
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Olivia ingin tertawa melihat penampilan Miko yang benar-benar berubah 180 derajat. Hampir saja Olivia tidak mengenali Miko, beruntung Miko sempat tersenyum sehingga Olivia bisa mengenalinya.
" Kenapa kamu pakai dandan seperti ini?."Tanya Olivia saat mereka hanya berdua saja di teras rumah.
" Loh, kan kamu yang menyuruhku seperti ini?."Jawab Miko dengan entengnya.
" Aku?." Seru Olivia menunjuk dirinya sendiri.
Olivia tidak merasa meminta Miko untuk berpenampilan seperti itu. Tapi kenapa Miko bilang jika dia yang memintanya. Sepertinya ada yang salah dan perlu di bicarakan, Olivia tidak mau jika suatu saat disalahkan jika Miko terus bernampilan seperti ini.
" Kapan aku bilang nya?." Tanya Olivia lagi.
" Kemarin saat aku mengantarkan kamu pulang. Kamu bilang kalau aku tidak boleh menunjukan siapa aku yang sebenarnya, nah makanya aku berpenampilan seperti ini. Memangnya kenapa ? Ada yang salah?." Tanya Miko balik tanya.
Plaakkk
Olivia meneput keningnya sendiri, betapa aneh nya Miko. Tidak boleh menunjukan siapa dirinya bukan berarti harus berpenampilan seperti sekarang ini. Olivia hanya tidak mau, keluarganya tahu jika Miko orang kaya raya yang nantinya akan dimanfaatkan oleh ibu Harti dan Jeni.
" Terserah kamu saja, Miko. Sekarang kamu datang pagi-pagi begini mau apa? Jam delapan saja belum ada."Seru Olivia.
" Mau ngajak kamu jalan dong."Jawab Miko dengan santai dan percaya diri sekali jika Olivia bakalan mau diajaknya jalan.
__ADS_1
Tetap saja rasa percaya dirinya tidak berkurang sedikitpun. Olivia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jika berpenampilan seperti ini Miko seperti tidak ada wibawanya sama sekali, kesan pria yang dingin dan cuek seketika hilang.
" Baiklah, tapi aku yang menentukan tempatnya. Kamu tunggu saja disini, aku mau bersiap-siap dulu. Oh iya mau minum apa?."Tanya Olivia kelupaan memberikan minum.
" Sudah tidah usah, cepat sana bersiap."Jawab Miko tidak mau Olivia berlama-lama lagi.
Olivia ikut saja apa kata Miko, yang penting dia sudah menawarkan minum. Masalah Miko mau atau tidak itu bukan urusan Olivia lagi, salah siapa dia tidak mau.
Sementara itu saat Olivia sedang bersiap-siap, ibu Harti mengintip Miko dari jendela ruang tamu. Jeni yang baru saja keluar kamar pun heran dengan kelakuan ibunya, dia ikut kepo dan langsung menghampiri ibunya.
" Ada apa sih bu? Siapa yang ibu intip?."Tanya Jeni sambil ikut melihat kearah luar sana.
" Sstt... Lihat itu. Itu pacar barunya Olivia, kampungan banget kan? Hahaaa.. Ibu puas sekali Jen, akhirnya kamu bisa menang juga dari Olivia. Pacar Olivia wajahnya itu dekil, rambut klimis dan kacamata besar sangat beda jauh sama Adrian."Seru ibu Harti sedikit berbisik di telinga Jeni.
" Ibu yakin yang modelan begitu pacar Olivia? Tapi bagus deh kalau itu pacarnya Olivia, bisa jadi bahan untuk menghina dia."Seru Jeni tertawa puas.
" Kalian ngapain?."Tanya Olivia.
" Jangan menyesal saat kamu tahu siapa itu pacarku."Ucap Olivia lalu dia berlalu dan menghampiri Miko yang sudah menunggu di teras rumahnya.
Olivia dan Miko pergi dengan mengendarai motor Miko. Tadinya Olivia ingin menaiki mobil barunya tapi tidak jadi karena Miko sudah datang menjemputnya. Olivia bisa mengendarai mobil dari 2 tahun yang lalu, dia belajar dari Dina anak dari tante Rumi.
" Kamu cantik."Seru Miko masih sempat-sempatnya dijalan merayu Olivia.
" Fokus saja sama jalan, jangan ngegombal."Ucap Olivia sambil memukul pundak Miko.
" Usaha dikit saja di omelin. Tidak romantis."Seru Miko lagi.
* Kenapa Miko jadi sengklek begini sih? Kemana sikap dingin dan cueknya, kenapa juga aku justru nyaman dengan Miko yang seperti ini? Apa aku sudah mulai mencintainya? Lantas Nyonya Sarah bagaimana?.*Gumam Olivia dalam hatinya sendiri.
__ADS_1
Motor yang di kendarai Miko terus melaju membelah jalanan. Setelah 40 menit, akhirnya motor itu berhenti di kedai boba yang tidak jauh dari gedung perusahaannya. Hanya sekitar 10 menit lagi sudah sampai perusahaanya.
" Ini kedai kamu juga?." Tanya Miko dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Iya, ini kedai kedua yang aku miliki. Masuk yuk, aku ada perlu sama karyawan didalam."Ucap Olivia.
Olivia sengaja datang ke kedai keduanya, karena dia ingin membicarakan soal menu bakaran seperti yang sudah tersedia di kedai pertamanya. Olivia meminta Miko untuk duduk lebih dulu, sambil menunggu Olivia. Miko sudah di hidangkan 1 cup bobba milk tea.
" Nah itu juga yang ingin Bobi bicarakan sama mbak Olivia. Kenapa di kedai pertama sudah ada, di kedai ini belum ada. Cuma mbak Olivia jarang banget datang, jadi Bobi tunda dulu."Ucap Bobi sang karyawan yang Olivia percayakan untuk menjaga kedai kedua.
" Bukan mbak mau pilih kasih ya Bob, kamu tahu sendirikan tragedi yang belum lama ini mbak alami. Jadi mbak kerjakan satu persatu dulu, nah yang disana sudah jalan baru yang disini mau mbak jalankan juga. Disini mau nambah karyawab juga tidak?." Tanya Olivia.
" Kedai sekarang semakin ramai mbak, banyak karyawan kantoran juga pesan kesini. Kita ini kan dekat sama perusahaan, kalau nambah 2 karyawan mbak Olivia keberatan apa tidak? Kami ini kan ada 2, nanti khusus dikasir ada sendiri dan di bakaran ada sendiri. Kalau tambah burger sama kentang goreng bagaimana mbak?." Tanya Bobbi meminta persetujuan Olivia.
" Kalau kasir kamu saja ya Bob, mbak lebih percaya sama kamu. untuk yang lainnya nanti kamu atur saja, untuk burger sama kentang goreng asal ada karyawan yang bisa mbak tidak masalah."Ucap Olivia setuju dengan saran Bobi.
Bobi pun memberitahu jika ada yang bisa di rektrut untuk bertugas memasak burger dan kentang goreng. Akhirnya Olivia setuju dengan menambah dua karyawan lagi sesuai permintaan Bobi.
" Ya sudah, sepertinya mbak mau pesan alat-alatnya serta perlengkapan yang lainnya. Untuk meja dan kursi sepertinya mbak perlu menambahnya lagi. Insya Allah seminggu lagi semuanya beres, kalian semua tinggal terima beres. Nanti barang akan di antarkan , kamu jangan lupa hubungi orang yang mau kerja."Ucap Olivia.
Urusannya dengan Bobi sudah selesai, Olivia menghampiri Miko yang terlihat fokus dengan ponselnya. Dihari libur seperti ini, ternyata Miko masih saja di sibukkan dengan pekerjaan kantornya.
" Kerjaan kantor?."Tanya Olivia yang sudah menarik kursi didepan Miko.
" Iya. Ini mau ada beberapa karyawan yang mau naik jabatan, dan salah satunya menjadi menejer. Aku baca-baca biodata karyawan dan masa dia bekerja di Perusahaan. Hemm.. Teenyata semuanya memang layak untuk naik jabatan."Ucap Miko menjelaskan, meskipun Olivia tidak bekerja kantoran dia sedikit paham soal pekerjaan para karyawan kantoran.
" Oh begitu. Nanti aku mau nonton sama Rita dan Maya, mereka nanti mau menghampiri aku kesini. Kamu mau ikut apa pulang?." Tanya Olivia membuat Miko mengernyitkan keningnya.
Bagaimana bisa Olivia mau pergi nonton dengan teman-temannya, sedangkan ada Miko bersamanya. Miko sudah merombak penampilannya secara totalitas agar bisa seharian bersama Olivia tanpa ada yang mengganggunya. Ternyata justru Olivia sudah membuat janji dengan kedua temannya.
__ADS_1
************