Aku Bukan Pengantinnya

Aku Bukan Pengantinnya
Menejer baru


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


" Sampai mama mengganggu kebahagiaan Miko dan istrinya, mama akan berhadapan dengan papa!."Seru papa Miko dengan tegas.


Duaaarrr....


Baru pertama kali ini papa Miko marah dan membentak serta bicara lantang dengan Istrinya, Sarah. Selama ini papa Miko selalu diam dan tidak pernah protes apapun yang dilakukan istrinya terhadap Miko. Namun berbeda dengan kali ini, secara terang-terangan dia menentang istrinya.


" Papa membentak mama?."Tanya Sarah dengan wajah keheranan.


" Iya ma. Mama memang harus dibentak agar mama tidak seenaknya saja mengatur hidupnya Miko. Apa mama tidak mau Miko bahagia? Ingat ma, bagaimana sedih dan terpukulnya Miko saat kehilangan cinta pertamanya? Berapa bulan dia menyendiri dan mengurung dirinya? Hingga akhirnya mama berusaha mengenalkan dan menjodohkan dia dengan para gadis anak dari teman-teman mama. Satu pun tidak ada yang bisa menarik perhatian dan hatinya, saat bertemu Olivia baru Miko menemukan jati dirinya lagi. Dia bisa kembali ceria, hatinya yang kosong kembali terisi. Please Ma, jangan ganggu kebahagiaan Miko."Seru Pak Wirya dengan suara melemah seakan memohon kepada istrinya.


Mama Miko melongos, dia tidak mau melihat wajah suaminya yang seperti mengiba. Hanya demi Miko dan Olivia seorang Wirya Bramasta harus menurunkan harga dirinya memohon kepada istrinya.


Pak Wirya tahu jika istrinya ingin yang terbaik untuk Miko, akan tetapi cara yang dia lakukan salah. Dengan mengganggu kebahagiaan Miko itu sama saja sudah menghancurkan jiwa Miko. Pak Wirya tidak mau Miko mengalami depresi karena ulah dari mamanya sendiri.


" Apa mama mau Miko depresi gara-gara mama masih sibuk mencarikan dia jodoh yang selevel dan mengganggu kebahagiaan dia? Ma, kebagaiaan seseorang itu tidak bisa di ukur hanya dengan harta Ma. Anak kita sudah dewasa, sudah 30 tahun Ma. Dia bisa menentukan kebagiaan dan pilihannya sendiri, dan satu yang harus mama ingat jika Miko itu sudah MENIKAH !."Seru tegas Pak Wirya.


Setelah bicara seperti itu pak Wirya bangkit dan segera berangkat ke kantor. Kali ini dia berangkat tanpa diantarkan istrinya sampai depan rumah. Lama-lama dia sendiri heran dengan cara berfikir istrinya yang selalu ingin mengedepankan taraf level seseorang.


Pak Wirya melajukan mobilnya dimana kantor tempat dia bekerja berada. Pak Wirya punya perusahaan sendiri yang dia bangun dari masa dia muda dulu. Dulunya perusahaan itu akan dia wariskan kepada Miko, tapi ternyata Miko mendapat perusahaan yang lebih besar dari almarhum sang kakek, ayah dari pak Wirya.

__ADS_1


Sementara itu, setelah selesai sarapan Jeni dan temannya sudah sampai di ruangannya, devisi pemasaran. Jeni mencari-cari keberadaan karyawan baru yang akan menggantikan pak Saiful tapi mata Jeni tidak melihat adanya karyawan baru di devisinya.


" Mana si karyawan baru itu, Ver?."Tanya Jeni penasaran.


" Tidak tahu, mungkin belum datang atau malah sudah ada di ruangannya."Jawab Vera sambil menggerdikkan bahunya.


" Isshh.. Sombong amat kalau dia memang sudah ada di ruangannya. Seharusnya dia itu memperkenalkan dirinya lebih dulu, bukan malah langsung nyelonong saja."Seru Jeni bicara dengan kesal.


Baru juga Jeni menutup mulutnya pak Saiful datang dengan seorang perempuan. Semua karyawan sudah ada di tempatnya masing-masing, dan segera berdiri saat melihat pak Saiful datang.


Wajah Jeni langsung syok saat melihat pak Saiful datang dengan Olivia. Ya, perempuan yang saat ini berdiri di samping pak Saiful adalah Olivia.


" Olivia."Ucap Jeni pelan tanpa ada yang bisa mendengarnya.


* Kenapa Olivia ada disini? Dan kenapa dia datang dengan pak Saiful? Atau jangan-jangan Olivia yang akan menggantikan pak Saiful? Tidak, ini tidak mungkin. Olivia hanya tamatan D3 saja dan tidak mungkin dia akan menjadi menejer, dia pasti hanya akan menjadi OB saja. Mana ada anak baru seperti dia jadi menejer.*Gumam Jeni dalam hatinya.


* Jadi Jeni dan Adrian bekerja disini juga? Aku akan sekantor dengan mereka? Hemmm... Ternyata mereka bekerja di perusahaan mas Miko, pasti mas Miko sengaja tidak mau memberitahuku dari awal.*Gumam Olivia dalam hatinya.


" Hehh... Olivia, kenapa kamu bisa ada disini?."Tanya Jeni dengan wajah masih keheranan.


" Loh Jen, kamu sudah mengenal Olivia?."Tanya pak Saiful.


" Sudah pak."Jawab Jeni singkat.


" Baguslah kalau kalian sudah ada yang saling mengenal. Perkenalkan semuanya, ini Olivia. Dia yang akan menggantikan posisi saya di devisi ini sebagai menejer pemasaran."Ucap pak Saiful membuat Jeni semakin syok.


Haaahhhh...

__ADS_1


Jeni benar-benar tidak habis fikir kenapa dengan mudahnya Olivia bisa langsung bekerja sebagai seorang menejer pemasaran. Padahal Olivia tidak punya pengalaman kerja sama sekali. Jeni sudah berfikiran buruk terhadap Olivia, dia mengira jika Olivia ada main dengan orang dalam dan bisa jadi orang itu pak Saiful sendiri.


* Menejer pemasaran? Huuhh.. Ini pasti ulah mas Miko. Dia memang penuh dengan kejutan, tapi tidak masalah. Aku akan melihat bagaimana reaksi Jeni dan Adrian setelah tahu aku juga bekerja di perusahaan yang sama.*Gumam Olivia.


" Mana bisa begitu pak? Dia itu hanya D3 saja, mana baru masuk lagi. Masa iya langsung jadi menejer saja, ini tidak adil pak."Seru Jeni memprotes.


" Jika diantara kalian ada yang tidak setuju , kalian bisa langsung menemui pak CEO. Olivia, selamat bekerja ya. Semoga kamu betah bekerja disini, jika ada yang belum kamu pahami bisa tanyakan kepada saya? Sudah save nomor telepon saya?."Tanya pak Saiful ramah.


" Sudah pak."Jawab Olivia dengan singkat.


Pak Saiful mengantarkan Olivia keruangannya sambil mengambil beberapa barangnya yang masih tertinggal didalam ruangan. Tidak sampai 5 menit, Pak Saiful sudah keluar dan meninggalkan ruangannya yang selama 21 tahun ini dia tempati.


Tidak lama dari pak Saiful pergi, Jeni langsung masuk ruangan Olivia tanpa adanya kata permisi lebih dulu.


Braaakkk...


Jeni masuk ruangan Olivia dengan membuka pintu secara kasar.


" Hehh Olivia !! Ada hubungan apa kamu dengan pak Saiful sehingga kamu bisa menggantikan posisi menejer pemasaran dengan mudah. Pasti kamu sudah memakai cara yang licik kan?."Seru Jeni langsung marah-marah tidak jelas.


" Maksud kamu apa? Aku tidak ada hubungan apapun dengan pak Saiful, aku masuk perusahaan ini dengan posisi yang bagus bukan karena pak Saiful kok. Aku mengenal pak Saiful saja baru hari ini saat di ruangan CEO tadi."Jawab Olivia terlihat sangat santai menanggapi tuduhan dari Jeni.


" Bohong !! Pasti kamu sudah naik ke atas ranjang pak Saiful atau pak CEO, sehingga kamu bisa mudah mendapatkan posisi menejer."Seru Jeni semakin tidak bisa mengendalikan ucapannya.


" Hemm... Kalau aku naik keatas ranjang pak CEO memang ada yang salah? Tidak kan? Dan itu juga bukan urusanmu."Jawab Olivi dengan senyum mengejek.


Jeni mengepalkan tangannya, dia semakin yakin jika Olivia masuk perusahaan dengan memakai jalur orang dalam. Dan dia menggunakan cara yang licik. Jeni tidak akan tinggal diam, dia akan membuat Olivia tidak betah bekerja di perusahaan itu.

__ADS_1


*************


__ADS_2