
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Olivia kedatangan keluarga paman Arman, dia menyambut nya dengan bahagia. Paman Arman dan tante Rumi datang tanpa memberitahu lebih dulu. Mereka seakan memberikan kejutan untuk sang keponakannya, Olivia.
" Tante, Paman datang kok tidak bilang-bilang sih. Kalau tahu mau datang pasti aku akan masak makan malam untuk menyambut kedatangan paman dan tante. Huuh... Ini juga mas Miko tidak di rumah, kemungkinan dia pulang malam."Seru Olivia sedikit cemberut.
Sore tadi Olivia pulang dari kantor 1 jam lebih cepat, sekitar jam 4 Olivia sudah berada di rumah. Saat dia sedang bersantai sambil menonton televisi, Paman Arman dan tante Rumi datang. Bahkan Olivia juga belum mandi dan mengganti pakaian kerjanya.
Paman Arman dan Tante Rumi, memang sudah merencanakan kedatangan mereka tanpa memberitahu Olivia. Mertua Olivia sendiri malam ini juga akan menemui Olivia. Tante Rumi dan mama mertua Olivia sudah merencanakan sesuatu untuk memberikan Olivia kejutan. Hari ini adalah hari ulang tahun Olivia, dan Olivia benar-benar melupakan jika hari ini dia ulang tahun.
" Tadi kebetulan tante dan paman ada urusan di dekat sini, jadi tante ajak mampir saja paman kamu. Soal makan malam, jangan repot-repot kamu Oliv , nanti bisa beli online saja."Seru tante Rumi dengan senyum menghangat.
" Iya Oliv, kamu baru pulang kerja ya? Kok masih pakai baju seperti ini? Pasti belum mandi, sudah sana cepat mandi nanti suami kamu pulang melihat kamu belum mandi seperti ini jadi ilfiil loh."Seru paman Arman sambil mengusap kepala Olivia dengan lembut.
" Mas Miko itu lagi ada pekerjaan ke luar kota paman, tadi pagi saja aku ke kantor sendirian dan malam ini juga dia akan pulang malam.
" Oh begitu. Ya sudah, kalau begitu malam ini kita makan malam di luar saja. Bagaimana, mau tidak? Kalau kamu mau, malam ini tante dan paman akan menginap di sini kebetulan besok kan sabtu, paman mu libur."Seru tante Rumi.
Tanpa menunggu lama, Olivia langsung mengangguk setuju. Sudah lama dia ingin paman dan tantenya itu menginap di rumahnya. Dan sepertinya malam ini akan terwujud, Olivia sama sekali tidak menaruh curiga dengan kedatangan paman dan tantenya yang secara tiba-tiba itu. Ditambah mereka juga akan menginap, padahal paman dan tantenya itu paling susah kalau diminta untuk menginap.
Saat ini Olivia sudah berada di kamarnya untuk bersiap-siap. Sementara itu tante Rumi sedang menghubungi Sarah memberitahu jika sebagian rencana mereka sudah berhasil. Olivia bersedia ikut makan malam di luar.
__ADS_1
[ Bagas Rum. Kami di sini sudah menyiapkan semuanya, Miko sudah tidak sabar melihat senyum bahagia istrinya. Tapi ingat jangan sampai Olivia curiga, kalau dia curiga bukan Surprise lagi dong ] Seru Sarah dari sambungan telepon.
[ Tenang saja, Olivia tidak akan curiga. Anak itu memang setiap kali ulang tahun tidak pernah dirayakan makanya dia sering lupa kalau sedang ulang tahun. Ya sudah kalian tunggu saja, sebentar lagi adzan magrib kami sholat magrib dulu.] Seru tante Rumi.
[ Iya, kami akan sholat magrib dan beristirahat di resto ini. Kamu lupa, kalau resto ini sudah aku boking jadi bebas mau jungkir balik dimana saja. HahaHaaa]
[ Iya deh iya. Sudah dulu , ini sudah adzan magrib. Selepas magrib kami berangkat.]
Klik
Tante Rumi mematikan sambungan teleponnya. Lalu mereka menuju mushola kecil yang ada di bagian belakang dengan diantarkan oleh bik Surti.
Selesai sholat magrib, Olivia beserta paman dan tantenya langsung menuju tempat yang sudah dipilih oleh Sarah. Mereka bertiga pergi dengan mengendarai mobil paman Arman. Selama dalam perjalanan Olivia tidak menaruh curiga sedikitpun, dia tetap ceria dan berbincang dengan paman dan tantenya seperti biasa.
" Tumben kamu dandan, Liv?."Tanya tante Rumi sedikit heran dengan Olivia yang memakai baju terlihat mewah dan mengenakan mek up. Biasanya dia paling malas mek up apalagi memakai dress.
Namun malam ini dia benar-benar kelihatan berbeda. Padahal tante nya tadi tidak meminta dia untuk berdandan dan memakai gaun.
* Hemmm ternyata Sarah sudah bekerja sama dengan Bi Surti juga. Pasti kerjaan bik Surti yang menyembunyikan baju-baju Olivia.*Gumam tante Rumi dalam hatinya.
Mobil yang dikendarai paman Arman sudah berhenti di parkiran Resto. Resto nampak sepi dan seperti tidak ada pelanggan yang datang. Olivia merasa aneh, kenapa pamannya mengajak makan di Resto? Biasanya juga makan di rumah makan dengan tempat duduk lesehan yang sederhana. Resto yang mereka datangi juga nampak sepi.
" Paman tidak salah belok kan? Kenapa ke resto? Mana sepi banget lagi."Seru Olivia dengan wajah sedikit bingung.
" Tidak salah Olivia, tidak apa-apakan sesekali kita makan di resto seperti ini. Paman baru dapat bonus, sesekali mentraktir kamu makan di tempat mewah. Kalau soal sepi sih paman tidak tahu, mungkin saja karena kita yang datang terlalu cepat atau memang para pelanggan lebih memilih di bagian dalam sana. Kalau begitu kita juga didalam saja yuk."Ucap paman Arman.
Olivia hanya mengangguk setuju saja, dia dan tante Rumi berjalan lebih dulu baru di ikuti paman Arman dari belakang. Mereka sampai sebenarnya sudah malam, sudah hampir setengah 8 malam. Resto itu memang di boking semalam oleh mama mertua Olivia, sehingga terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa pelayan dan chef saja yang akan menyediakan makanan dan minuman mereka.
__ADS_1
tante Romi membawa Olivia ke bagian belakang Resto, di sana tempat outdoor Resto berada. Suasana sepi, bahkan Outdoor yang ada di bagian belakang nampak sepi.
" Tante kok gelap dan sepi begini? Sepertinya Resto ini sudah tutup tante, kita pindah saja yuk."Seru Olivia mengajak pindah.
" Tidak kok, paman tadi sudah boking tempat loh. Apa mungkin kita salah jalan, kamu tunggu sini sebentar biar tante sama paman tanya sama pelayannya dulu."Seru tante Rumi beralasan.
Tante Rumi dengan cepat meninggalkan Olivia yang berdiri sendirian di tempat yang gelap. Tante Rumi dan paman Arman dengan cepat bergabung dengan Miko dan keluarganya yang sebenarnya berada tidak jauh dari Olivia berdiri. Hanya berjarak sekitar 15 meter dari Olivia berdiri. Suasana sepi dan gelap, Olivia mulai ketakutan. Namun tiba-tiba lampu yang ada di hadapan Olivia mulai hidup satu persatu. Lampu-lampu kecil yang dirangakai sedemikian rupa itu mulai hidup. Lampu yang bertuliskan Happy Birth Day Olivia itu hidup secara perkata.
Byaarrrr...
Olivia benar-benar takjub saat lampu kecil itu hidup dan merangkai ucapan selamat ulang tahun untuknya.
" Surprise ."Seru Miko dan semuanya.
" Haahh... Mama, Papa !! Mas Miko , kalian ada di sini juga? Jadi ini semua sudah kalian rencanakan?."Seru Olivia kaget serta terharu dengan Surprise yang diberikan keluarganya sehingga tanpa terasa air mata nya menetes membasahi pipi nya.
Miko berjalan menghampiri Olivia dengan memakai baju yang senada dengan Olivia dan di tangannya membawa buket bunga mawar merah untuk Istri tercintanya.
" Happy Birth Day My Wife ."Seru Miko membuat Olivia sangat-sangat terharu dan bahagia.
Selama ini Olivia tidak pernah merayakan ulang tahunnya, tidak pernah mendapatkan surprise seperti saat ini. Saat masih bersama Adrian pun tidak ada yang namanya surprise.
" Mas."Seru Olivia memeluk Miko dengan erat.
" Jangan menangis dong, nanti cantiknya hilang loh."Seru Miko menggoda Olivia.
Buugghhh
__ADS_1
Olivia memukul pelan lengan Miko.
*********