2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.11


__ADS_3

Di rumah sakit


Reva dan kedua sahabatnya kini tiba di rumah sakit aminah. Tempat di mana nenek Lastri di rawat.


"Nek! " Reva langsung memeluk tubuh neneknya yang masih lemah.


"Kamu sudah pulang Va? " Tanya Lastri dengan suara lemahnya.


"Sudah nek! Oh.. Ya nek, kenalin ini sahabat Reva! " Ucap Reva.


Niar dan Sisil bergantian menjabat tangan nenek Lastri.


"Mereka juga yang bantu Reva cari pekerjaan nek! "


"Tau gak nek? Mulai besok Reva sudah mulai kerja lo di restoran Niar! " Jelas Reva.


"Maafin nenek ya sayang! Gara-gara nenek sakit kamu harus kerja! " Lastri menggenggam tangan Reva.


"Reva gak papa nek! Reva ikhlas melakukannya! " Reva mengelus punggung tangan sang nenek.


"Permisi mbak Reva di panggil dokter! " Ucap suster.


"Iya Sus! " Sahut Reva.


"Nek Reva tinggal sebentar ya? "


"Heemmm... Kalian tunggu di sini sebentar ya! Aku tinggal menemui dokter dulu! " Setelah berpamitan dengan neneknya, Reva juga berpamitan dengan kedua temannya.


"Iya, biar kita yang jagain nenek lu! " Sahut Niar.


"Makasih ya, gue tinggal dulu! " Ucap Reva.


Reva langsung menemui dokter ahli jantung yang menangani neneknya.


"Permisi dok! " Ucap Reva yang membuka pintu ruangan dokter.


"Masuk! " Perintah dokter Hasan.


"Ini laporan kesehatan nenek anda! Ada sedikit peningkatan . Jika kesehatan nenek anda terus membaik, besok nenek anda sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan. Tapi ingat, nenek anda tidak boleh terlalu capek!" Jelas dokter Hasan.


"Apakah nenek saya harus tetap di operasi dok? " Tanya Arin .


" Saya menyarankan untuk tetap operasi! Karena itu semua juga untuk kesehatan beliau! " Jelas dokter Hasan.


"Iya dok, saya akan usahakan dulu biayanya! " Sahut Arin.


"Dan ini obat yang harus kamu tebus ! " Dokter Hasan menyerahkan secarik kertas ke Reva.


"Baik dok akan saya tebus dulu! "


"Kalau begitu saya permisi dulu dok! " Reva bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan dokter Hasan.


"Mahal banget obatnya! " Gunam Reva sambil berjalan menuju apotek.


"Mbak saya mau nebus obat ini, Tapi uang saya gak cukup ! Apa boleh saya tebus setengahnya saja? " Ucap Reva.


"Boleh mbak! " Sahut penjaga apotek itu.

__ADS_1


Setelah menebus obat Reva langsung kembali ke kamar nenek Lastri.


"Maaf ya kalian sudah menunggu lama! " Ucap Reva yang merasa tak enak hati dengan kedua sahabatnya itu.


"Santai aja Va! " Sahut Sisil.


"Apa kata dokter? " Tanya Niar.


"Besok nenek sudah boleh pulang! Nenek bisa rawat jalan. Tapi, nenek juga harus segera di operasi! " Jelas Reva.


"Lu yang sabar ya! Gue yakin lu bisa! " Ucap Niar sambil menepuk pundak Reva. Reva mengangguk pelan.


"Seharusnya lu terima bantuan dari kita Va! Biar nenek lu bisa segera di operasi!" Ucap Sisil.


"Gue gak mau ngerepotin kalian! Biaya operasi nenek gue gak murah! Kalian udah bantu gue cari pekerjaan itu saja sudah cukup untuk membatu gue. Gue bersyukur di kota ini gue mempunyai sahabat yang baik seperti kalian! " Reva memeluk kedua sahabatnya itu.


"Kalau ada masalah atau lu butuh bantuan apapun itu, lu gak usah sungkan untuk bilang sama kita! Oke ! " Ucap Sisil sambil memegang kedua bahu Reva.


"Terimakasih ya Sisil, Niar ! " Mata Reva mulai berkaca-kaca.


"Jangan sedih!" Ucap Sisil.


"Jangan nangis gitu dong! " Timpal Niar.


ke esok harinya


"Permisi , selamat pagi mbak! " Ucap suster.


"Hemm... Pagi Sus! " Reva terbangun dan mengucek matanya yang masih terasa kantuk.


"Kami akan periksa keadaan nenek Lastri dulu ya mbak! " Ucap suster itu , Reva mengangguk dan bangkit dari duduknya.


"Terimakasih Sus! " Ucap Reva.


"Nek, nenek sudah boleh pulang hari ini! Aku akan urus administrasi dulu ya nek! " Pamit Reva.


"Memangnya kamu uang untuk bayar Va? " Tanya nenek Lastri.


"Nenek tenang aja! Reva punya tabungan kok!" Sahut Reva.


"Aku pergi sebentar ya nek! " Reva bergegas keluar dari kamar Lastri.


Reva berjalan sambil membuka isi dalam amplop itu. Mata Reva membulat saat melihat nominal yang harus ia bayar.


"Mahal banget! Padahal baru dua hari nenek di rawat! " Gunam Reva.


"Permisi Sus! Saya mau bayar administrasi atas nama nenek Sulastri!" Ucap Reva.


"Tunggu sebentar ya mbak, kami cek dulu! " Sahut suster itu.


"Maaf mbak biaya administrasi atas nama ibu Sulastri sudah lunas! " Jelas suster.


"Lunas sus? " Tanya Reva yang bingung.


"Iya mbak, di sini sudah tercatat lunas! " Jelas nya.


"Tapi saya masih mau bayar sekarang Sus! "

__ADS_1


"Suster tau siapa yang sudah membayar? " Tanya Reva .


"Maaf mbak saya tidak tau, saya baru saja oper sif! " Jelas suster itu.


"Oh... Gitu ya Sus! Terimakasih ya Sus! " Ucap Reva yang kemudian meninggalkan tempat administrasi.


"Nek, kita bisa pulang sekarang! " Ucap Reva yang melangkah masuk ke kamar nek Lastri dan ternyata sudah ada dokter Hasan yang menunggu Reva.


"Dokter! " Sapa Reva .


"Ini obat yang harus adik tebus! Nenek anda harus terus konsumsi obat itu, jangan sampai kehabisan. Karena obat itu yang bisa mencegah sakit jantungnya kambuh. " Jelas dokter Hasan.


"Iya dok terimakasih! " Ucap Reva .


Dokter Hasan tersenyum, "jaga nenek mu baik-baik ya! " Dokter Hasan mengacak pucuk kepala Reva sebelum keluar dari kamar Lastri. Reva mengangguk dan tersenyum.


Di dalam angkot


"Kenapa kamu melamun? " Tanya Lastri


"Hemm... Enggak papa nek! " Bohong Reva .


Reva masih di buat penasaran siapa yang sudah melunasi biaya administrasi rumah sakit.


Apa mungkin Niar dan Sisil ! Batin Reva


"Nek, sarapan dulu ya! Setelah itu minum obatnya! " Reva menyuapi neneknya dengan bubur yang ia beli di depan rumah sakit.


"Kamu gak sekolah Va? " Tanya Lastri.


"Sekolah nek! Setelah ini Reva berangkat! " Jawab Reva yang masih telaten menyuapi neneknya.


"Kamu berangkat saja! Nenek bisa makan sendri! " Lastri meraih mangkuk dari tangan Reva.


"Tapi nenek harus minum dulu obatnya! " Reva menyodorkan dua butir obat ke nek Lastri.


Setelah mematikan neneknya minum obat, Reva langsung berpamitan untuk berangkat sekolah.


"Reva berangkat ya nek! " Reva mencium punggung tangan neneknya.


Reva berlari menuju jalan raya untuk mencari angkutan umum. Reva gelisah karena belum juga ada angkutan yang lewat.


"Aduh aku bisa terlambat ini! " Gunam Reva.


Reva memutuskan menunggu angkutan sambil jalan. Reva baru mendapatkan angkutan setelah berjalan sejauh satu kilo meter.


Reva segera turun dari angkot dan berlari .


"Pak tunggu pak! " Teriak Reva yang melihat pintu gerbang akan di tutup.


"Kamu terlambat lagi? " Ucap satpam.


"Maaf Pak! " Sahut Reva.


"Buruan masuk! " Satpam itu membuka kembali pintu gerbang nya.


"Terimakasih pak! " Reva segera berlari menuju kelas nya yang ada di lantai dua.

__ADS_1


Jangan lupa like & komen 😉


Favoritkan juga ya! agar tidak ketinggalan bab selanjutnya! 🤗


__ADS_2