Airin And The Rich Man

Airin And The Rich Man
Berita Baik Untuk Viona


__ADS_3

Siska membalas tatapan Airin padanya. Sorot mata itu menyiratkan tatapan penuh ejekan.


"Suami mandor kamu nih, ngajakin aku kenalan! Ya, aku nggak mau lah, bukan levelan aku kali!" Siska melirik Alexi dengan tatapan merendahkan.


"Yang aku dengar bukan seperti itu, tapi ibu kamu yang berusaha ngenalin Mas Alvin ke kamu!" tukas Airin sambil mendengkus kesal.


"Airin, Airin! Kamu jangan kepedean deh, meskipun benar mama yang mau ngenalin aku ke suami kamu, aku tetap nggak tertarik tuh! Punya suami begini aja bangga, kamu lupa? Kamu itu sekarang turun kasta, dulu punya suami pengusaha. Lha sekarang, malah dapat gantinya mandor abal-abal," cibir Siska menunjukkan mimik wajahnya yang mengesalkan.


"Kamu dengar, ya! Meskipun suami aku yang sekarang cuma mandor, tapi aku bangga, suami aku pria yang baik. Dan kamu, jangan berani-berani merendahkan suami aku!" geram Airin yang emosinya mulai tersulut.


"Sudah, sudah ... tidak perlu diladeni." Alexi berusaha menenangkan istrinya.


Melihat gelagat Airin yang semakin panas, Alexi pun bergegas membawa istrinya itu keluar, sebelum kedua wanita itu semakin memperburuk suasana, dan merealisasikan perang dunia ketiga.


"Cih, baru punya suami mandor rendahan aja, udah sok minta ampun!" geram Siska sambil menatap sinis punggung Airin.


"Kamu, ini! Walaupun suaminya itu cuma mandor, tapi masih muda, tampan, tubuhnya tinggi atletis. Kalau kamu dapat suami seperti itu, bisa memperbaiki keturunan!" omel bu Santi pada putrinya.


"Ma, tampang itu bukan jaminan. Kalau orangnya kere mah, buat apa?" sahut Siska tak mau kalah.


Bu santi menggelengkan kepalanya, dia tak habis pikir dengan sikap anaknya yang terlalu pemilih itu. Bagi bu Santi, pemuda seperti Alexi adalah tipikal menantu idaman.


Viona yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka, datang menghampiri.

__ADS_1


"Bu, mau numpang tanya. Apa kedua orang tadi itu suami istri?" tanya Viona.


"Kamu siapa?" tanya bu Santi dan putrinya serentak.


"Oh, saya bukan siapa-siapa. Hanya ingin tahu, apa benar kedua orang tadi suami istri?" Viona mengulang pertanyaannya.


Mata bu Santi memindai penampilan Viona dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari apa yang dilihatnya, dia yakin bahwa Viona adalah gadis kaya.


"Apa ada untungnya bagi kami jika menjawab pertanyaanmu?" tanya bu Santi ingin memanfaatkan keadaan.


Viona menghela napas berat. Mengerti apa yang dimaksud oleh ibu-ibu di depannya, dia pun mengeluarkan beberapa lembar uang dari tasnya.


"Ini buat, Ibu!" serunya.


"Iya, mereka itu memang suami istri," jawab Bu Santi setelah mengamankan keuntungannya.


"Lebih tepatnya pengantin mesum!" Siska menyela.


"Sebentar, pengantin mesum gimana maksudnya?" Viona mengkerutkan dahi.


"Mereka itu ditangkap warga karena sedang berbuat mesum, terus dinikahkan!" sahut Siska.


"Gini, si Airin itu kan janda, terus kerjaannya dia ngegodain laki-laki. Biasalah, namanya janda emang begitu, biar biaya hidupnya terpenuhi. Jadi waktu dia bawa si Alvin ke rumah, mereka digrebek sama warga. Karena buat malu kampung, akhirnya mereka dinikahin," terang bu santi.

__ADS_1


Viona menganggukkan kepala, dia sudah cukup paham dengan informasi yang diberikan oleh bu Santi.


'Dasar wanita kampung gatal, beraninya dia menjebak Alexiku. Lihat saja, aku akan mengadukan ini pada tante Ana. Lagi pula mana mungkin tante Ana mau menerima menantu seorang janda, yang jelas-jelas kerjaannya suka menggoda orang,' gumam Viona dalam hati.


"Ya sudah, Bu. Terimakasih infonya." Viona pamit kepada dua orang itu.


Dia sudah tidak sabar untuk bertemu Riana, dan mengadukan hal ini. Mengingat hal memalukan yang terjadi pada kedua orang itu, membuat Viona sangat yakin Riana akan membantunya memisahkan Alexi dari Airin, demi nama baik keluarga.


Melihat Viona sudah keluar dari toko kue tersebut, Siska pun mengadahkan tangan pada ibunya. "Bagianku mana?" pintanya.


"Kau, ini! Kalau masalah uang aja paling cepat!" gerutu bu Santi.


Siska menyengir. Meski sambil menggerutu, ibunya itu tetap membagi uang yang diberikan Viona.


"Eh, Ma. Tapi kenapa wanita tadi ingin tahu tentang Airin, ya? Padahal kelihatannya dia itu gadis kaya! Jangan-jangan dia suka sama suaminya Airin!" Siska kini jadi penasaran.


"Nggak tau, bukan urusan mama!" sahut bu Santi ketus.


Siska mencebik. "Ya udah sih, untuk apa juga aku harus peduli. Cuma mandor doang!"


Bersambung.


Udah hari senin, nih. Jangan lupa berikan vote untuk Airin dan Abang Lexi, ya.

__ADS_1


Terimakasih, salam hangat.


__ADS_2