Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Istri Pak Ceo


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


Di rumah kontrakannya, saat ini Pak Anwar dan ibu Harti sedang berdebat. Ibu Harti yang tidak pernah cukup dengan nafkah yang diberikan, selalu memancing amarah pak Anwar. Uang belanja 75 ribu yang dia berikan untuk sehari sama sekali tidak cukup. Padahal hanya untuk makan berdua saja, untuk beras pak Anwar selalu membelikannya seminggu sekali 1 karung yang isi 10 kilo.


" Bapak ini hanya tukang ojek bu, kalau orderan ramai ya bapak kasih lebih dari 75 ribu bu. Kita ini masih banyak keperluan belum lagi harus menabung untuk bayar kontrakan. Ingat bu, kita ini orang miskin jadi belajarlah hemat sedikit dan jangan ngikuti gengsi."Seru pak Anwar sedikit meninggikan suaranya.


" Pokoknya ibu tidak mau tahu, seminggu lagi harus ada uang untuk arisan dan membeli makanan untuk acara arisan. Bulan depan itu ibu yang narik pak, dan bulan depan itu tinggal seminggu lagi."Ucap ibu Harti kekeh dengan permintaanya.


Hhhuuufffff


Pak Anwar membuang nafas dengan kasar. Mau dapat uang darimana lagi dia memenuhi gaya hidup istrinya. Dulu iya ada Olivia yang bisa diandalkan , sekarang pak Anwar sudah tidak mau meminta apapun kepada Olivia. Sudah banyak kesalahan serta harta warisan Olivia yang mereka habiskan.


" Kita lihat nanti bu. Bapak mau berangkat ngojek dulu, uang belanja seperti biasa ada di atas meja kamar."Ucap pak Anwar memilih segera berangkat untuk menghindari ocehan istrinya.


" Duit belanja cuma 75 ribu saja pakai di banggakan."Cibir ibu Harti sama sekali tidak bersyukur.


" Terserah ibu saja."Jawab pak Anwar.


Pak Anwar pergi meninggalkan rumah kontrakannya.


Sementara itu, di perusahaan Miko saat ini sedang ada keributan antara Olivia dan Jeni. Jeni terus menghujami Olivia dengan segala macam cibiran dan hinaan. Namun saat seseorang datang, nyali Jeni sedikit menciut.


" Siapa yang kamu bilang halunya ketinggian?."Tanya Miko dengan suara baritonnya.


" Pak Miko, ini Olivia dia bilang jika anda itu suaminya? Memang sih suaminya namanya juga Miko, tapi Miko suaminya itu orangnya dekil, kampungan dan juga miskin. Sangat jauh beda dengan pak Miko yang ada di hadapan saya ini. Pak Miko kenapa mau berselingkuh dengan dia?."Ucap Jeni dengan percaya diri jika Miko tidak akan marah.


" Sepertinya kamu tahu banyak soal Olivia. Memangnya kamu siapanya Olivia?."Tanya Miko penuh selidik.

__ADS_1


Pertanyaan Miko sebenarnya mengandung jebakan untuk Jeni. Namun Jeni tidak menyadarinya, Miko memandang tajam Jeni dengan senyuman kecut di bibirnya.


" Olivia itu adik angkat ku."Jawab Jeni dengan cepat.


Prokk


Prokk


Prokk


Miko bertepuk tangan sehingga semua karyawan yang ada di situ menatap aneh kearah Miko. Mereka tidak tahu apa maksud Miko sampai bertepuk tangan seperti itu.


Adrian pun kini juga sudah berada di tempat keributan terjadi.


" Ohh.. Jadi kamu ini kakak nya Olivia? Yang berhasil merebut calon suami Olivia beberapa bulan yang lalu? Wah wah wah, berarti Adrian ini dulunya calon suami Olivia dan berhasil kamu rebut? Olivia bukan pengantinnya karena kamu yang sudah menjadi pengantinnya?."Ucap Miko membuat Jeni dan Adrian terkejut.


Ternyata Miko sudah tahu banyak soal Olivia sampai gagalnya pernikahannya dengan Adrian saja dia tahu. Semua karyawan juga nampak syok dengan fakta baru yang mereka ketahui.


" Jadi Jeni ini pelakor dong?."Seru Rindu sambil terkekeh.


" Olivia !!."Teriak Jeni dengan lantang dengan tangan terangkat hendak menampar Olivia.


Sebelum tangan Jeni mendarat di pipi Olivia, Miko sudah menghalau tangan Jeni. Dengan kuat Miko menghempaskan tangan Jeni sampai Jeni kesakitan dan jatuh tersungkur. Tidak ada yang membantu Jeni untuk bangun, bahkan Adrian saja tidak berani beranjak dari tempatnya berdiri.


Adrian takut dengan Miko, dia juga sudah malu karena kebusukannya terbongkar dihadapan para karyawan kantor.


" Mas tolongin aku."Seru Jeni meminta pertolongan Adrian.


Dengan terpaksa Adrian berjalan mendekati Jeni dan membantunya berdiri. Kini Jeni dan Adrian berdiri bersampingan.


" Kenapa pak Miko membela Olivia sampai segitunya? Apa karena Olivia ini wanita simpanan bapak?."Tanya Jeni dengan sinis.


" Jeni! Apa kamu lupa siapa pak Miko?."Seru Adrian menegur Istrinya yang tidak tahu sopan santun.

__ADS_1


" Apa ada yang salah jika aku membela istriku sendiri?."Seru Miko.


Deeggghhh


Jeni dan Adrian terhenyak saat Miko mengakui Olivia sebagai istrinya. Apakah Miko yang menjadi suami Olivia adalah Miko pak Ceo yang saat ini ada dihadapan mereka.


" Tidak mungkin, bapak pasti bohong. Miko suami Olivia itu dekil, kampungan dan miskin bahkan dia memakai kacamata yang besar. Anda pasti hanya ingin membela Olivia saja."Ucap Jeni masih saja tidak percaya jika Pak Ceo adalah suami dari Olivia.


" Apa maksud kamu kaca mata ini?."Tanya Miko mengeluarkan kaca mata besar dari kantong jasnya lalu memakainya.


" Jadi anda benar suami Olivia?."Seru Adrian dengan jantung yang tidak aman.


" Iya aku suami sah Olivia. Jika kamu tidak percaya itu bodoh !."Seru Miko bicara dengan ketus.


Jeni benar-benar syok saat tahu jika Miko pak Ceo adalah suami dari Olivia. Ternyata selama ini Miko menyamarkan penampilannya, jadi rumah yang ditempati Olivia itu benar rumah Olivia. Tiba-tiba tubuh Jeni lemas dan seketika itu dia ambruk.


Brruukk...


Tubuh Jeni ambruk begitu saja, Adrian dengan cepat berusaha membangunkan Jeni. Para karyawan hanya berdiam diri pada tempatnya masing-masing. Tidak ada yang berani membantu Adrian untuk membangunkan Jeni, mereka takut dengan Miko.


" Bawa istrimu ke ruang kesehatan."Ucap Miko tegas.


" Baik pak. Tolong maafkan atas kelancangan istri saya pak, dan saya mohon tolong jangan pecat istri saya pak. Olivia, tolong maafkan Jeni, Bagaimanapun kita ini keluarga."Seru Adrian memohon.


" Aku sudah memaafkannya. Masalah pecat atau tidaknya itu bukan ranah ku, ada suamiku yang berhak menentukannya. Cepat bawa Jeni pergi dari sini, karena kami semua sudah mau mulai bekerja."Ucap Olivia bicara dengan tegas.


Adrian hanya mengangguk pelan, dengan tertatih-tatih dia mengangkat tubuh Jeni menuju ruang kesehatan. Disana ada dokter Risma yang bertugas.


" Jen bangun, ayo dong bangun. Dikit-dikit pingsan, menyusahkan saja kamu ini Jen."Gerutu Adrian sambil mengoleskan minyak angin di hidung Jeni.


" Pak Adrian kembali bekerja saja, biar mbak Jeni di sini dulu. Nanti kalau sudah siuman saya akan menghubungi pak Adrian."Ucap dokter Risma dengan ramah.


" Emm.. Baiklah bu. Kalau begitu saya titip istri saya ya, kalau dia siuman bisa segera hubungi saya. Saya kembali ke ruangan saya dulu."Jawab Adrian.

__ADS_1


Adrian meninggalkan ruangan kesehatan, banyak pekerjaan yang sudah menantinya. Soal Jeni akan diurusnya nanti saat Jeni sudah siuman. Mau tidak mau, Jeni harus meminta maaf secara langsung kepada Miko dan Olivia dan jangan sampai Jeni di pecat. Jika sampai Jeni di pecat, akan semakin banyak beban yang di tanggung Adrian. Jabatan sebagai menejer juga sepertinya akan terancam, bisa-bisa Adrian kembali menjadi staff biasa dengan gaji yang lebih kecil.


__ADS_2