
Reva menuju kelasnya, namun sebelum ke kelas Reva ke toilet terlebih dulu untuk membasuh mukanya.
Sedangkan di kelas pak Agung sudah menunggu Reva.
"Kenapa lama banget ya? " Gumam pak Agung.
Reva mana sih? Kok lama banget! Ucap teman-temannya.
"Pak! Apa perlu saya menyusul Reva? " Ucap Niar yang sudah berdiri.
"Enggak usah! Yang ada nanti kamu juga ikut ilang! Kita tunggu lima menit kalau dia belum datang juga biar bapak sendri yang mencarinya!" Ucap pak Agung. Niar pun duduk kembali.
Tak lama kemudian Reva datang dengan, "maaf Pak, lama!" Ucap Reva.
"Dari mana saja sih kamu? Ngambil lembar soal gitu aja lama benget!" Omel pak Agung.
"Tadi saya ke toilet dulu pak! Tiba-tiba perut saya sakit!" Bohong Reva.
"Ya sudah sana! Bagikan soal-soal itu ke teman-teman kamu!" Perintah pak Agung.
"Baik pak!" Reva menghampiri satu persatu bangku temannya untuk membagikan soal.
"Lu lama banget sih Va?!" Ucap Niar saat Reva mulai duduk.
♡´・ᴗ・`♡
"Va, lu mau bareng kita gak?" Tanya Niar.
"Kalian berdua? Sisil gak sama Roky? " Tanya Reva.
"Hari ini gue sengaja gak bareng dia! Soalnya gue mau cari tempat buat pesta ultah gue! " Jelas Sisi sambil tersenyum.
"Gitu ya? " Reva
"Mau gak? Kita ngelewatin resto kak Nanta kok!" Lanjut Niar.
"Hemm... Boleh deh! " Ucap Reva.
"Maaf ya udah ngerepotin kalian!" Cicit Reva saat sampai di parkiran sekolah.
"Ngomong apaan sih lu!" Sahut Niar.
"Kita itu gak merasa di repotkan! Justru kita itu senang kalau lu mau bareng-bareng terus sama kita! " Ucap Sisil.
"Udah ayo masuk!" Ucap Niar yang sudah siap masuk ke mobilnya.
Reva dan Sisil pun menuju pintu mobil Niar. Namun saat Sisil akan masuk ke dalam mobil Roky memanggilnya.
"Sayang! " Roky menahan pintu mobil itu.
"Ada apa sih Han? Kan aku sudah bilang tadi aku mau ada perlu sama Niar! " Ucap Sisil yang keluar lagi dari mobil Niar.
"Iya... Tau! " Roky melirik sekilas ke Reva yang masih berdiri di samping pintu mobil.
"Lalu? " Tanya Sisil.
Roky membisikan sesuatu ke telinga Sisil. Sisil pun menutup mulutnya tak percaya.
__ADS_1
"Kamu gak bohong kan Honey?" Tanya Sisil.
Roky menggeleng, "bantuin ya Yang! Please! " Mohon Roky sambil menggenggam tangan Sisil.
"Hemm... Boleh sih! Nanti akan aku pikiran gimana baiknya! Oke! " Sisil mencubit hidung Roky dengan gemes.
"Makasih sayangku!" Roky mengacak rambut Sisil.
"Iya maaf!" Sahut Reva tanpa menoleh.
"Eehh.. Itu bibir lu kenapa?" Tanya Niar yang memperhatikan Reva dari jarak yang dekat.
"Ah.. Ini tadi kejedot pintu!" Reva asal jawab.
"Kok sampai bengkak gitu sih? Emang lu gak lihat kalau ada pintu di depan muka lu?" Tanya Niar yang kepo.
Reva menggeleng, 'masak sih jadi bengkak bibir ku? Gara-gara Rafi ini!' batin Reva.
Niar tak lagi berisik dan kepo , dirinya langsung mengerjakan lembar soal itu begitu juga dengan Reva yang terlihat serius.
Sedangkan Rafi memilih tidak kembali ke kelasnya. Ia berada di lapangan basket. Dirinya melupakan amarah nya dengan cara bermain basket.
Rafi membuang bola basket itu dengan asal.
"Harga diri gue sebagai cowok benar-benar hancur!" Gumam Rafi kedua tangannya mencengkram kawat pembatas lapangan basket dengan lapangan voly.
"Baru kali ini gue di tolak cewek!" Ucap Rafi yang tak terima akan penolakan dari Reva.
"Lihat saja aku pasti bisa mendapatkan mu REVA... CUPU!" Geram Rafi dengan tangan terkepal.
"Ternyata lu disini?!" Ucap Roky yang berjalan ke arah Rafi.
"Lu di suruh kembali ke kelas sama Pak Robet!" Ucap Roky.
"Males gue!" Cicit Rafi sambil mengambil bola basket.
Ada yang tidak beres ini! Batin Roky.
"Ngapain lu masih di situ? Sono lu kembali ke kelas! Gue lagi malas ikut pelajaran!" Ucap Rafi.
"Kalau lu bolos gue juga ikutan lah!" Roky merebut bola basket dari tangan Rafi.
Disaat yang lain sibuk mengikuti pelajaran Rafi dan Roky justru asik bermain basket.
"Lu ada masalah?" Tanya Roky sambil mendribel bola.
"Gue kecewa, marah! Baru kali ini ada cewek yang nolak gue!" Jelas Rafi sambil berusaha merebut bola dari tangan Roky.
Roky menghentikan gerakannya, "lu di tolak cewek? Siapa?" Tanya Roky.
"Lu juga kenal sama anaknya!" Rafi berjalan menuju tempat duduk.
Roky mengikuti Rafi, "siapa sih?"
"Gue butuh bantuan lu dan cewek lu!" Rafi berbalik dan memegang kedua bahu Roky.
"Apa hubungannya dengan gue dan ayang Sisil?" Roky mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"Ada lah! Karena dia teman cewek mu itu!" Jelas Rafi.
"What? " Kaget Roky, "jangan bilang lu suka dan udah nembak cupu!" Ucap Roky yang mendapatkan anggukan dari Rafi.
"Eiitss... Gila ini sudah gila!" Roky menggelengkan kepala, "lu sadar dengan kan? Lu gak lagi amnesia kan? "
"Gue serius! Gue udah lama tertarik sama dia!" Jelas Rafi.
"Bohong lu! Kemarin-kemarin lu ngerjain dia habis-habisan! Sekarang lu bilang suka sama dia... Gue gak percaya! Lu pasti bercanda kan? " Ucap Roky.
"Gue serius Ky!" Ucap Rafi dan mulai menceritakan kejadian di hutan dan kejadian di gudang sekolah. Roky yang mendengar cerita dari Rafi itu hanya terdiam dan tak percaya.
"Wooi... Lu dengerin gue gak sih?" Tanya Rafi .
"Gue denger! Tapi gue masih gak percaya dengan cerita lu itu! Gue sama Sisil yang udah resmi pacaran aja belum pernah, paling juga pegangan tangan !" Ucap Roky yang merasa terkalahkan.
"Itu sih salah lu!" Ucap Rafi. "Mau ya bantuin gue! Please! "
"Iya deh! Nanti gue coba bicara dulu sama Sisil dan Niar!" Ucap Roky.
"Kenapa bawa-bawa cewek preman itu sih?" Protes Rafi.
"Ya kan mereka bertiga sahabatan! Jadi kita juga butuh bantuan Niar juga! " Jelas Roky.
"Terserah deh! " Sahut Rafi yang tak ambil pusing.
"Iihh... Berantakan tau!" Sisil mengerucutkan bibirnya.
"Sil! Lu jadi gak sih?" Tanya Niar.
"Jadi lah! " Sahutnya, "Han, aku dulunya? " Pamit Sisil.
"Ehemm... Kalian mau ke mana sih? Tumben lu gak pulang sama Roky?" Ucap Rafi yang menghentikan gerakan Reva dan Sisil yang akan masuk mobil.
"Aku ada urusan! " Jawab sisil sambil melirik ke Reva. Terlihat Reva yang mengalihkan pandangan nya. Sisil beralih melihat Rafi, pandangan Rafi tertuju ke Reva. Sisil semakin paham dengan bisikan Roky tadi.
"Hemm... Niar! Kita cari mampir cari makan dulu ya!" Ucap sisil yang merubah rencana awalnya.
"Terserah lu deh! " Sahut niar dari dalam mobil.
"Honey kamu ikut ya!" Sisil mengkerlingkan mata nya.
"Boleh!" Sahut Roky.
"Va.. Lu juga harus ikut!" Cicit sisil.
"Enggak usah Sil! Gue balik duluan aja! " Ucap Reva.
"No.. No.. No! Lu gak boleh nolak! Buruan masuk! " Sisil memaksa Reva untuk masuk ke mobil niar.
"Han, kamu ikuti mobil Niar ya!" Ucap sisil yang sudah duduk di samping Niar .
"Beres!" Ucap Roky.
"Ada apa sih? Tadi Roky ngomong apa kok bisik-bisik? " Tanya Niar yang fokus menyetir.
"Nanti juga lu akan tau!" Ucap sisil sambil mengetik pesan di ponsel nya.
__ADS_1
Niar hanya menoleh sisil sekilas dan kembali fokus ke jalan.
bersambung.....