Airin And The Rich Man

Airin And The Rich Man
Rencana Kotor


__ADS_3

Kesal karena Airin terang-terangan menolak keinginannya untuk kembali. Galang pun pergi mencari seorang preman yang dikenal sebagai begundal kampung, untuk membantu melancarkan niatnya.


"Kemari kamu!" panggil Galang pada seorang pria yang lengannya dipenuhi tato.


Pria itu pun mendekat. "Ada apa, Tuan?"


"Ini buat kamu!" Galang memberikan beberapa lembar uang seratus ribu pada preman kampung tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya sebelum menerima uang pemberian Galang.


"Kamu kumpulkan warga berserta aparat kampung, lalu bawa mereka untuk menangkap basah aku di rumah Airin, provokasi mereka agar menikahkan aku dengan Airin, mengerti!"


Preman itu mengambil uang pemberian Galang, dan segera memasukkannya ke dalam saku. "Beres, Boss. Ini sih masalah kecil."


"Bagus!" Galang menepuk bahu preman tersebut sambil tersenyum puas.


Setelah itu dia pun melajukan mobilnya dengan penuh semangat, dia menuju rumah Airin untuk melaksanakan aksi. Dengan tuntutan dari warga nanti, Airin pasti tidak berani menolak, dan wanita itu kembali menjadi miliknya lagi.


Galang tiba di depan rumah Airin, dia mengetuk pintu beberapa kali. Tak lama kemudian benda yang terbuat dari kayu itu pun terbuka, dan memunculkan sosok Airin di hadapannya.


"Kamu, Mas. Ngapain ke sini?" tanya Airin terkejut, saat melihat mantan suaminya datang bertamu malam-malam seperti ini.


Galang menatap Airin dengan senyuman penuh arti. "Aku hanya ingin bertamu, boleh aku masuk?"


"Tapi ini sudah malam, Mas. Penduduk di sini sudah tahu kita bercerai, apa kata mereka nanti." Airin berusaha menolak.


"Ini masih jam delapan Airin, aku hanya ingin mengobrol sebentar. Lagi pula warga di sini juga tahu aku ini mantan suami kamu, rasanya itu tidak akan salah!" ujar Galang berusaha membujuk.

__ADS_1


Airin menghela napas berat, dia risih harus menerima Galang bertamu. Tapi sayangnya dia tidak punya alasan lagi untuk menolak mantan suaminya itu.


"Ya sudah, silakan masuk, Mas." Airin akhirnya mempersilakan. "Kamu tunggu di ruang tamu, aku buatkan minum sebentar."


"Baiklah, terimakasih!"


Galang mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, sementara matanya terus menatap Airin yang melangkah ke dapur dengan penuh minat.


'Malam ini kamu akan kembali menjadi milikku, Airin. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi,' Galang membatin, diiringi seringaian licik yang menyunging di sudut bibirnya.


Beberapa menit kemudian Airin kembali ke ruang tamu, sambil membawakan segelas teh hangat untuk Galang. Dia meletakkannya di atas meja, sebelum mendudukkan diri di sofa yang berseberangan dengan mantan suaminya itu.


Galang menyeruput tehnya satu tegukan, kemudian berdiri untuk berpindah duduk ke dekat Airin.


"Mas, jangan seperti ini." Airin beringsut ke pinggir, tapi Galang terus memangkas jarak.


"Kamu jangan takut, Airin. Aku berpindah ke sini, agar kamu bisa mendengar lebih jelas apa yang ingin aku katakan," ujar Galang merayu.


Galang mencoba meraih tangan Airin tapi langsung mendapat tepisan. Airin tidak ingin dirinya disentuh oleh pria yang telah mengkhianatinya itu.


"Airin, apa kau sudah memikirkan permintaanku tadi?" tanya Galang sambil menatap Airin tanpa berkedip.


"Mas, jawaban aku tetap sama. untuk sekarang, besok, dan seterusnya, tidak akan ada yang berubah, aku tidak mau rujuk sama kamu," jawab Airin tegas.


Mendengar jawaban itu Galang pun menampakkan seringaian kejinya. "Kalau aku tidak bisa meminta kamu kembali dengan cara baik-baik, maka aku akan membuatmu menjadi milikku lagi dengan cara paksa!"


Tanpa aba-aba, Galang segera mengurung Airin dengan kedua tangannya. Dia mendekatkan wajah, dengan tatapan mata terfokus pada bibir ranum Airin.

__ADS_1


"Mas, kamu mau apa? Tolong lepaskan aku, Mas. Aku bukan istri kamu lagi!" Airin memohon dengan suara bergetar.


Dengan sekuat tenaga Airin berusaha menjauhkan Galang, tapi dia seperti mendorong batu besar, yang tidak bergeser sama sekali.


Mengabaikan protes itu, Galang semakin bernafsu untuk meraup bibir Airin. Lembut, hangat, manis, semua rasa itu membuat galang semakin merindukan sensasi saat menghisap bibir ranum tersebut.


Saat Galang semakin mendekat, Airin memalingkan wajahnya. Dia tidak sudi membiarkan mantan suaminya itu menciumnya.


Tahu Airin menolak ciuman darinya, Galang mengalihkan sasaran ke leher jenjang Airin. Dia mulai memberikan kecupan dan gigitan kecil di sana.


Airin menggelengkan kepala bersamaan dengan air matanya yang mulai mengalir. Sekuat tenaga Airin mencoba berontak, dia tidak ternyahut oleh permainan Galang, malahan dia merasa mual dan jijik.


"Tolong ... tolong aku!" Airin berteriak sekuat-kuatnya berharap ada tetangga yang mendengar.


"Aku mohon berhenti, Mas. Jangan lakukan itu!" isak Airin dengan suara serak.


Galang tidak peduli, dia membiarkan Airin berteriak meminta tolong. Dia melepaskan tangan Airin sebentar untuk membuka dasi, kemudian mengikat tangan Airin dengan benda tersebut.


Dengan satu sentakan Galang menarik baju tidur Airin, hingga semua kancingnya terlepas. Dia lantas menelan saliva, bagian atas tubuh Airin masih tampak padat dan kencang, mengundang gairah yang kuat seperti sebelum-sebelumnya.


Satu tangan galang terulur dan meremas benda kenyal itu dengan kasar. "Ini milikku, Airin. Dan selamanya akan menjadi milikku!"


Airin menejerit keras, remasan Galang membuat dadanya sakit. Tapi Galang tidak peduli, dia segera mendekatkan wajah untuk menjajah kulit mulus milik Airin.


"Jangan, Mas. Aku mohon, jangan ...." Airin mengiba ketika bibir Galang mulai mengecup dadanya.


Jijik, Airin benar-benar jijik melihat seringaian bengis Galang. Dia juga jijik pada diri sendiri, yang tidak mampu membebaskan diri dari hasrat kotor mantan suami binatangnya itu.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan like vote dan komentarnya, ya. Salam hangat @poel_story27


__ADS_2