedangkan Rafi masih diam mematung di tempat. Ucapan Reva bagai tamparan buat Rafi. Penolakan Reva secara terang-terangan membuat harga dirinya jatuh.
Rafi hanya bisa melihat punggung Reva yang semakin jauh dan tak terlihat .
Rafi mengusap wajahnya dengan kasar berulang kali sambil mengumpat dan menendang apa saja yang bisa ia tentang untuk melampiaskan kekesalan dan amarahnya.
bersambung.....
**jangan lupa di lake dan komen ya! 😉😉😉
__ADS_1
bagi hadiah dan vote juga boleh lho 😁🤭**