
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Hooeekk Hooeek Hooeekk
Pagi-pagi saat Olivia sedang memasak sarapan bersama mama mertuanya dan tante Rumi, tiba-tiba Olivia terasa mual dan dia langsung berlari ke wastafel dan memuntahkan semua isi dalam perutnya.
Olivia muntah sampai mulutnya terasa pahit, bahkan yang dia muntahkan hanya cairan bening saja. Wajah Olivia nampak pucat, dan badannya pun terasa lemas. Tante Rumi mengajak Olivia untuk duduk dan Mama mertuanya membuatkan teh hangat untuk meredakan rasa mual Olivia.
" Kamu tidak apa-apa?."Tanya tante Rumi sembari mengusap punggung Olivia dengan lembut.
" Perut Olivia mual tante, apa semalam salah makan ya?."Seru Olivia sembari mengingat ingat makanan yang semalam dia makan.
Makanan yang semalam dia makan pun sama dengan yang lainnya. Dia juga tidak ada alergi makanan apapun, tapi dia heran kenapa pagi ini perutnya terasa mual dan ingin muntah terus.
" Minum dulu teh hangatnya, agar rasa mualnya sedikit berkurang."Seru Sarah memberikan segelas teh hangat kepada Olivia.
" Iya Ma, terima kasih."Jawab Olivia.
Olivia meminum teh hangat itu sampai setengah saja, perutnya sedikit lebih enakan. Rasa mualnya juga sedikit berkurang.
" Mama mau ke kamar dulu ambil sesuatu untuk kamu."Seru Sarah lalu melangkahkan kakinya menuju kamar.
Tidak menunggu lama, Sarah sudah kembali lagi dengan membawa sesuatu di tangannya. Tante Rumi tahu yang di bawa Sarah, tante Rumi pun tersenyum sumringah. Semoga saja apa yang mereka harapkan akan segera terwujud.
" Kamu tampung air k3ncing kamu di wadah ini dan celupkan alat ini kedalam nya sampai batas maksimalnya. Mama sama tante tunggu di sini, pakai kamar mandi di dapur ini saja."Seru mama Sarah.
Mama Sarah memberikan alat tes kehamilan yang memang semalam dia bawa. Sengaja dia bawa untuk dia berikan kepada Olivia, sebab saat Sarah bertanya kepada Miko apa Olivia sudah haid. Miko memberitahu jika dalam sebulan ini Olivia belum kedatangan tamu bulanannya, sebab setiap hari dia masih dapat jatah terus.
" Ma, ini alat tes kehamilan?."Seru Olivia dengan wajah keheranan.
" Iya sayang, sudah sana jangan banyak tanya dulu. Sekarang kamu lakukan apa yang tadi mama suruh."Seru Mama Sarah.
Heeemmm
Olivia berdehem sembari menganggukkan kepalanya. Diapun ingat jika dalam bulan ini dua belum kedatangan tamu bulanannya. Dia juga berharap bisa segera hamil.
__ADS_1
" Bismillah semoga hasilnya garis dua."Seru Olivia dengan membuka matanya secara perlahan-lahan.
Alhamdulillah...
Olivia bergumam dengan pelan, ternyata alat tes kehamilan itu menunjukan garis dua. Yang artinya saat ini Olivia sedang hamil. Dengan cepat Olivia keluar dari kamar mandi menghampiri dua wanita paruh baya yang sudah menunggunya dengan harap-harap cemas.
Olivia menggenggam alat tes kehamilannya dengan wajah yang pura-pura bersedih. Dari raut wajah Olivia, Mama Sarah dan tante Rumi sudah bisa menebak jika Olivia tidak hamil.
" Sudah jangan bersedih, mungkin memang belum saatnya kamu hamil. Lagi pula kalian menikah juga baru 3 bulan, banyak berdoa dan berusaha saja dulu dan pantang menyerah."Seru mama Sarah menghibur Olivia.
" Iya Olivia, sabar ya. Mana alat tes kehamilannya tadi, sini tante buang."Seru tante Rumi meminta alat tes kehamilan dan ingin membuangnya agar tidak dilihat Miko.
Dengan pelan Olivia menyerahkan alat tes kehamilan itu kepada tante Rumi. Tante Rumi menerimanya, dia pun penasaran ingin melihat alat itu meskipun sudah tahu hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan.
Tiba-tiba mata tante Rumi terbuka lebar saat tahu alat tes itu menunjukkan garis dua. Seketika tante Rumi berteriak dengan lantang.
" Haah... Garis dua ? Kamu hamil Olivia?."Seru tante Rumi lantang.
" Apa hamil? Kamu serius Rum?."Seru mama Sarah langsung merebut alat tes kehamilan itu dari tangan Tante Rumi.
Kedua perempuan paruh baya itu terlihat bahagia dan heboh sendiri. Olivia ikut tersenyum bahagia melihat kedua wanita yang ada dihadapannya loncat-loncat sambil berpegangan tangan seperti anak TK yang sedang bermain.
" Olivia hamil."Seru tante Rumi dan mama Sarah bersamaan.
" Kamu hamil sayang?."Seru Miko menghampiri Olivia dan memegang pundaknya.
" Iya mas."Jawab Olivia sambil mengangguk.
" Ternyata kamu tadi ngeprank mama sama tante mu ya Liv, mama sama tante itu tadi sudah yakin kalau kamu hamil. Tapi saat kamu keluar kamar mandi dengan wajah sedih dan cemberut. Mama dan tante sebenarnya sedikit lemas, ternyata di prank."Seru Mama Sarah.
Miko membawa Olivia dalam pelukannya, dia sangat bahagia mengetahui istrinya sedang hamil. Usahanya dalam 3 bulan ini ternyata membuahkan hasil juga, sebentar lagi dia akan menjadi orang tua yang sesungguhnya.
Brruugghh...
Olivia dengan kuat mendorong tubuh Miko, dia tiba-tiba mual saat mencium bau tubuh Miko. Dengan cepat Olivia berlari ke wastafel dan muntah lagi, padahal hanya air saja yang dia muntahkan.
" Sayang kamu tidak apa-apa?."Seru Miko mendekati Olivia.
" Stop !! Diam di situ, jangan mendekat."Seru Olivia tidak mau didekati Miko.
Semua orang terkejut dengan perubahan sikap Olivia yang tidak mau didekati oleh suaminya. Terutama Miko, tentunya dia sangat heran dengan istrinya.
__ADS_1
" Mas Miko mandi saja dulu, aku mual mencium bau nya mas Miko. Dan jangan pakai parfum itu lagi, baunya bikin mual."Seru Olivia sembari menutup hidungnya.
" Haah... Aku bau sayang? Meskipun aku habis jogging, aku tetap wangi loh. Aku kan pakai parfum, terus aku pakai parfum yang mana?."Seru Miko.
" Mas Miko tidak bau, hanya saja aku tidak suka mencium bau parfum yang mas Miko pakai. Cepat sana mandi, kalau tidak mau mandi jangan dekat-dekat aku. "Seru Olivia mulai mengancam Miko.
Demi bisa mendekati istrinya, akhirnya Miko pun mandi sesuai dengan perintah sang istri tercintanya. Setelah Miko pergi, kedua wanita paruh baya itu mendekati Olivia dan memeluknya bersamaan. Paman Arman dan papa Wirya juga tidak mau ketinggalan, mereka berdua memberikan ucapan selamat atas kehamilan Olivia.
Olivia diminta untuk beristirahat saja di kamar, urusan memasak sarapan akan di urus mama Sarah dan tante Rumi sebab bik Surti hari ini memang sengaja di liburkan oleh mama Sarah.
" Jangan pakai parfum yang tadi ya mas."Seru Olivia mengingatkan Miko.
" Iya istriku sayang, terus mas tidak usah pakai parfum?."Seru Miko sambil memeluk Olivia.
" Issshh... Lepaskan dulu, aku mau memilihkan parfum untuk mu."Seru Olivia berontak dan Miko pun melepaskan pelukannya.
Olivia mendekati meja riasnya yang super besar itu. Lalu dia membuka laci bagian tempat menyimpan parfum. Tangan Olivia dengan terampil memilih parfum yang cocok dengan penciumannya. Hidung Olivia mencium aroma parfum satu persatu dan akhirnya dia menemukan parfum yang baunya tidak membuat dia mual.
" Nah pakai yang ini saja ya mas."Seru Olivia sambil menunjukkan botol parfum.
" Hah... Kamu tidak salah sayang? Inikan parfum perempuan, seperti yang dipakai mama! Masa iya sih aku harus pakai parfum perempuan."Seru Miko memprotes.
Parfum yang dipilih Olivia memang parfum wanita dan parfum itu dibelikan mama mertuanya seminggu yang lalu. Olivia suka bau parfum itu, sehingga mama mertuanya sengaja membelikannya.
" Kalau tidak mau ya sudah, berarti mas tidak boleh dekat-dekat aku dan tidur juga tidak boleh seranjang."Seru Olivia dengan cemberut.
Haahhhh...
Miko membulatkan matanya? Bagaimana bisa dia tidak boleh dekat-dekat dengan istrinya dan tidak tidur seranjang?
" Ok Ok mas mau pakai parfum itu, tapi hanya saat di rumah saja ya, Sayang. Kalau di luar rumah mas pakai parfum yang lainnya."Ucap Miko bernegosiasi dengan Olivia.
" Lihat nanti."Jawab Olivia dengan santai.
Olivia pun mulai menyemprotkan parfum ke tubuh Miko. Miko pasrah begitu saja, tidak bisa menolaknya. Jika menolak siap-siap tidur di luar.
" Setelah sarapan kita ke dokter kandungan ya."Seru Miko dengan lembut.
Olivia hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
*********
__ADS_1