
Setelah kalah dalam perdebatan yang cukup panjang dengan kedua adiknya, akhirnya Alexi hanya bisa pasrah membiarkan ketiga wanita itu pergi jalan-jalan.
Mereka bertiga lantas keluar dari hotel, lalu mulai menyusuri jalan-jalan kota.
Tidak ada jalan besar di sini, adanya hanyalah gang-gang kecil dan sempit yang hanya bisa ditempuh oleh pejalan kaki.
Kota Venesia juga hanya memiliki transportasi air untuk masyarakatnya, sejenis water bus atau taksi air yang bernama gondala dan vaporetto.
Dari gang-gang kecil yang kini mereka lewati, sudah cukup untuk menggambarkan betapa padatnya kota Venesia. Meski begitu kota ini tetap tertata rapi dan juga sangat bersih.
Beruntung, mereka berlibur Venesia saat mulai memasuki musim gugur. Di mana suhu udara di kota ini mulai turun dikarenakan curah hujan mulai intens, jadi suasana Venesia tidak akan seramai seperti saat musim panas.
"Eh, Diba ... bukankah itu J.Lo?" Airin menunjuk seorang wanita cantik yang telah berumur lebih dari setengah abad dengan isyarat dagu.
Adiba menoleh ke arah yang ditunjuk Airin, di sana tampak wanita yang disebutkan sedang berjalan kaki bersama rekannya. Dia adalah Jennifer Lopez, sosok selebriti papan atas dunia yang berjuluk 'La Guitarra' berkat memiliki tubuh meliuk-liuk, tak ubahnya seperti bodi gitar.
Bahkan di usianya yang sudah setua sekarang, wanita yang juga dikenal sebagai The Supernova itu masih memiliki bentuk tubuh yang sangat indah.
Wajar saja, mengingat ia pernah dinobatkan sebagai wanita terseksi di dunia versi FHM sebanyak dua kali.
"Iya, itu J.Lo ... kau tahu, Kak? Inilah Alasan kami ingin ikut berlibur. Kami tahu Bang Lexi pasti akan membawamu ke Venesia, sementara bulan september adalah bulannya Festival Film Internasional Venesia, jadi di sini kita bisa bertemu banyak selebriti papan atas dunia," jawab Adiba yang disusul cerita panjang lebar.
__ADS_1
Airin yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala.
"Apa kau adalah salah satu fansnya J.Lo, Kak?" tanya Adila.
"Sedikit," jawab Airin sembari terkekeh.
"Kita bisa memintanya berphoto jika kamu mau," usul Adiba.
Airin menggelengkan kepala, karena tidak ingin dirinya terlihat norak di mata orang-orang yang berada di sekitar Rialto Bridge.
"Kenapa tidak mau? Tidak usah malu, lagi pula ada banyak orang yang meminta berselfie dengannya," celutuk Adila, sambil menunjuk beberapa orang yang baru saja berswaphoto dengan J.Lo.
"Tidak Perlu, aku bukan fans berat J.Lo. Aku hanya kagum karena dia memiliki tubuh yang menjadi impian setiap wanita," sahut Airin.
"Coba bayangkan, di usia yang sudah di atas 50-tahun dan kau masih memiliki tubuh seindah itu," imbuh Airin.
"Iya, tapi tubuhmu juga tidak kalah bagus dari J.Lo, Kak. Aku pikir inilah yang membuat Bang Lexi tergila-gila padamu, hehe ...," kekeh Adila.
"Kamu bisa aja!" Airin tersenyum malu karena mendapat pujian dari saudari iparnya.
Memang, Airin memiliki bentuk tubuh yang lumayan bagus, tapi rasanya itu terlalu berlebihan jika harus dibandingkan dengan J.Lo.
__ADS_1
Di saat yang sama, Alexi mulai merasa bosan sendiri di kamarnya, ia pun bergegas mandi dan berniat menyusul Airin dan kedua adiknya.
Setelah keluar dari hotel, Alexi mencoba menghubungi ponsel Airin untuk menanyakan keberadaan mereka.
Namun, panggilan yang dilakukan Alexi tidak kunjung terhubung, dikarenakan ponsel istrinya tersebut tidak aktif.
Alexi akhirnya mencoba menghubungi ponsel adiknya, tapi keduanya juga tidak aktif.
Jelas hal ini membuat Alexi mulai merasa cemas, dia takut terjadi sesuatu pada istri dan adik-adiknya. Terlebih mereka kini sedang berada di negri orang.
Alexi juga semakin khawatir mengingat saat ini Airin tengah mengandung buah cinta mereka.
'Ya, Tuhan ... semoga saja tidak terjadi hal buruk pada mereka,' gumam Alexi pelan.
Buru-buru ia mengembalikan ponselnya ke dalam saku, lalu berjalan cepat melewati gang-gang kecil di sana, dengan mata yang terus celigukan ke sana kemari mencari keberadaan istri dan adiknya.
Di saat kecemasan yang Alexi rasakan semakin meninggi, tiba-tiba saja ponsel di saku celananya bergetar.
Alexi mengeluarkan benda pipih tersebut, lalu melihat nama yang tertera di layarnya.
"Galang? Ada apa dia menghubungiku? Apa ini ada hubungannya dengan ponsel Airin yang tidak aktif?" gumam Alexi penuh tanya.
__ADS_1
Saat ini perasaannya sudah semakin tidak enak!
Bersambung.