
Reva masuk ke dalam rumah , Reva segera menuju saklar listrik untuk menyalakan lampu. Saat lampu itu menyala Reva berteriak memanggil neneknya.
"NENEK! " Teriak Reva.
Sudah Reva sampai terdengar ke telinga Rafi. Mendengar Reva berteriak, Rafi segera turun dan menyusul Reva.
"Reva lu... " Ucapan Rafi menggantung saat orang yang ada di dalam rumah itu memperhatikannya.
"Siapa dia Va? " Tanya Nenek Lastri.
"Hemm... Dia teman Reva nek"
"Masuk Fi! Aku kira kamu sudah pulang! "
"Sebenarnya tadi sudah mau jalan, tapi dengar kamu teriak aku jadi turun dan kesini" Rafi menggaruk-ngaruk kepalanya.
"Hehe, maaf ya " Kekeh Reva.
"Aku tadi kaget karena nenek beri aku kejutan di hari ulang tahun ku " Jelas Reva.
Ohh... Jadi hari ini ulang tahun dia.
"Selamat ya " Ucap Rafi.
"Masuk dulu nak!" Ucap nek Lastri.
"Terimakasih nek! Ini sudah larut malam, saya langsung pulang saja " Ucap Rafi.
"Maaf ya Fi" Ucap Reva yang mendekati Rafi.
"Lain kali kalau teriak itu pake pengeras suara sekalian, biar seluruh warga di sini dengar semua! Bikin kaget aja lu" Ucap Rafi.
"Hehehe, maaf! " Reva mengangkat kedua jarinya yang membentuk huruf V.
"Ingat! Tepati janji lu besok! " Setelah mengucapkan itu Rafi langsung pergi.
"Iya gue gak lupa kok! " Reva menjawab dengan setengah berteriak, karena Rafi sudah menjauh.
"Kamu sudah punya pacar va? " Tanya Lastri.
Reva menoleh ke arah Nenek nya, "dia bukan pacar Reva nek! Reva juga ogah punya pacar kaya dia Nek"
"Kenapa bisa gitu? Kelihatannya dia baik, ganteng juga"
"Iihh... Nenek, sudah tua masih aja tau cowok ganteng" Ledek Reva.
"Hey... Jangan salah ya! Mata nenek masih normal kalo buat lihat cogan"
"Emang nenek tau cogan itu apaan? "
__ADS_1
"Tau lah! Cowok ganteng"
"Nenek tau dari mana istilah cogan? " Reva menggelengkan Kepala nya.
"Tuh, dari anak tetangga sebelah "
"Ha-ha-ha, jadi dari anaknya mbak Mirna? "
Nenek Lastri pun mengangguk pelan.
"Ya udah kita istirahat yuk nek, sudah malam" Reva menggiring neneknya menuju kamar.
"Itu kue nya? " Lastri menunjuk kue tart berukuran kecil yang ada di atas meja.
"Reva makan besok aja ya nek! Reva masih
kenyang "
"Nenek gak lupakan minum obat nya? " Tanya Reva sambil membaringkan neneknya di atas tempat tidur.
"Gak dong" Sahut Lastri, "tadi itu beneran bukan
pacar kamu? "
Di rumah Rafi
Sesampainya di rumah Rafi langsung masuk ke kamarnya yang ada di lantai dua. Rafi merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia memejamkan matanya.
"Gue makin penasaran sama si cupu itu! Imut juga kalau lagi marah-marah" Gunam Rafi dengan mata yang masih tertutup.
"Siapa yang imut? " Tanya Maya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Rafi.
"Mama" Rafi langsung terbangun, ia mengubah posisi nya menjadi duduk.
"Kata pak Anton kamu baru pulang, dari mana? " Maya duduk di samping Rafi.
"Hemmm... Itu ma tadi ke rumah teman"
"Tadi mama ketemu Roky sama Dimas tuh! Saat mama tanya tentang kamu dia bilang gak tau "
Maya sempat bertemu kedua teman Rafi di sebuah Cafe.
"Rafi ke rumah teman yang lain MA, heemm.. Beda kelas juga sama Rafi"
"Siapa? Pacar kamu? "
"Bukan Ma! "
__ADS_1
"Lalu? "
"Aku mau mandi dulu ma udah lengket semua ini" Rafi mengalihkan pembicaraan dengan alasan ingin mandi.
"Kamu menghindari mama? "
"Bukan begitu ma! Badan Rafi lengket semua, nih lihat aku masih pake seragam juga kan!"
"Mama gak masalah lo kalau kamu punya pacar Fi"
Rafi menghentikan langkah nya yang tinggal selangkah lagi masuk kamar mandi.
"Kalau aku punya pacar dan pacar ku gak sederajat dengan kita apa mama juga setuju? " Tanya Rafi dengan ragu.
"Mama gak masalah kamu pacaran dengan siapa saja. Asal tidak menganggu sekolah mu. Mama dulu juga terlahir dari orang yang kurang mampu"
Rafi kembali mendekati mama nya ia tertarik dengan cerita masa lalu Mama nya.
"Mama dan papa.. " Ucapan Rafi terputus karena Maya memotongnya.
"Mama dan papa dulu pacaran dari awal masuk SMA. Sebenarnya papa mu dulu di jodohkan dengan Oma, tapi papa menolaknya. Papa lebih memilih menikah dengan mama "
"Lalu gimana dengan Oma? "
"Oma dan Opa mu sangat marah, mereka tak merestui pernikahan kami "
"Tapi oma terlihat sangat sayang kok sama mama"
"Iya, itu karena ada kamu! Oma baru bisa menerima mama sebagi menantunya setelah kamu lahir"
"Apa mama juga tau wanita yang akan di jodohkan dengan papa waktu itu? " Rafi begitu kepo dengan perjalanan cinta kedua orangtuanya.
"Tau! Mama sangat kenal baik dengan wanita itu. Karena wanita pilihan oma tak lain adalah sahabat mama, namanya Elis " Maya menyeka air matanya saat menyebut nama sahabatnya.
"Mama nangis? " Tanya Rafi lirih.
"Mama hanya rindu dengan Elis, sahabat mama yang sudah lama tak ada kabar"
"Mama sudah mencarinya? "
Maya mengangguk, " Sudah lama mama mencari keberadaannya. Tapi, Orang-orang yang mama suruh tidak berhasil menemukan nya"
"Mama punya foto tante Elis? "
Maya membuka galeri foto di ponselnya dan menunjukan foto Elis.
"Seperti pernah lihat tapi di mana ya? " Ucap Rafi lirih saat melihat foto Elis .
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya! 😉
__ADS_1