
Jawaban Alexi yang terdengar ambigu itu membuat Airin menatap penuh tanya, "Bisa jadi apa, Mas?"
"Ti-tidak ada," jawab Alexi berkilah, "Apa kamu mengenal pria tadi?"
Airin mengangguk. "Iya, namanya Raditya, dia itu teman satu sekolahku, kekasihnya Frita adik tiriku."
Alexi mengkerutkan dahi, Seingatnya Sarah pernah bercerita, bahwa Airin menjadi janda karena menangkap basah suaminya, sedang berselingkuh dengan adik tirinya tersebut.
"Bukankah yang membuatmu berpisah dengan Galang adalah adik tirimu itu? Lalu mengapa dia masih mempunyai kekasih?" tanya Alexi bingung.
Airin menggidikkan bahu pertanda ia pun tidak mengerti. "Mana aku tahu, Mas. Itu urusan mereka, dan aku tidak ingin peduli."
"Baguslah, lupakan tentang mereka. Kamu cukup ingat ...." Alexi menggelengkan kepala, tanpa berani meneruskan perkataannya.
Entah mengapa berada di samping Airin, membuat Alexi merasa pernikahan mereka ini nyata. Sedangkan logikanya tidak berpikir begitu, akal sehatnya menolak ikatan yang sudah ada di antara mereka.
"Ingat apa, Mas?" Lagi-lagi sikap Alexi membuat Airin keheranan.
"Bukan apa-apa, aku harus berangkat kerja," pamit Alexi, seraya bergegas menuju sepeda motornya.
"Ehmm, Mas. Tunggu sebentar," panggil Airin. "Dari mana kamu tahu cerita perceraian aku dengan Galang?" tanyanya heran.
"Itu ... ehmm, aku menerka saja!" jawab Alexi sembarang.
Airin terkekeh kecil, memamerkan senyumannya yang begitu manis.
"Kamu stalking aku, Mas?" tanya Airin dengan penuh percaya diri.
"Hah? Mana mungkin? Sepertinya rasa percaya dirimu itu terlalu tinggi, sebaiknya kamu kembali ke dalam kemudian bercermin!" ujar Alexi gelagapan, menutupi kebenaran.
Memang, sebelum mereka terikat pernikahan. Alexi sudah sering menggali infomasi tentang Airin dari Sarah. Dia juga tidak mengerti mengapa ia tertarik mengetahui kehidupan Airin.
Dia segera menstater motornya, kemudian tancap gas meninggalkan pekarangan rumah.
Airin memandangi kepergian Alexi sambil menggigit bibir bawahnya, ada rasa kecewa di hatinya saat mendengar bantahan Alexi barusan.
Belum lama hatinya tersentuh oleh perbuatan Alexi yang terlihat peduli padanya, tapi sesaat kemudian pria itu langsung mematahkannya dengan perkataan yang menusuk.
Terkadang, Airin merasa bingung dengan sikap Alexi. Pria itu terkadang tampak begitu perhatian, lembut, menyenangkan. Tapi terkadang, entahlah....
"Fhiuuh!" Airin membuang napas berat seraya berjalan masuk ke dalam rumah.
"Makanya sadar, Airin. Rasa percaya diri yang terlalu tinggi itu hanya akan menghempaskanmu ke jurang keputus-asaan!" Dia merutuki diri sendiri.
__ADS_1
***
Airin, wanita itu dengan pakaian rumahannya, rambutnya yang dibiarkan terurai indah, dan tanpa kaca mata tebalnya, berhasil membuat Raditya sangat terpesona.
Bahkan sampai sekarang, wajah Airin yang cantik natural, bibir tipis, ditambah senyumannya yang begitu manis, masih menari-nari di pikirannya.
Akal binatangnya befantasi liar, memikirkan cara agar ia bisa menyentuh, menghisap manisnya bibir ranum itu sepuasnya. Dan yang paling ia dambakan, menikmati tubuh indah Airin yang telah membuat hasrat kelaki-lakiannya meledak-ledak.
Saat ini pria itu masih berada wilayah kampung Airin, tepatnya di sebuah warung sambil menikmati segelas kopi.
Tak jauh dari tempat duduknya, beberapa orang pria tampak sedang asik mengobrol, topiknya adalah skandal yang dilakukan Airin tadi malam. Dan hal ini pun membuat Raditya tertarik untuk mendengarnya.
Dia lantas melangkah menghampiri para pria tersebut. "Boleh saya gabung di sini?"
"Silakan, Mas," sahut orang-orang itu.
"Lagi ngomongin Airin, ya? Kenapa dia?" tanya Raditya penasaran.
"Biasalah, Mas. Skandal janda, dia bawa laki-laki ke rumahnya terus digrebek warga, jadinya dinikahin," terang salah satu pria itu.
"Kapan kejadiannya?" Raditya semakin penasaran.
"Tadi malam, butuh uang mungkin. Jadinya ya gitu, cari jalan pintas, eh malah ketangkap warga," jawab pria tadi.
"Menurut kamu Airin itu emang jual diri, atau memang ketangkap nggak sengaja sih?"
"Heh, ya pasti jual diri lah! Coba pikir, dia itu janda, terus ngubah penampilan biar jadi lebih menarik. Baru beberapa hari jadi cantik, sudah kena grebek warga lagi berbuat mesum!"
"Iya, ya ... tapi sayang juga sudah tertangkap duluan, padahal aku juga mau nyicipin Airin, dia pasti sangat liar dan menggairahkan."
"Kalau masalah itu sih urasan gampang, lagi pula pernikahan Airin sama mandor itu nggak mungkin sungguhan, kan? Jadi, kalau kamu bisa kasih uang yang lebih banyak dari mandor itu, pasti si Airin mau melayani kamu!"
"Benar juga, ya! Lagian berapa duit sih yang bisa dikasih mandor itu, gajinya pasti pas-pasan!"
Raditya yang mendengar obrolan orang-orang itu menarik sudut bibirnya. Dia jumawa karena karena pria yang menggertaknya tadi hanyalah seorang mandor, dia sangat percaya diri bisa merebut Airin dari suami mandornya tersebut.
"Oke, Mas. Saya permisi dulu ya," pamit Raditya.
Dari warung kopi tersebut dia tidak lantas pulang, padahal sejak tadi Frita sudah terus-terusan menelpon, yang pasti ingin menanyakan apakah ia sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Airin.
Raditya pergi ke proyek untuk menemui Alexi. Dia ingin bernegoisasi dengan Alexi, agar membiarkan Airin menemaninya malam ini.
"Hai, Bung ... kita bertemu lagi!" Raditya menyapa Alexi yang sedang berkeliling proyek.
__ADS_1
Alexi menoleh dengan tatapan acuh tak acuh. "Mau apa kau menemuiku?" Dia bertanya dengan suara dingin.
"Hanya ingin mengobrol saja, biar lebih akrab!" sahut Raditya, dia berjalan di sebelah Alexi dengan gayanya yang sok parlente.
"Kau bisa lihat, bukan? Saat ini saya sedang bekerja, jadi saya tidak punya waktu untuk menemanimu mengobrol." balas Alexi datar.
"Tenang, aku tidak akan menyita waktumu! Aku hanya ingin bertanya, berapa banyak kau memberi Airin uang?"
"Maksudmu?" Alexi menghunuskan tatapan tajam.
Raditya terkekeh. "Ya, semua orang tahu bahwa kau tertangkap basah saat berbuat mesum dengan Airin, katakan berapa kau membayarnya untuk satu kali bermain?"
"Jangan bicaramu! Jika kau masih tidak bisa menjaga mulutmu, maka aku akan menyumpalnya agar kau tidak bisa bicara lagi!" Alexi menjadi geram.
"Hei, Bro. Tenang dulu!" Raditya menepuk bahu Alexi, merasa sok akrab. "Begini, aku tahu kau sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk Airin. Tapi tenang, aku akan memberi kompensasi untukmu, kau ingin berapa? dua kali lipat? Tiga kali lipat? Ehmm, atau lima kali lipat?"
"Katakan berapa yang kau inginkan? Asalkan malam ini aku bisa bersenang-senang dengan Airin!" tambah Raditya yang tidak sadar tatapan Alexi sudah berapi-api.
Alexi mendorong Raditya, hingga pria itu nyaris tersungkur, lalu menatapnya dengan aura dingin.
"Aku sudah bilang jangan bicara sembarangan, Airin itu istriku. Sekali lagi kau berani merendahkannya, maka aku tidak akan segan merontokkan gigi-gigimu itu!" Geram Alexi, dia menekankan kata demi kata yang keluar dari mulutnya.
"Wow ... wow, tahan emosimu, Bung! Sepertinya kau adalah pria yang tidak tahu diuntung! Baiklah, tidak masalah jika kau tidak mau bekerja sama. Aku pasti akan menikmati tubuh Airin dengan caraku sendiri!" sinis Raditya.
"Harusnya kau sadar diri, kau ini tidak ada apa-apanya dibanding aku. Kau hanyalah mandor rendahan, jadi jangan berani-berani untuk melawanku!" Raditya menarik sudut bibir sambil menepuk bahu Alexi dengan angkuh.
Kadua tangan Alexi sudah mengepal keras di sisi tubuhnya, sebelumnya ia sudah memperingatkan agar pria berotak kotor ini berhenti merendahkan Airin, tapi nyatanya mulut kurang ajar itu malah semakin menjadi-jadi.
Kini Alexi sudah tidak tahan. Memang, dia sendiri tidak tahu pernikahan seperti apa yang ia jalani dengan Airin. Tapi dia tidak akan tinggal diam jika Airin dikatai wanita murahan, membela harga diri Airin adalah kewajiban baginya.
"Dasar brengsek! Bukankah aku memperingatkan mulut kurang ajarmu untuk berhenti?! Alexi meraung.
Bersamaan dengan itu, kepalan tangannya pun mengayun menghantam rahang Raditya.
Bugghh!!
Bersambung.
Jangan lupa like, dan komentarnya, ya. Salam hangat @poel_story27
Oh, ya. Aku mau ngasih tau nih! Nanti saat novel ini tamat, akan ada Give Away Pulsa Senilai 50K perorang, untuk 5-orang pemberi dukungan terbanyak di novel ini.
Jadi, jangan lupa berikan dukungan kalian sebanyak-banyaknya mulai dari sekarang, ya!
__ADS_1