
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
Mama Sarah dan tante Rumi mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol. Di Aula hotel tempat resepsi musik hiburan sudah di mulai sehingga suasana semakin ramai dan kurang nyaman untuk mengobrol. Apalagi banyak hal yang ingin mereka obrolkan, apalagi setelah 30 tahun mereka tidak bertemu.
Melihat tante Rumi dan mama Sarah yang menjauh dari keramaian membuat ibu Harti penasaran. Dia tidak menyangka jika tante Rumi ternyata mengenal mama mertua Olivia. Dia mencoba mengikuti langkah kaki keduanya namun tiba-tiba Jeni memanggilnya.
" Ibu mau kemana?."Tanya Jeni yang tiba-tiba mencengkal tangan ibu Harti.
" Isshh.. Jeni ini, ibu itu mau mengikuti si Rumi sama mamanya Miko. Kok mereka kelihatannya akrab banget, apa sebelumnya mereka sudah kenal?."Seru ibu Harti masih dalam mode penasaran.
" Halah itu tidak penting bu, mungkin saja mereka tadi itu mau ke toilet bareng. Maklum hotel ini kan besar dan mewah, pasti tante Rumi tidak tahu dimana toiletnya jadi dia mengajak mama mertuanya Olivia. Hitung-hitung cari muka itu si tante Rumi, yuk ahh kita duduk saja. Jeni lagi males kumpul sama mantan teman kantor, karena mereka mengobrolkan soal pekerjaan terus. Jeni sudah seperti kambing congek, Adrian sibuk sama temannya juga. Jadi ibu temani aku saja, sambil kita menikmati musik dan makanan."Seru Jeni bicara panjang lebar.
Sebenarnya ibu Harti masih sangat penasaran tapi mau bagaimana lagi, Jeni menariknya begitu saja. Dan dia juga kasihan jika Jeni tidak ada teman untuk mengobrol, akhirnya ibu Marni kembali duduk di tempatnya semula.
" Kok kamu bajunya tidak seragaman Jen?." Tanya salah satu tetangga yang datang.
" Iya nih kok beda sendiri. Itu si Dina anaknya Rumi saja bajunya seragam. Mingkin kamu tidak di anggap keluarga sama Olivia, soalnya kamu jahat dan sombong sih. Suka fitnah bahkan dulu calon suami Olivia kamu embat juga. Kalau aku jadi Olivia bakal melakukan hal yang sama."Seru ibu Ani dengan sinis.
" Kalian bisa diam tidak sih ? Ini itu pesta orang-orang berkelas, jadi jangan bergosip yang tidak penting. Aku bukannya tidak di kasih baju seragam, tapi karena aku ogah pakai baju warna katrok seperti itu."Seru Jeni mencoba berbohong.
__ADS_1
" Ohhh begitu." Seru ibu-ibu itu secara serempak sambil terkekeh.
Ciiihhhhh
Ibu Harti dan Jeni melengos begitu saja, dia malas menanggapi para tetangga nya yang kampungan dan tidak tahu malu itu. Karena sedari tadi mulut mereka terus mengunyah, sang tuan rumah saja tidak masalah karena makanan di siapkan memang untuk dimakan. Kenapa justru Jeni yang merasa malu dan menganggap mereka kampungan.
Sementara itu di tempat lain, mama Sarah dan tante Rumi sedang mengobrol banyak hal. Mereka saling melepas rasa rindu, yang selama puluhan tahun tidak bertemu.
" Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, Rum. Kalau tidak salah hampir 30 tahun kita tidak bertemu, saat itu aku sedang hamil anak kedua ku Miko. Karena Miko sekarang sudah berusia 30 tahun, oh iya kamu ada hubungan apa dengan keluarga menantu ku?."Tanya mama Sarah penasaran.
" Iya saat itu bahkan aku belum menikah, kamu sudah hamil anak ke dua. Anak pertamaku saja baru berusia 28 tahun, 3 bulan menikah aku langsung hamil. Aku ini tantenya Olivia, kamu pasti kaget jika tahu Olivia itu siapa?."Seru tante Rumi yang membuat Sarah semakin penasaran.
" Olivia itu anak Zainal dan Yasmin."Seru tante Rumi membuat mama Sarah syok.
" Jadi Olivia itu anak Yasmin dan Zainal? Lantas mereka kemana? Kenapa tidak ada disini?."Tanya Sarah secara beruntun.
" Mereka sudah meninggal sekitar 24 tahun yang lalu, tepatnya saat mereka akan ke rumah sakit, Yasmin akan melahirkan Olivia dan mereka kecelakaan." Ucap tante Rumi bercerita dengan mata yang berkaca-kaca.
Ya Allah....
Mama Sarah langsung memanggil sang penciptanya. Ternyata orang yang selama ini dia cari-cari dan dia nantikan pertemuannya sudah tidak ada. Dan Allah seolah sengaja mengirimkan Olivia sebagai penggantinya. Mama Sarah merasa sangat bersalah sudah pernah membenci Olivia dan tidak merestui hubungannya dengan Miko, anaknya.
" Yasmin, Zainal maafkan aku."Seru mama Sarah sambil terisak.
" Kenapa kamu meminta maaf?."Tanya tante Rumi.
__ADS_1
" Aku bersalah dengan Yasmin dan Zainal, Rum. Aku sudah menolak anaknya, aku sudah menyakiti anaknya dimana saat itu aku tidak datang ke acara ijab qabul mereka. Karena aku tidak setuju Miko menikah dengan Olivia. Ya Allah.. Kesalahan apa yang sudah aku perbuat?."Seru mama Sarah semakin terisak.
" Mereka ijab qabul di rumah ku, Sarah. Karena suamiku adik nya Zainal. Jadi suamiku yang menjadi wali nikahnya. "Seru tante Rumi semakin terpukul.
Seandainya saat itu dia ikut datang di pernikahan Miko dan Olivia pasti semuanya akan dia ketahui lebih awal. Dan dia tidak akan pernah menghina dan merendahkan Olivia. Jika bukan karena Yasmin dan Zainal mungkin saja tidak akan dirinya saat ini. Seandainya saat itu dia di gilir oleh ke 5 preman, bisa saja setelahnya dia akan mengakhiri hidupnya. Itulah yang Sarah fikirkan saat ke 5 preman sudah mulai merobek bajunya.
" Rum, aku minta maaf. Maafkan aku jika ucapan ku pernah menyakiti Olivia. Aku benar-benar menyesal Rum. Ternyata Olivia adalah anak dari penyelamatku."Ucap mama Sarah menangis dalam pelukan tante Rumi.
" Kamu jangan menangis, Sarah. Sekarang kamu kan bisa menerima Olivia, buktinya kamu meminta resepsi semewah ini dan kamu juga yang ikut turun tangan mengurus pesta ini. Sekarang, hapus air mata kamu dan kita kembali ke tempat acara. Sudah cukup lama kita disini, pasti nanti yang lainnya akan mencari keberadaan kita berdua. Kita juga belum foto-foto."Seru tante Rumi tersenyum ramah agar mama Sarah tidak sedih lagi.
" Iya kamu benar, aku tidak boleh bersedih. Aku berjanji jika aku akan menyayangi Olivia seperti anakku sendiri. Karena aku juga tahu dari Miko jika orang tua angkat Olivia tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Apa benar begitu Rum?."Tanya mama Sarah untuk lebih menyakinkan lagi.
" Ya begitulah, nanti kapan-kapan akan aku ceritakan. Sekarang kita kembali ke tempat acara lagi saja dulu."Jawab tante Rumi.
Mama Sarah mengangguk, mereka berdua akhirnya kembali ke tempat acara. Benar saja, sedari tadi mereka sudah di cari untuk foto keluarga.
" Mama darimana saja?."Tanya pak Wirya menyapa istrinya.
" Mama tadi lagi ngobrol sama teman sekolah mama dulu pa. Ini Rumi ternyata teman mama sekolah dulu, emm mau foto-foto ya pa. Bentar ya mama bagusin riasan mama dulu. Tadi sempat sedih karena setelah puluhan tahun baru bertemu."Seru mama Sarah beralasan.
" Oh begitu. Ya sudah mama bagusin saja dulu riasannya. Papa tunggu disini saja."Ucap pak Wirya.
Mama Sarah mulai membenarkan riasannya yang tadi sudah tersapu derasnya air mata yang sudah seperti air terjun.
***********
__ADS_1