Airin And The Rich Man

Airin And The Rich Man
Jatuh Tertimpa Tangga


__ADS_3

Frita dan mama Reni meninggalkan gedung apartemen tersebut dengan pikiran kacau. Saat ini bibir Frita tidak bisa berhenti menyumpahi Radit yang telah menipunya.


Pria itu benar-benar brengsek, selain membawa kabur semua aset, dia juga lari dari tanggung jawab pada anak yang saat ini dikandung Frita.


Tidak sampai di situ, pengkhianatan dari Radit juga berbuntut panjang, karena membuat Frita harus berurusan dengan dua manusia yang tidak berperasaan.


Frita yang takut dibawa ke kantor polisi, mau tidak mau harus menyerahkan ponselnya, padahal hanya itu barang berharga Frita yang tersisa.


Bukan hanya ponsel, wanita itu juga mengambil tas merk cendol limited edition miliknya. Padahal Frita sudah menawarkan untuk membalaskan kesalahannya, dipukuli sampai babak belur pun tidak masalah, asalkan wanita itu tidak mengambil barang-barangnya.


Sayangnya wanita serakah itu tidak bisa diajak bernegosiasi, dia tetap bersikeras dengan pilihannya, tanpa merasa iba meski Frita sudah berlutut memohon.


Jadi saat ini, selain tidak memiliki uang. Frita juga tidak memiliki apa-apa lagi.


"Sekarang kita harus ke mana, Ma?" tanya Frita dengan suara lemas.


Mama Reni mendesah berat. "Mama juga tidak tahu."


Ibu dan anak itu kini berjalan menyusuri jalan raya tanpa tujuan. Frita yang saat ini tengah hamil besar itu mulai kehausan, dan mereka juga belum makan sejak pagi.


"Ma, apa mama tidak punya uang simpanan lagi?" tanya Frita, berharap mama Reni akan menjawab ada.


"Ya, mana ada lagi, Frita. Yang mama bayarkan untuk ongkos ojek tadi itu yang terakhir," jawab mama Reni.

__ADS_1


"Aku haus, Ma. Lapar juga," rengek Frita.


"Terus mama harus bagaimana? Memangnya beli air minum bisa pakai daun?"


"Mama, kok ngomongnya gitu sih. Aku ini anak mama apa bukan?" kesal Frita.


"Tentu saja kamu anak mama, tapi mama harus bagaimana?"


"Ponsel mama masih ada?"


"Ada."


"Ya, udah ... kita jual aja dulu, biar ada uang buat makan."


"Astaga, Ma!" Frita sampai menggelengkan kepala. "Bahkan di saat seperti ini mama masih mikirin teman arisan? Memangnya teman arisan mama mau bantu kita? Enggak, kan? Sekarang itu, pikirin bagaimana caranya kita bisa bertahan hidup aja dulu."


"Tapi tinggal ini barang berharga mama satu-satunya." Mama Reni masih berberat hati.


"Ma, dengar ... aku punya rencana. Mama jual itu ponsel, abis itu kita cari tempat makan. Setelah makan kita ke rumah Airin. Airin kan baik, kita pasti diizinin tinggal di sana. Nanti tinggal mama bujuk deh Airin supaya mau beliin ponsel baru buat mama."


Seketika itu juga wajah mama Reni langsung berbinar penuh semangat, apa yang disampaikan Frita barusan seakan menjadi angin surga baginya.


"Pintar kamu ... pertama-tama kita baik-baikin Airin. Nanti saat Airin lengah, kamu mulai deh pelan-pelan mengoda suaminya. Apalagi suami Airin yang sekarang lebih kaya. Dengan begitu kita bisa balas dendam pada Galang dan Radit sialan itu," ujar mama Reni berapi-api.

__ADS_1


"Rencana itu memang sudah ada di pikiran aku, Ma ... makanya sekarang kita jual dulu ponsel Mama. Biar kita punya uang buat makan, sama ongkos taksi ke rumah Airin."


"Kalau begitu ceritanya, mama setuju jual ponsel ini." Mama Reni mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.


Lalu ibu dan anak itu pergi mencari toko ponsel terdekat.


Saat ingin berbelok memasuki toko tujuan, tiba-tiba saja ada seorang pemuda yang berlari ke arah mereka.


Secepat kilat pemuda itu menyambar ponsel di tangan mama Reni. Tak jauh dari tempat kejadian, teman dari jambret tersebut telah stanby di atas sepeda motor, dan segera tancap gas setelah berhasil mendapat barang incarannya.


"TOLONG ... JAMBRET!" Mama Reni menjerit histeris.


Orang di sekitar masih melongo mendengar teriakan mama Reni. Sementara komplotan jambret yang mengambil ponselnya sudah melaju sangat jauh.


Mama Reni terduduk lemas di atas paving block, melayang sudah harta yang tersisa satu-satunya.


Jika sudah begini harus bagaimana? Jangankan untuk makan siang, uang untuk membeli air mineral pun mereka tidak punya!


Bersambung.


Hai ... man-teman, terimakasih sudah membaca. Jangan lupa mampir di novel terbaru aku ya, judulnya "Gadis Malang Pilihan CE0" ceritanya sangat seru lho πŸ‘‡πŸΌπŸ‘‡πŸΌ


__ADS_1


__ADS_2