
Keesokan harinya Airin telah bersiap untuk kembali jalan-jalan, dia memilih kaus oversized yang dipadukan dengan celana panjang berwarna senada sebagai outfit jalan-jalan kali ini.
Sepertinya hari-hari terakhir mereka di Venesia memang milik Alexi, karena dua adik kembarnya memilih untuk jalan-jalan sendiri, tanpa mengganggu kesenangan kakaknya.
"Sayang, ke mana kita hari ini?" tanya Airin sembari bergelayut manja di lengan suaminya.
Saat ini mereka sudah berada di luar hotel.
"Bagaimana jika hari ini kita pergi ke pulau Murano," usul Alexi.
"Pulau yang terkenal dengan kesenian kaca itu ya, Mas?" tanya Airin.
"Iya, tepat sekali, Sayang. Apa kamu setuju?" Alexi mencolek dagu Airin.
Airin mengangguk. "Iya, aku sekalian ingin membelikan oleh-oleh untuk Sarah."
Alexi lantas memesan tiket untuk mereka berdua, dan setiap setengah jam sekali adalah jadwal pavoretto menuju pulau Murano.
Indahnya pemandangan rumah-rumah penduduk yang didominasi cat berwarna-warni, menjadi suguhan pertama ketika mendekati pulau Murano.
Sesampainya di pulau itu, mereka berkeliling sebentar sebelum memasuki area pertokoan.
"Menurut kamu yang ini bagaimana, Mas?" tanya Airin sembari menunjukkan sebuah karya seni berbentuk buah pir pada Alexi, yang rencananya akan dia bawakan sebagai oleh-oleh untuk Sarah.
"Bagus, bentuknya juga lucu," sahut Alexi, dan Airin pun jadi mengambilnya.
Keduanya lantas sibuk memilih berberapa karya seni yang unik-unik untuk koleksi sendiri, dan sebagian lagi akan dibawa sebagai buah tangan untuk kerabat dekat.
__ADS_1
Tanpa terasa hari mulai sore, dan mereka berencana untuk kembali ke pengipanan.
"Bagaimana, Sayang ... apa kamu masih ingin kita lanjut menaiki gondala dan mencoba mitos jembatan desah?" tanya Alexi. Saat ini mereka telah kembali ke Venesia.
Airin menggelengkan kepala, lagi pula kemarin itu adalah idenya Alexi, bukan idenya dia.
"Nggak deh, Mas. Kita pulang aja, aku udah capek," jawab Airin.
"Ya sudah, kalau begitu ayo kita kembali ke hotel." Alexi merangkul istrinya untuk kembali ke penginapan.
Lagi pula berisitrahat adalah pilihan terbaik untuk saat ini, karena besok mereka akan menempuh perjalanan yang panjang untuk kembali ke Indonesia.
***
"Kakak, apa aku boleh masuk?" Tedengar ketukan pintu dari luar.
Airin masih kelelahan, ia dan keluarganya belum ada satu jam tiba di rumah, bahkan Airin belum sempat membongkar barang-barang bawaannya.
Adelio yang baru tahu keluarganya sudah pulang, langsung menyusul ke kamar kakaknya.
"Apa Kakak membawakan kado untuk Sarah?" Pertanyaan itu langsung keluar dari mulut Adelio saat baru selangkah ia memasuki kamar.
"Kau ini, kakak iparmu bahkan belum sempat istirahat, dan kau sudah mau menyusahkannya." Alexi menggeram kesal.
Saat di Venesia, Diba dan Dila yang selalu merecoki waktunya dengan Airin. Sekarang baru tiba di rumah, masih ada lagi kembarannya yang laki-laki.
Airin mengusap lembut lengan sang suami yang duduk di sebelahnya. "Mas, kamu seperti nggak pernah jatuh cinta aja."
__ADS_1
"Ada, hiasan berbentuk buah pir. Kamu cari sendiri dalam tas ya, kakak masih capek," ujar Airin sembari menunjuk tas besar yang tergeletak di samping ranjang.
"Iya, Kak ... terimakasih."
Alexi hanya bisa menggelengkan kepala melihat adiknya itu menngobrak-abrik tas mereka.
"Ini ya, Kak." Adelio mengeluarkan sebuah kotak berisi berbagai karya seni yang dibeli Airin di pulau Murano.
"Iya, yang bentuknya buah pir buat Sarah, terus yang apel buat kamu," sahut Airin.
Adelio bahkan tidak mempeduli oleh-oleh untuk dirinya sendiri, dia hanya mengambil bagian Sarah.
"Makasih ya, Kak." Adelio bergegas keluar dengan penuh semangat, yang akan langsung tancap gas ke rumah Sarah.
Akhirnya dia punya alasan untuk menemui Sarah. Dia sudah sangat rindu, karena belum bertemu wanita incaran itu selama masa liburan ini.
Bersambung.
Begini nih oleh-oleh yang dibeli Airin di pulau Murano. Kalau kalian ada yang ke sana, author titip ya, hehe ....
Sembari menunggu bab lanjutan Airin, aku mau rekomendasiin karya teman aku yang nggak kalah serunya nih, judulnya "Merajut Benang Kusut"
Covernya seperti di bawah ini yaππΌππΌ
__ADS_1