2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.59


__ADS_3

Roky mengerutkan alisnya saat melihat sepasang suami istri yang berdiri di sebelah papanya Sisil.


'Ayah! Bunda!' batin Roky.


'Itu kan om dan tante yang waktu itu! Jadi obrolan waktu itu benar adanya?' batin Sisil.


"Aku benar-benar kecewa sama papa!" Ucap Sisil dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang! Dengarkan papa dulu!" Ucap Hendra dengan lembut.


"Aku gak mau denger apa pun yang keluar dari mulut papa! Aku kecewa banget sama papa! Papa gak bisa jaga perasan ku! Sudah aku bilang kan waktu itu jika aku tak mau di jodoh-jodohkan! Sisil sudah punya kekasih pa! Tolong dong ngertiin perasaan Sisil! Dengan cara papa yang seperti ini, itu sudah melukai hati Sisil dan juga Roky pa!" Sisil menyeka matanya dengan kasar, " Sampai kapan pun aku gak akan sudi di jodohkan sama anaknya mereka!" Lanjut Sisil.


"Sayang! Dengarkan tante dulu nak!" Ucap bunda Tika.


"Maaf tante saya gak minat dengan anak tante itu!" Ucap Sisil dengan sinis.


"Sisil tolong yang sopan jika bicara dengan orang yang lebih tua!" Tegur Hendra.


"Sudah mas gak papa!" Ucap bunda Tika.


"Sisil mau ke mana kamu?" Tanya Hendra.


"Ke kamar! Mood Sisil benar hancur gara-gara rencana konyol papa!" Jawab Sisil tampa menoleh.


Sedangkan Roky masih mematung di tempat dengan banyak pertanyaan, 'siapa yang akan di jodohkan dengan Sisil?' batin Roky.


Reva dan Niar hanya bisa melihat Sisil yang pergi dengan wajah yang kecewa berat.


"Roky itu anak tante!" Ucap bunda Tika dengan suara yang agak keras.


Sisil menghentikan langkahnya, 'maksudnya apa ini?' batin Sisil.


Roky menatap ke arah sangat bunda, tatapan nya seakan minta penjelasan.


"Maksud buda apa?" Tanya roky yang sudah ada di dekat bundanya.


"Kamu yakin nak gak mau sama anak tante?" Tanya bunda Tika .


Sisil menoleh dengan mimik wajah yang bingung.


"Jangan bingung gitu napa!" Kata Hendra.


"Sisil masih enggak ngerti pa!" Ucap Sisil.


"Sini ikut papa!" Ucap Hendra.


"Gimana masih menolak perjodohan ini?" Tanya Teguh , ayah Roky.


Sisil menoleh ke papanya.


"Sayang! Dengerin papa! Roky pacar mu ini adalah anak dari om Teguh dan tante Tika! Dan laki-laki yang akan papa jodohkan sama kamu itu ya dia! Roky! Tapi kalau kamu menolak sih papa juga enggak akan maksa!" Ucap Hendra.


"Siapa bilang gak mau? Mau kok! Iya kan honey?" Ucap Sisil dengan semangat.


"Tadi siapa ya yang bilang gak mau di jodohkan?" Goda Teguh.


"Papa... Iihh!" Sisil memukul lengan papanya, "papa ngerjain aku ya?" Tanya Sisil dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kan biar suprise!" Ucap Hendra.

__ADS_1


"Kan Sisil jadi malu pa!" Sisil memeluk papanya dan menyembunyikan wajahnya di sana.


"Kenapa harus malu? Ini adalah hukuman dari papa buat kamu. Punya pacar kok enggak di kenalin ke papa!" Ucap Hendra.


"Tunggu-tunggu! Lalu papa tau dari mana kalau sisil sudah punya pacar? Dari si mbok ya?" Tanya Sisil yang sudah melepas pelukannya.


"Enggak! Papa pernah lihat kamu pulang di antar sama Roky! Papa juga pernah lihat Roky datang ke kantor ayahnya! Untuk memastikan lagi papa diam-diam menyuruh orang untuk menyelidiki tentang hubungan kalian berdua. Dan akhirnya kami sepakat untuk menjodohkan kalian!" Jelas Hendra.


"Benar begitu Yah... Bun?" Tanya Roky ke pada kedua orang tua nya. Dan, mereka pun mengangguk.


"Kenapa ayah dan bunda enggak bilang sama Roky? Kalau Roky tau kan bisa ikut bersandiwara!" Ucap Roky.


"Honey.. " Ucap Sisil dengan nada yang manja.


"Haha... Enggak-enggak sayang!" Ucap Roky.


"Sisil boleh peluk tante gak?"ucap Sisil.


"Boleh banget sayang!" Bunda merentangkan tangannya. Sisil pun berhambur memeluk bunda Roky.


"Gak jadi galau nih?!" Cicit Niar.


"Ck, apaan sih lu! Siapa juga yang galau! Orang lagi heppy gini!" Ucap Sisil yang masih memeluk bunda Roky.


"Udah om nikahin aja sekalian mereka!" Ucap niar.


"Kamu ini! Sekolah dulu yang bener!" Ucap Hendra.


"Ingat ya! Kalian kami kasih lampau hijau untuk pacaran, jadi kalian harus tau batasannya!" Ucap bunda Tika.


"Siap bunda!" Ucap Roky dan Sisil dengan kompak.


"Ehh... Kalian mau kemana? Enak aja mau pulang! Kalian nginap ya di sini, please!" Mohon Sisil.


"Maaf ya Sil aku enggak bisa! Biar niar aja yang temani kamu!" Ucap Reva.


"Yah... Kok gitu sih!" Ucap Sisil.


"Besok kan aku harus ikut lomba!" Ucap Reva.


Sisil menepuk jidatnya, "astaga gue lupa Va!"


"Good Luck ya! Semoga sekolah kita menjadi pemenangnya!" Ucap Niar.


"Aminn" Ucap Reva.


"Kalau gitu aku pamit dulu ya Sil!?" Ucap Reva.


"Iya deh!" Sahut Sisil.


Reva pun berpamitan dengan orang tua Sisil dan juga orang tua Roky.


Reva pulang mengunakan motor yang di pinjam kan oleh Nanta. Saat di tengah perjalanan Reva berhenti.


"Kenapa ini?" Gumam Reva sambil turun dari motor, "ahh... Kok bisa bocor gini sih!" Ucap Reva saat melihat ban motor itu kempis.


"Kenapa motornya?" Tanya Rafi dari dalam mobil.


"Tau nih! Ban nya kempis atau bocor!" Jawab Reva sambil mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


Rafi pun turun dari mobil nya dan mengecek motor Reva.


"Nih ada paku di ban nya!" Ucap Rafi.


"Ya... Gimana dong!" Ucap Reva dengan lesu.


"Kamu mau ke restoran atau langsung pulang sih? Gue anter!" Ucap Rafi.


"Pulang sih! Tapi motor nya gimana?" Ucap Reva.


"Biar di ambil montir langganan gue!" Ucap Rafi sambil menelfon seseorang.


"Beneran gak papa? Ini motor restoran!" Ucap Reva .


"Gue jamin aman!" Sahut Rafi.


"Kalau gitu kita tunggu sampai montirnya datang ya?" Ucap Reva, Rafi pun mengangguk setuju.


Reva tak bisa menolak tawaran Rafi, selain tempat itu sepi, dirinya juga harus segera pulang .


Tak butuh waktu lama montir yang di telfon Rafi pun datang.


"Langsung pulang nih?" Tanya Rafi sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Iya! Kamu juga harus cepat pulang nanti! Ingat kan kalau besok kita lomba?" Ucap Reva.


Rafi pun mengangguk sambil tersenyum ke arah Reva.


"Va!" Ucap Rafi sambil melirik penumpang cantik di sebelah nya.


"Hemm.. " Sahut Reva.


"Apa kamu benar-benar gak mau beri aku kesempatan?" Tanya Rafi.


Reva menoleh ke Rafi dengan mata yang menyipit, "kesempatan apa?" Reva membalikkan pertanyaan.


"Kesempatan untuk ku! Apa kamu tak punya perasaan sedikit saja untuk ku?" Sahut Rafi.


"Kalau mau bahas masalah ini! Mending akun turun aja!" Reva bersiap untuk membuka pintu mobil Rafi.


"Jangan va! Bahaya!" Rafie mencoba menahan tangan Reva dan kakinya menginjak pedal rem.


Reva menatap tajam Rafi.


"Oke! Aku enggak akan tanya-tanya lagi tentang perasaan mu! Kamu harus tau va jika aku tulus mencintaimu! Sekarang, nanti , esok, dan sampai kapan pun aku tetap mencintaimu walaupun kamu tak pernah membalas nya!" Ucap Rafi.


Reva menatap Rafi , hatinya terenyuh saat mendengar ucapan Rafi yang tulus. Namun, Reva tak bisa berkata apapun, lidahnya keluh, hatinya berdebar. Dalam hati ingin menjawab 'iya' namun pikirannya berkata lain.


bersambung.....


JANGAN LUPA LIKE&KOMEN YA!


BACA JUGA NOVEL TERBARU KU "ISTRI YANG BISU"



ATAU BAJA JUGA NOVEL KU YANG SUDAH TAMAT " TERJEBAK CINTA JANDA MUDA "


__ADS_1


__ADS_2