
"Leo, keluarlah dulu, biar aku sama Tante Sari yang menemani Sarah di sini," ujar Airin pada adik iparnya yang terkenal playboy itu.
Jika Adelio masih tetap di sini, maka Sarah pasti tidak akan berhenti memaksa agar biaya pengobatannya dibayar dengan uang sendiri.
Adelio mengangguk pasrah, dan ia pun beranjak keluar dari ruang rawat tersebut.
Lagi pula menghindari berdebat dengan Sarah adalah pilihan yang bijak bagi pemuda ini, karena tahu seberapa keras kepalanya gadis tersebut.
Airin menatap sarah sambil tersenyum lucu. "Kenapa sih kamu sama Leo kayak kucing sama tikus gitu? Dia 'kan niatnya baik mau bantuin kamu!"
"Jangan terlalu jual mahal, nanti jadi gadis tua baru kapok," tambah Bu Sari menakut-nakuti putrinya.
Sarah bergantian menatap dua wanita di hadapannya dengan tatapan membunuh. Dia kesal karena dua orang ini terlihat lebih mendukung Adelio dibanding dirinya.
Apa salahnya dia menolak bantuan dari Leo? Dia hanya tidak ingin berhutang budi pada siapa pun. Terlebih dia merasa masih mampu membayar biaya pengobatannya sendiri.
Bagi Sarah ini bukan tentang keras kepala, tapi lebih tepatnya adalah prinsip.
"Mama, Airin, kalian berdua apa-apaan sih? Aku masih punya- ...."
"Cukup!" Airin langsung menyela perkataan Sarah, "Kamu mau bilang masih punya uang sendiri, 'kan? Ingat, Sarah ... kamu sekarang lagi sakit, setelah ini kamu pasti nggak bisa kerja selama beberapa bulan. Jadi daripada kamu ngotot mau bayar sendiri, lebih baik uangnya kamu gunain buat keperluan yang lain."
"Tuh dengarin kata Airin, apalagi kamu juga masih punya tanggungan biaya kuliah!" tambah Bu Sari.''
"Tapi ...."
__ADS_1
"Yuk, Rin. Biarin aja dia sewot sendiri, capek debat sama batu," kesal Bu Sari.
Wanita paruh baya ini malas berdebat dengan putrinya, dia lantas beranjak menuju sofa yang ada di ruang rawat tersebut, dan mendudukkan diri di sana.
Tanpa terasa hari pun semakin malam, Alexi yang sejak tadi mengurusi keperluan Galang, kembali ke ruang rawat Sarah untuk menjemput istrinya.
"Sayang ayo kita pulang," ajak alexi.
Airin mengangguk, dia lantas beranjak dari tempat duduknya untuk berpamitan pada Sarah.
Sebenarnya Airin ingin di sini menemani sahabatnya tersebut, tapi kondisinya yang tengah hamil muda tentu tidak memungkinkan untuk tetap di rumah sakit.
Sepanjang perjalanan pulang, Airin terlihat lebih banyak diam. Dia masih kepikiran tentang kecelakaan yang menimpanya barusan.
Selagi Airin bisa mengingat, dia dan Sarah sudah sangat berhati-hati sebelum hendak menyeberangi jalan, tapi tiba-tiba saja mobil itu datang dan nyaris menabrak dirinya.
Tapi siapa pelakunya?
"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Alexi.
Gelagat istrinya yang tampak gelisah, tidak lepas dari perhatian pria ini.
"Aku lagi kepikiran sama kejadian tadi, Mas? Menurut aku itu bukan kecelakaan biasa," jawab Airin.
Alexi mengernyitkan dahi. "Maksud kamu?"
__ADS_1
"Mungkin aja kecelakaan tadi itu adalah kesengajaan, jadi memang ada orang yang berniat mencelakai aku sama Sarah."
Alexi mengerti arah pembicaraan Airin, dia lantas mengangguk. "Sebentar."
Meski perkataan Airin itu belum memiliki bukti yang jelas, tapi tidak ada salahnya untuk menyelidikinya terlebih dulu, pikir Alexi.
Setelahnya Alexi pun menelpon seseorang, meminta untuk mencari informasi tentang pelaku tabrak lari tersebut.
"Kamu tenang saja, sebentar lagi kita akan tahu siapa pelakunya, dan apa motifnya," ujar Alexi sambungan terputus.
Alexi sangat yakin tidak akan butuh waktu lama untuk mengetahui siapa pelakunya.
Terlebih dari informasi yang Alexi dapatkan, pelaku tabrakan itu juga mengalami kecelakaan, dan kini sedang dirawat di salah satu rumah sakit.
"Terima kasih, Mas. Jujur, aku sangat penasaran dengan pelakunya," ujar Airin.
Alexi tersenyum lembut pada Airin, jangankan hanya mencari pelaku tabrak lari itu, apa pun akan ia lakukan untuk kebahagiaan sang istri tercinta.
Dan jika memang ada unsur kesengajaan dalam kejadian yang telah merengut nyawa Galang itu, Alexi berjanji tidak akan memaafkan siapa pun yang telah berniat mencelakai istrinya.
Orang itu harus mendapat balasan setimpal!
Bersambung ....
Hei, hei ... teman-teman semua, aku kembali nih untuk melanjutkan novel ini.
__ADS_1
Maaf ya, karena satu dan lain hal, aku harus menghilang cukup lama. Semoga kalian masih berkenan membaca kelanjutan kisah Airin dan Alexi, ya. Hehe ....
Terima kasih.