
Kamu sudah gila Lis? Aku memang mencintaimu! Tapi tidak dengan cara itu juga!" Ucap Boby yang sudah berdiri.
"Aku mohon Bob!" Ucap Elis yang masih bersimpuh di kaki Boby.
"Bangun!" Boby membatu Elis untuk berdiri, "kita ke rumah orang tua mu sekarang! Aku akan melamar mu sekarang juga!" Ucap Boby.
Elis menggeleng,"percuma Bob! Itu akan sia sia! Kamu sendiri juga tau kan gimana orang tua kita? Orang tua mu atau pun orang tua ku enggak akan setuju! Dan, Satu-satunya cara hanya itu! "Ucap Elis.
"Aku enggak mau!" Kata Boby sambil memalingkan wajahnya.
Elis menyeka air matanya, "oke! Kalau begitu biar aku cari orang lain saja yang bisa membantu ku!" Ucap Elis dan berlalu pergi.
Boby menahan langkah Elis dengan satu tangannya yang melingkar di pinggang Elis.
"Baiklah jika itu mau mu!" Bisik Boby.
Elis menatap Boby dengan seulas senyum.
"Kamu tunggu di sini sebentar!" Ucap Boby. Elis hanya mengangguk.
Boby merapikan meja kerjanya dan menghubungi asistennya.
"Halo! Pesankan saya tempat VVIP sekarang juga!" Ucap Boby. Setelah itu ia langsung menutup telfon dan menuju ke tempat lokasi.
Di tengah perjalanan bisa di lihat jika Elis sangat gugup.
"Apa kamu yakin?" Tanya boby memastikan.
"Sangat yakin!"jawab Elis.
Boby menepikan mobilnya, " Wajah mu tak bisa bohong Lis! Sebentar lagi kita akan sampai! Jika kamu berubah pikiran aku juga tak masalah!"ucap Boby.
"Enggak! Kita lanjutkan saja seperti rencana awal!" Sahut Elis.
"Baiklah!" Boby menyalakan mesin mobilnya dan segera menuju tempat yang sudah ia pesan.
Kamar hotel VVIP yang terletak di lantai paling atas lah sekarang mereka berada. Kamar mewah dengan segala fasilitasnya lengkap.
Elis duduk di tepian ranjang tempat tidur. Jantungnya tak berhenti bergetar, Elis meremas tangannya untuk mengurangi rasa gugupnya.
Boby yang baru keluar dari kamar mandi itu pun duduk di samping Elis.
"Pikirkan lagi! Masih banyak cara yang lain!" Ucap Boby.
Elis menatap Boby, "keputusan ku sudah bulat! Dan, aku menginginkan ini!" Ujar Elis.
Tanpa aba-aba Elis menyambar b*ibir Boby. Mana ada kucing yang menolak di kasih ikan? Awalnya Boby terkejut dengan sikap agresif Elis, sedetik kemudian Boby membalas ciuman Elis.
Ciuman yang awalnya sangat lembut dan manis itu berubah menjadi ciuman yang rakus dan penuh hasrat.
__ADS_1
Boby melepaskan bi*birnya sejenak, "apa kamu tidak akan menyesalinya?" Tanya Boby dengan sura paruhnya.
Elis menggelengkan kepalanya pelan, "tidak! Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan!" Ucap Elis dengan kedua tangannya yang ia lingkarkan ke leher Boby.
Bagikan mendapatkan sinyal, Boby melahap bi*bir Elis dengan rakus. Hasratnya sudah tak tertahan lagi.
Elis sangat gugup saat anak panah itu arahkan ke dart board miliknya. Boby menghentikan kegiatannya.
"Apa ini yang pertama kalinya?" Tanya Boby. Elis pun mengangguk pelan.
"Tahan ya, ini akan sedikit sakit! Aku akan melakukan dengan pelan!" Bisik Boby.
Kedua tangan Elis meremas seprei putih itu saat anak panah itu benar-benar menancap ke Dart board miliknya.
Elis menjerit tertahan saat anak panah itu di tekan lebih dalam lagi. Buliran bening mengalir dari mata nya.
Elis pulang ke rumah saat jarum jam menunjukkan angka dua belas malam. Dengan langkah kaki yang di seret Elis masuk ke dalam rumah yang sudah sepi hanya dengan pencahayaan yang redup.
Saat akan menaiki anak tangga tiba-tiba lampu menyala terang. Elis terkejut karena Mama nya belum tidur.
"Dari mana kamu?"
"Dari rumah teman MA, ngerjain skripsi!"
"Nih! Pakai itu besok!besok malam keluarga Guntur akan datang untuk melamar mu!"
Elis hanya terdiam, percuma juga ia menolak rencana mama nya, pasti ujungnya sia sia.
Elis membanting pintu kamarnya, ia paper bang yang di berikan oleh Mama nya tadi ke sembarang arah.
"Aku bukan boneka mu Ma! Akun sudah menolak rencana mama dengan halus tapi mama tak pernah mengerti. Kita lihat besok Ma! Apa masih mau meneruskan perjodohan ini?" Ucap Elis sambil bersandar di pintu kamarnya.
༶•┈┈⛧┈♛┈⛧┈┈•༶┈⛧┈┈•༶♛┈⛧┈┈•༶
Pagi harinya Elis tak pergi ke kampus. Ia masih bergelut di bawah tebalnya selimut. Ia juga melewatkan sarapannya.
Elis terbangun di jam sebelas siang, itu pun di karenakan ponselnya yang terus berdering tanpa henti. Dengan mata yang masih terpejam, Elis meraih ponselnya yang ada di atas nakas.
"Halo!" Ucap Elis dengan sura khas bangun tidur nya.
"Apa kamu baik-baik saja?aku sangat menghawatirkan mu! Telfon dan pesan ku kau abaikan dari semalam. Dan, sekarang kamu baru mau mengangkat telfon ku!" Cerocos Boby.
"Maaf! Aku capek! Aku juga baru bangun tidur!" Jelas Elis,"Auuuw... "Pekik Elis saat mengubah posisinya menjadi duduk.
" Apa masih sakit?"tanya Boby.
"Sedikit" Jawab Elis.
"Berendam lah dengan air hangat! Itu akan mengurangi rasa sakitnya!" Ucap Boby.
__ADS_1
"Heem! Aku akan menghubungi mu lagi nanti! Aku mau mandi!" Pamit Elis dan mematikan telfon dari Boby.
Malam pun tiba. Di kediaman Elis tampak ramai, semua keluarga sudah berkumpul.
"Cantik banget sih adik kakak!" Puji kak Sony.
"Makasih kak!" Ucap Elis dengan malas.
Menggunakan dress warna toska selutut dengan rambut yang sengaja di gerai membuat Elis terlihat sangat cantik.
Keluarga Guntur pun datang. Setelah berbasa basi dan membahas acara lamaran , kini saatnya keluarga Elis menjamu calon besan.
"Elis, sayang! Tante ada hadiah buat mu!" Ucap mama Guntur setelah acara makan malam.
Elis hanya menerbitkan senyum tipis di bibirnya, 'ini saatnya!' batin Elis.
"Sayang tante pasangkan ya!" Ucap Mama Guntur yang langsung memasangkan kalung berlian ke leher Elis.
Perlahan tangan Elis menyingkap rambutnya ke samping. Betapa terkejutnya Mama Guntur saat melihat banyaknya ****** di leher Elis.
Bukan hanya Mama Guntur yang terkejut melihat leher Elis, semua yang ada di meja makan itu menatap tajam ke arah Elis.
"Jelaskan ke Mama kenapa lehermu banyak tanda merah seperti itu? Siapa yang sudah membuat tanda itu?" Tanya Mama Elis.
"Jeng, jangan marah dulu! Pasti ini ulah anak ku! Ia kan Tur?" Mama Guntur menoleh ke arah putranya. Namun, Guntur menggeleng dengan cepat.
"Bukan Guntur kok Tan!" Ucap Elis.
"Eliss... " Bentak mamanya.
"Ma... Sudah ku bilang kan jika aku menolak perjodohan ini! Mama terus memaksa ku dan mendesak ku! Ma... Mama harus tau aku bukan anak kecil lagi yang harus menuruti semua kemauannya Mama!"
"Maafkan Elis tante, Elis menolak lamaran ini karena Elis sedang hamil!"
Bagai tersambar petir terutama mamanya Elis dan kedua kakaknya.
"Jangan asal bicara kamu Lis!" Ucap kak Sony.
"Aku tidak bercanda kak!" Ujar Elis.
Ucapan Elis membuat Mama nya Guntur kecewa dan marah, tanpa pamit ia meninggalkan rumah Elis.
Setelah mendengar nama laki-laki yang sudah tidur dengan putri satu-satunya itu Elis pun di usir. Malam itu juga Elis keluar dari rumah dengan di jemput oleh Boby.
Boby membawa pulang Elis ke rumah nya. Sampai nya si sana Elis juga di tolak oleh keluarga Boby. Sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di hotel, itu pun hanya bertahan satu hari karena semua fasilitas mereka di sita oleh keluarga nya masing-masing.
Elis dan Boby memutuskan untuk menikah setelah tinggal bersama selama tiga bulan. Selama tiga bulan itu hidup mereka di tanggung oleh Guntur dan Maya, termasuk biaya pernikahan mereka.
"Kita sudah tiba Nyonya!" Ucap Jimi yang menyadarkan maya dari lamunannya.
__ADS_1
"Elis... Aku dan mas Guntur tak akan pernah bisa melupakan pengorbanan mu! Aku janji akan menebus semua dengan anak-anak kita nanti!" Ucap Maya sambil mencium foto batu nisan yang ada di ponselnya.
bersambung....