
Airin mempertahankan sorot matanya, menatap eksperesi di wajah suaminya yang berkabut gairah, mengundang lebih banyak lagi denyutan liar di bagian feminisnya.
Rahang tegas, hidung mancung, kelopak mata sayu. Juga alisnya yang lebat alami, membuat Airin semakin menatap penuh damba. Dalam hati memuji penuh rasa kagum pada ciptaan Tuhan, yang kini tengah mengurungnya tersebut.
Wajah Alexi yang sedikit berkeringat, menggodanya dengan sempurna. Rambutnya sedikit terurai berantakan, dan berayun jatuh menutupi sebagian dahi, menjadi daya tarik tambahan bagi ketampanan, juga kegagahannya.
Sungguh, hal ini membuat napas Airin semakin tak beraturan.
Ya, Tuhan. Saat Alexi menunduk, Airin dapat mengeksplore dadanya lebih dekat, lebar dan menantang. Otot-ototnya seperti pahatan yang sangat indah, liat dan padat ditumbuhi bulu-bulu halus yang menggoda.
"Mas, sekarang!" Airin meminta dengan suara serak, basah, dia tidak ingin menunggu lebih lama lagi.
"As you wish, My Luvv." Di telinga Airin, balasan dari suaminya itu terdengar seperti erangan seksi nan gahar.
Dapat dirasakan Airin, setiap detil telapak tangan Alexi yang menyentuh pahanya, mengirimkan desiran panas yang membuat sorot matanya semakin sayu.
Napas Airin sesak, saliva ditelannya sulit, saat ini Alexi mulai membuka tungkainya lebih lebar. Jelas, sangat jelas ia dapat merasakan sesuatu menempel pada bagian feminisnya, yang kemudian perlahan menghujam masuk.
Dalam, lebih dalam, semakin dalam ....
__ADS_1
Mulut Airin terbuka lebar, dengan mata yang nyaris terpejam. Ekspresi semacam ini adalah hal yang paling disukai Alexi.
Napas Airin semakin memburu, meresapi setiap hentakan di pusat feminisnya dengan irama yang semakin meningkat. Tiba-tiba saja fokusnya terbagi, saat Alexi menunduk, menghisap puncak ranumnya dengan buas.
Lidahnya yang basah dan hangat, menari dengan liar, sesekali memberi gigitan nakal. Ditambah hisapan kencang, yang seakan membuat jiwa Airin tersedot ke alam lain.
Airin merasakan kepala pening, mabuk, seolah tidak lagi berada di bumi. Melainkan di sebuah tempat yang sangat indah, dia mengerang, mendesah, lepas, menikmati setiap perlakuan suaminya.
Airin meracau, suaminya semakin bersemangat mempermainkan sesuatu di bawah sana. Hal yang membuat tubuhnya berdenyut hebat, merasakan sensasi gila yang menggetarkan secara luar biasa.
Dua sensasi berbeda di waktu yang sama, membawa Airin terbang mencapai level yang tiada batas.
Napas Alexi berembus resah, ia tidak tahan melihat bibir ranum istrinya, yang terus-terusan meracau itu menganggur. Ya, erangan demi erangan itu memang membuatnya gila. Dan ia segera membungkamnya dengan raupan buas.
Airin membalas dengan sama liarnya, melilit, menghisap lebih dalam, dan dalam lagi. Di bawah sana ia juga bergerak, seirama tapi berbeda arah dengan dorongan bernafsu yang dilakukan suaminya.
Rasa yang sejak awal sudah memabukkan itu, semakin lama semakin menggila, dan mulai mendekati ledakan dahsyat. Airin menanti saat-saat yang luar biasa itu tiba.
Airin mengerang tertahan dalam pagutan Alexi, ia tak berdaya saat gelombang dahsyat itu benar-benar dekat. Memaksa tubuhnya bergetar hebat, dan setiap otot di dalam sana ikut mengejang sempurna.
__ADS_1
Alexi yang tahu istrinya hampir mencapai puncak, semakin mempercepat lajunya. Menggempur Airin pada titik yang membuat napasnya semakin menderu.
Alexi melepas pagutannya, memberi kesempatan agar istrinya bisa mengerang lepas. Ia berpindah ke ceruk leher Airin, menghisapi kulit mulus istrinya yang wangi semerbak, dan sedikit asin karena bercampur keringat.
Akhirnya Airin benar-benar meledak, leher jenjangnya ikut mendongak, diiringi erangan panjang nan serak, ia mencapai nirwana.
Alexi berhenti bergerak, ia mendekap erat, menahan posisinya dalam-dalam di tubuh Airin. Membiarkan istrinya itu menikmati ledakan yang dahsyat.
"Huuuh, Mas ... aku ..." Suara Airin terdengar lemah, napasnya terengah-engah.
Matanya terpejam, ia benar-benar kehilangan banyak tenaga seusai pelepasan yang luar biasa itu!
Bersambung.
Abang Lexinya belum nih, gimana dong?ðŸ¤ðŸ¤
Sambil nunggu gilirannya abang Lexi, kita dinginin suhu tubuh dulu ya, biar tetap waras, hehe ....
Biar nggak terus-terusan panas, aku mau rekomendasiin nih karya teman aku yang pastinya seru, lucu, asik banget. Judulnya "Emak aku pengen kawin" karya author "Tita Dewahasta", covernya seperti gambar di bawah ini ya👇👇👇
__ADS_1