
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Miko memanggil Adrian untuk menghadapnya, tidak perlu menunggu lama kini Adrian sudah duduk tepat di hadapan Miko. D4d4 Adrian bergemuruh dan j4ntung berdetak lebih cepat dari biasanya. Adrian merasa tidak mempunyai kesalahan apapun, pekerjaannya semua bagus dan selesai tepat waktu. Ada hal apa yang membuat Miko memanggilnya.
Adrian dan Miko masih sama-sama diam, Adrian menundukkan kepalanya. Dia tidak berani memandang wajah Miko, sorot mata Miko tajam dan menakutkan.
" Emm.. Aaa.. Ada apa pak Miko memanggil saya?."Tanya Miko terbata-bata.
" Kamu kenapa terlihat ketakutan begitu? Apa kamu merasa punya salah?."Tanya Miko justru dia balik bertanya.
" Tidak pak."Jawab Miko dengan cepat dan yakin jika dia tidak punya salah.
Tok tok tok
Suara pena yang Miko pukul-pukulkan di meja kerjanya membuat Adrian semakin tidak tenang.
" Soal pekerjaan kamu memang tidak ada masalah, pekerjaan kamu bagus. Tapi jangan bangga dulu kamu, aku memanggil mu untuk datang kesini tentunya karena kamu ada salah."Ucap Miko membuat Adrian semakin senam j4ntung.
" Apa salah saya pak?."Tanya Adrian ingin segera tahu kesalahannya.
" Aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan Olivia. Olivia itu istriku, aku tahu kamu masih punya perasaan dan bahkan kamu masih menginginkan dia untuk menjadi pendamping hidupmu. Jangan kamu kira aku tidak tahu jika kamu masih suka curi-curi pandang dan berusaha mendekati istriku. Apa kamu mau aku pecat?."Seru Miko lagi-lagi membuat Adrian senam j4ntung.
__ADS_1
Degh...
Adrian langsung mendongakkan kepalanya sambil menggeleng cepat. Tentunya dia tidak mau dipecat, mencari pekerjaan itu susah terlebih jabatan menejer keuangan seperti yang saat ini dia jabat.
Adrian tidak bisa membayangkan bagaimana kelangsungan hidupnya jika dia dipecat dan tidak bekerja. Pasti setiap hari dia akan bertengkar dengan Jeni.
" Jangan pecat saya pak. Saya janji tidak akan mengganggu Olivia, saya mohon jangan pecat saya."Seru Adrian memohon sambil mengatubkan kedua tangannya.
" Hemm... Kinerja kamu bagus dan dedikasi kamu di perusahaan ini memang sudah tidak di ragukan lagi. Saya akan bersikap profesional selagi kamu juga bersikap profesional kerja. Sekarang aku tidak akan memecatmu, tapi tidak tahu suatu hari nanti. Semua tergantung dari diri kamu sendiri. Paham saudara Adrian !!."Seru Miko dengan penuh penekanan.
" Paham pak Miko. Terima kasih karena anda tidak memecat saya. Saya tidak akan mengganggu istri bapak, maaf jika saya ada salah sama bapak."Ucap Adrian mengakui jika dia punya rasa bersalah dengan Miko.
Miko hanya tersenyum tipis, kali ini dia masih memberikan kesempatan untuk Adrian bekerja di perusahaannya. Miko tidak bisa asal pecat, sebab pekerjaan Adrian bagus dan tidak ada masalah. Dia harus profesional dalam dunia kerja. Saat dia memecat Jeni beberapa hari yang lalu, alasannya bukan hanya Jeni yang berulah akan tetapi kinerja Jeni dalam 3 bulan terakhir tidak ada kenaikan. Bahkan banyak pekerjaannya yang dilimpahkan kepada teman satu teamnya.
" Saya pegang janji kamu, jika kamu melanggar aku tidak segan-segan untuk memecatmu."Seru Miko lagi.
" Kamu boleh keluar."Ucap Miko meminta Adrian keluar dari ruangannya.
Adrian pun meninggalkan ruangan Miko, dengan wajah lesu dia menuju ruangannya. Semua pasang mata para karyawan yang ada di devisi keuangan melihat kearah Adrian. Melihat wajah Adrian yang kusut dan lesu, mereka beranggapan jika Adrian di pecat.
" Ada apa dengan Adrian, ada dia di pecat pak Miko?."Tanya Salma penasaran.
" Mana aku tahu. Sudah jangan mikirin yang tidak penting, lebih baik fokus dengan pejerjaan saja."Jawab Bayu tidak mau bergosip di saat jam kerja dan pekerjaan masih banyak.
Sebenarnya Bayu sendiri penasaran kenapa setelah menemui pak Miko wajah Adrian terlihat kusut dan berantakan. Lebih baik saat jam makan siang nanti dia akan menanyakannya langsung kepada Adrian.
" Hhuuhhh... Jujur perasaan cintaku untuk Olivia masih ada dan aku masih berharap bisa seperti dulu lagi dengan Olivia. Tapi jika aku masih mencoba mendekati Olivia taruhannya karierku. Pak Miko tidak untuk memecatku. Hemm.. Demi kelangsungan hidupku dan demi karierku, aku akan berusaha melupakan Olivia."Ucap Adrian pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Kenapa setelah Olivia menikah, perasaan ku mulai tumbuh lagi. Padahal saat aku menikah dengan Jeni waktu itu perasaan untuk Olivia tidak ada, apa karena dulu aku hanya di liputi hawa n4fsu saja sampai aku tidak menyadari perasaan ku."Ucap Adrian lagi-lagi dia bicara pada dirinya sendiri.
Di tempat lain, Sarah dan Chika sedang bertemu membahas soal hubungan Miko dengan Olivia. Sarah tetap meminta Chika untuk mendekati Miko dan merusak hubungan rumah tangga antara Miko dan Olivia. Sarah tetap ingin Chika lah yang menjadi menantu di keluarganya.
" Maaf tante, aku tidak mau di cap sebagai wanita perusak rumah tangga orang. Tante, aku wanita berpendidikan dan aku tidak mau merendahkan harga diriku di hadapan anak tante, Miko. Miko secara terang-terangan sudah menolak di jodohkan denganku. Sekarang dia sudah punya istri, apa pantas aku menyakiti hati sesama wanita? Seandainya tante yang ada di posisi istrinya Miko, kira-kira bagaimana perasaan tante?."Tanya Chika menolak keras permintaan Sarah untuk dia mendekati Miko.
" Tapi Chika, tante hanya mau kamu yang menjadi menantu Tante. Bukan wanita itu ataupun yang lainnya, tante sudah merasa cocok dengan kamu. Tante tidak tahu kenapa justru Miko lebih tertarik dan memilih wanita itu untuk dijadikan istri."Ucap Sarah tetap bersikukuh menjadikan Chika menantunya.
Tidak di pungkiri jika Chika juga mencintai Miko, akan tetapi bukan berarti dia mau menjadi wanita perusak rumah tangga. Terlebih menyakiti hati sesema wanita, Chika tahu bagaimana sakitnya dikhianati sehingga Chika tidak menerima tawaran dari Sarah.
" Maaf tante, aku tidak bisa. Kecuali jika Miko dan Olivia memang sudah berpisah, aku mau dengan Miko. Tapi bukan aku yang membuat mereka berpisah. Miko itu sangat mencintai istri nya tante, aku bisa melihat dari sorot matanya. Sudahlah tante, terima saja yang sudah menjadi pilihan Miko. Tante mencoba berdamai dengan hati dan terima dengan baik istri pilihan Miko."Seru Chika bicara lebih bijak.
Hhhuuufffff
Sarah membuang nafas dengan kesal, usahanya meminta Chika untuk mendekati Miko ternyata gagal. Reaksi Chika tidak seperti yang dia bayangkan, dia sudab membayangkan Chika akan setuju jika dia memintanya untuk mendekati Miko.
* Masa iya sih aku harus menerima Olivia menjadi menantuku. Meskipun saat ini dia memang sudah menjadi menantuku. Aku tidak mau teman-temanku nanti akan menghujat ku, karena aku mempunyai menantu yang miskin dan tidak selevel dengan keluarga ku. Tapi, Miko sudah memilihnya lalu aku bisa apa lagi. Aku juga tidak mau anak laki-lakiku memusuhi atau menjauh dariku.*Gumam Sarah dalam hatinya.
Pertemuannya dengan Chika kali ini sia-sia saja. Tidak ada kesepakatan yang mereka ambil karena Chika menolak. Sarah dan Chika pun mengakhiri pertemuannya, mereka pulang dengan mengendarai mobilnya masing-masing.
Sarah teringat ucapan Chika, jika dia harus berdamai dengan hati dan mencoba menerima kehadiran Olivia sebagai menantunya.
" Apa yang dikatakan Chika tadi memang benar sih, tapi masa iya sih aku harus menerima Olivia?."Ucap Sarah terus bermonolog sendiri.
Sarah terus berfikir antara iya atau tidak, antara menerima Olivia atau tidak. Akhirnya Sarah memutuskan untuk menemui Miko di perusahaan, sudah lama juga dia tidak datang ke perusahaan mertuanya yang saat ini sudah menjadi milik Miko.
**************
__ADS_1