
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
" Bagaimana keadaan Jeni, Yah? Dia sakit apa?."Tanya Olivia memberanikan diri untuk bertanya lebih dulu kepada pak Anwar.
Pak Anwar yang sedang menyiapkan pakaian ganti untuk istrinya pun menghentikan aktifitasnya dan beralih memandang kearah Olivia yang berdiri di ambang pintu kamar. Pak Anwar senang Olivia mau bertanya atau menegurnya lebih dulu.
" Jeni keguguran, dan dia harus dirawat beberapa hari di rumah sakit."Jawab pak Anwar.
* Jeni keguguran? Ya Allah semoga anaknya kelak bisa menjadi penolong kedua orang tuanya masuk surga.*Gumam Olivia dalam hati.
Terdengar suara motor memasuki pekarangan rumah, ternyata Adrian yang datang. Adrian datang untuk mengambil pakaian ganti untuk ibu mertuanya, yang saat ini sedang disiapkan oleh pak Anwar.
" Mau apa kamu datang kesini?."Tanya Olivia dengan ketus. Jika hanya soal pernikahannya yang waktu itu gagal, Olivia sudah melupakannya. Tapi fitnah Adrian yang membuat Olivia sangat membencinya, Adrian sudah seperti pria b4nci yang hanya bisa berlindung di ketek istrinya.
Mata Adrian memandang Olivia tanpa berkedip, Olivia semakin hari semakin cantik dan dia seakan menyesal sudah meninggalkan Olivia demi seorang Jeni si anak manja yang tidak bisa apa-apa. Penyesalan Adrian sudah tidak berguna, kini diantara Olivia dan Adrian sudah punya kehidupan sendiri-sendiri.
" Olivia, aku mau mengambil baju ganti ibu saja."Jawab Adrian terbata-bata.
" Sayang, siapa dia?."Tanya Miko yang datang secara tiba-tiba lalu memeluk Olivia dari belakang.
Penampilan Miko mode penyamarannya, belum saatnya Adrian tahu jika Miko boss di perusahaan tempatnya bekerja. Melihat Miko yang dengan mudah memeluk Olivia, membuat Adrian mengepalkan tangannya. Dia tidak rela ada pria lain yang bermesraan dengan Olivia meskipun itu suami Olivia.
__ADS_1
" Dia Adrian, suaminya Jeni."Jawab Olivia agak kaku karena Miko memeluknya dengan mesra dari belakang.
" Ohh.. Ini yang namanya Adrian yang dulu mau menikah sama kamu tapi malah menikah dengan kakak mu. Tampangnya biasa saja sih, kenapa bisa dulu kamu jatuh cinta sama pria seperti dia?."Tanya Miko dengan sengaja memanas-manasi Adrian.
* Cuuiihh.. Seperti tampang dia bagus saja. Sudah pakai kaca mata besar, rambut klimis dan kucel. Tapi kenapa aku tidak asing dengan suaranya ya?.*Gumam Adrian dalam hatinya.
" Apa anda tidak bisa melihat diri anda sendiri. Seenaknya saja anda menghina saya, biar beginipun dulu Olivia sangat mencintaiku. Jangan bangga bisa menikahi Olivia, karena Olivia hanya bekasku saja."Ucap Adrian membuat Miko meradang.
Bugghh
Bugghh
Tanpa berbasa-basi Miko memukuli Adrian. Dia tidak terima jika Olivia dia ungkapkan sebagai barang bekas. Olivia adalah berlian yang sangat berharga bahkan harganyapun tidak ternilai. Seribu wanita didunia ini belum tentu mereka bisa sekuat dan sesabar Olivia.
Olivia sendiri juga tidak terima dikatakan sebagai barang bekas. Mulut Adrian busuk, ternyata selama ini dia salah menilai Adrian. Selama ini dia tertipu dengan penampilan dan wajah Adrian.
" Kurangajar kamu !! Aku akan menghabisimu sampai kata-kata itu keluar lagi dari mulut mu. Olivia itu berlian yang tak ternilai harganya, dia wanita baik-baik bukan seperti istrimu yang murahan itu ! Wanita yang belum menjadi istrinya sudah mau melemparkan tubuh di ranjang mu."Seru Miko penuh dengan amarah.
Plakk
Pllakk
Jika tadi pukulan dari Miko yang di terima Adrian, kali ini tamparan dari Olivia yang di terima Adrian. Mendengar ada suara ribut-ribut, pak Anwar pun keluar dari kamar sambil menenteng tas yang berisi baju ganti untuk ibu Harti.
" Ada apa ini kok ribut-ribut?."Tanya pak Anwar
" Ayah tanyakan saja pada menantu ayah ini."Jawab Olivia.
__ADS_1
Pak Anwar memandang Adrian dan Miko secara bergantian. Ada yang aneh dengan Miko, kenapa penampilannya berubah? Saat menikah tadi penampilannya tidak seburuk saat ini, pak Anwar pun baru ingat jika istrinya pernah bilang kalau pacar Olivia kampungan.
" Adrian ini baju ganti untuk ibu mertuamu, sudah cepat kamu kembali ke rumah sakit lagi. Ini sudah semakin sore, sebentar lagi pasti ibu mau mandi dan dia menunggu baju ganti ini."Ucap pak Anwar mencoba meredam amarah diantara kedua menantunya.
" Iya pak, Adrian akan ke rumah sakit sekarang. Dan untuk kamu si kampungan, lihat saja aku pasti akan membuat perhitungan denganmu."Ucap Adrian mengancam Miko.
" Oke siapa takut."Jawab Miko dengan cepat dengan bibir menyungingkan senyum sinis.
" Miko !! Adrian ini suaminya Jeni, berarti dia ini kakak iparmu. Tolong yang lebih sopan, Ayah tidak mau sesama menantu ribut begini. Malu sampai tetangga tahu dan mendengar keributan kalian."Ucap pak Anwar dengan tegas menegur Miko.
Adrian merasa tersanjung karena ayah mertuanua seakan membelanya. Senyumnya tersungging sinis, setelah itu diapun pergi meninggalkan rumah Olivia dan kembali ke rumah sakit. Tinggal Olivia, Miko dan pak Anwar saja dirumah. Miko mengajak Olivia masuk kamar, hari pertama tinggal di rumah Olivia,Miko sudah bisa mengenal karakter keluarga Olivia.
" Miko, apa aku jahat kalau aku tidak menjenguk Jeni ke rumah sakit?."Tanya Olivia meminta pendapat Miko.
" Kamu mau menjenguknya?." Tanya balik Miko.
" Apa kamu mengizinkan?." Justru Olivia juga bertanya balik lagi.
" Tentu saja aku mengizinkan asalkan perginya dengan ku dan kamu jangan dekat-dekat dengan si Adrian mantan pacarmu itu. Aku melihat, tatapan matanya masih menyiratkan cinta untukmu. Aku takut kamu berpaling dariku, Olivia "Ucap jujur Miko dari hatinya.
Ternyata Miko benar-benar mencintainya, dia takut kehilangan Olivia. Salahkah Olivia jika sampai hari ini belum bisa sepenuhnya melabuhkan hatinya untuk Miko. Jika orang bilang Olivia egois, iya dia memang egois. Dia mau menerima pinangan Miko sedangkan hatinya belum bisa sepenuhnya menerima Miko. Bukan berarti dia masih mencintai Adrian, Olivia hanya masih trauma dengan sebuah komitmen.
" Aku tidak akan mungkin lagi bersama Adrian, saat ini aku istrimu dan sepenuhnya milikmu. Tapi maaf, jujur aku memang belum sepenuhnya mencintaimu. Maukah kamu tetap di sampingku dan membuat aku yakin jika cintamu itu benar-benar tulus untukku. Maaf jika aku egois, aku.. Aku masih trauma dengan suatu hubungan. Maaf..."Seru Olivia meminta maaf.
Miko membawa Olivia dalam pelukannya, sampai kapanpun dia akan berada disamping Olivia. Sudah menjadi pilihannya menikahi Olivia dan menjadikan Olivia wanita terakhir dalam hidupnya. Miko harus berusaha dengan keras untuk membuat Olivia selalu nyaman bersamanya dan bisa menerimanya.
" Aku akan selalu bersamamu, maaf jika aku juga egois sudah memaksamu menikah denganku. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, dan saat itu juga aku ingin menjadikan istriku. Aku takut jika kamu dipinang orang lain, sehingga aku memaksamu untuk menikah denganku. Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi sebuah keluarga yang harmonis, kita akan mempunyai anak yang cantik dan tampan."Ucap Miko dengan erat dia memeluk Olivia.
__ADS_1
" Aamiin."Jawab Olivia.
***********