2R Rafi & Reva

2R Rafi & Reva
2R_eps.57


__ADS_3

"Mau makan sendri atau mau aku suapi dengan cara ku?" Kata Rafi.


"Bodoamat!" Reva memalingkan wajah nya dan tak menyentuh makanan itu sama sekali.


Perlahan Rafi menggeser duduknya ke samping Reva.


Rafi menuyuapkan satu sendok penuh nasi beserta potongan udang, setelah nasi itu pindah ke mulutnya, dengan cepat Rafi memindahkan nasi yang ada di mulutnya itu ke mulut Reva.


Tentu Reva terkesiap dengan ulah Rafi itu, matanya membulat sempurna.


Rafi melepas tautan bibirnya saat di rasa nasi itu sudah berpindah tempat. Rafi mencincingkan sebelah matanya saat melihat wajah kesal Reva. Tanpa merasa berdosa Rafi melanjutkan makannya.


Sedangkan Reva dengan hati yang dongkol itu terpaksa mengunyah nasi yang ada di dalam mulutnya.


"Buruan di makan! Atau mau aku suapin lagi?" Ucap Rafi sambil menikmati makannya.


Reva mengerucutkan bibirnya dan menghentakkan kakinya sebagai bentuk protesnya.


"Sini aku suapi lagi!" Rafi memajukan wajahnya, dan itu membuat Reva memundurkan tubuhnya.


"Iya bawel gue makan nih! Nih!" Ucap Reva sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


Rafi hanya tersenyum melihat Reva yang menyantap makanannya.


Rafi memperhatikan Reva yang makan dengan wajah yang cemberut dan itu membuat Rafi menjadi gemas.


Perlahan Rafi mendekat ke Reva . Reva yang yang merasa tak nyaman itu pun langsung menghindar. Sayangnya tangan Rafi lebih dulu menahannya sehingga Reva tak bisa menghindar.


"Ma-mau ngapain lu?" Tanya Reva dengan gugup.


"Ada saus di sudut bibir mu!" Ucap Rafi dengan gerakan cepat ia menarik Reva dan menghapus saus itu dengan bibirnya.


Merasa tidak ada penolakan dari Reva, Rafi tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia m*eluamat dengan lembut bibir Reva.


Reva yang awalnya hanya diam kini dirinya perlahan membalas Rafi. Ia mengikuti permainan yang di berikan oleh Rafi.


Keduanya saling bertukar saliva dan l*idah yang saling membelit. Ciuman yang awalnya lembut dan manis kini berubah menjadi ciuman yang hot .


Sedangkan Roky mencoba membuka pintu markas mereka dengan memasukan kode pin.


"Password nya gak di ganti!" Ucap Roky yang menoleh ke Dimas.


"Ya.. Udah buruan buka!" Ucap Dimas yang langsung mendorong pintu itu agar terbuka lebar.


"OH... God!" Ucap Roky dan Dimas bersamaan.


Mereka menggelengkan kepala saat melihat adegan ciuman secara live itu.


"Gue gak salah lihat kan?" Kata Dimas.

__ADS_1


"Enggak!" Sahut Roky yang masih memandang siaran langsung itu.


Dan, yang parahnya lagi dua sejoli itu tak menyadari kedatangannya Roky dan Dimas.


Tanpa pikir panjang Dimas mengeluarkan ponselnya dan memotret dia sejoli itu.


CEKREK..... CEKREK.... CEKREK...


Dimas mendapatkan banyak foto.


Rafi dan Reva menghentikan kegiatannya dengan bibir yang masih saling menempel. Rafi dan Reva sama - sama melirik ke arah pintu.


Dengan cepat Reva mendorong Rafi hingga jatuh. Reva berdiri dengan mata yang menatap tajam ke arah Rafi.


"Kamu menjebak ku Fi? Kamu sudah merencanakan ini semua?" Hardik Reva.


"Aku enggak menjebak mu dan aku gak merencanakan apapun!" Ucap Rafi.


"Bohong! Seharusnya aku tak percaya dengan kata-kata mu!" Reva langsung menyambar tasnya dan berjalan ke arah pintu di mana Roky dan Dimas masih berdiri di sana.


"Hapus gak foto yang sudah lu mabil tadi!" Ucap Reva kepada Dimas.


"Kalau gue gak mau!" Ucap Dimas.


"Hapus enggak!" Reva mencoba merebut ponsel Dimas.


"Ini gak akan gue hapus!" Jelas Dimas yang membuat Reva semakin marah.


"Fi... " Ucap Dimas .


"Diam! Siapa yang suruh lu buat fotoin kita?" Ucap Rafi sambil melihat hasil jepretan Dimas.


"Fi, jangan di hapus! Itu bisa buat senjata lu jika si cupu ini masih menghindar dari lu!" Ucap Dimas.


"Begitu ya?" Rafi melihat Dimas sekilas, "tapi gue mau pakai cara yang licik seperti ini!" Rafi menghapus semua foto dirinya yang sedang berciuman dengan Reva.


Reva keluar dari ruangan itu setelah Rafi berhasil menghapus semua foto yang ada di ponsel Dimas.


Reva mengendarai motor nya dan segera meninggalkan markas Rafi.


"Fi! Kenapa lu hapus semua sih?! Kalau lu punya foto itu, lu bisa menekan dia agar dia menuruti apa mau lu! Lagian dia sok cantik banget deh! Bisa-bisanya dia nolak lu!" Cicit Dimas.


"Nih!" Rafi menunjukan ponselnya, "sebelum gue hapus, gue udah kirim ke ponsel gue! Be te we... Thanks ya lu udah fotoin gue sama dia!" Alis Rafi terangkat sebelah.


"Lu enak! Kita yang lihat adegan live lu cuma bisa melongo!" Ucap Roky sambil berjalan menuju sofa. "Jago juga ya si cupu?!" Lanjut Roky.


"Ya... Karena dia sudah terbiasa!" Celetuk Dimas.


Sedangkan Rafi hanya tersenyum sambil memandangi foto di ponselnya.

__ADS_1


♡´・ᴗ・`♡♡´・ᴗ・`♡♡´・ᴗ・`♡♡´・ᴗ・`♡


Reva tengah bersiap untuk pergi ke acara ulang tahun Sisil.


Reva memoles tipis wajahnya dengan make up. Malam ini ia tak mengenakan kacamatanya yang selama ini menghiasi mata indahnya. Reva menggunakan softlens .


Reva melihat pantulan dirinya di cermin. Menggunakan baju warna hitam dan rok warna putih. Dengan rambutnya yang di gerai, sehingga Reva terlihat lebih cantik.


Reva tiba di rumah Sisil yang sudah ramai dengan tamu undangan.


Reva menatap kagum rumah Sisil, pasalnya ini kali pertamanya dia datang ke rumah Sisil.


"Benar yang di katakan Niar, jika Sisil itu tuan putri" Gumam Reva.


Reva melangkah masuk mengikuti para tamu yang lain.


"Reva!" Ucap Sisil dengan histeris saat melihat Reva datang.


"Heppy birthday Sisil!" Ucap Reva sambil cipika cipiki. "Sorry ya aku telat!"


"Enggak kok! Acaranya juga belum mulai!" Sahut Sisil.


"Oh.. Iya! Ini buat mu!" Reva memberikan kado ke Sisil.


"Kenapa sih lu harus bawa kaya gini segala?Lu datang aja gue udah heppy banget!" Ucap Sisil.


"Enggak papa! Tapi maaf ya hadiahnya gak bagus dan mahal!" Ucap Reva.


"Lu ngomong apaan sih!" Sisil merebut kado itu dari tangan Reva, "apapun yang lu kasih ke gue! Gue terimakasih banget!" Ucap Sisil sambil memeluk Reva.


"Niar ke mana?" Tanya Reva setelah melepas pelukan Sisil.


"Ada kok! Tau tuh ke mana dia!" Ucap Sisil sambil clingak clinguk.


"Aku cari Niar dulu ya!" Pamit Reva.


"Oke! Kalau ketemu bawa dia kesini, karena acaranya akan segera di mulai!" Sahut Sisil.


Reva mengangguk dan pergi untuk mencari Niar.


Reva berkeliling untuk mencari keberadaan Niar. Saat Reva berjalan , ia menjadi sorotan para tamu yang lain.


'Wah... Cantik banget dia!'


'Siapa dia? Cantik banget!'


Para tamu undangan itu saling berbisik.


Reva terus berjalan hingga sampai di dekat kolam renang. Reva berhenti saat melihat Rafi dan gengnya juga ada di acara Sisil.

__ADS_1


bersambung......


JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN KOMEN 👍👌


__ADS_2